Kencang77smm panel murahKencang77 Heylinkprediksi togel akuratprediksi togel kencang77prediksi togel terbarupengeluaran togelhttps://www.zeverix.comsmm murahsmm indonesiasmm panelsmm terpercayasmm internasionalslot gacorslot onlineslot gacor hari inikencang77smm panel termurahsmm panel terbaikreseller smm panelsmm panel indonesiaKENCANG77kencang77kencang77 daftarkencang77 loginTransformasi Arsitektur Server Game Modern StabilTeknologi Enkripsi Baru Platform Premium GlobalEvolusi Algoritma Komputasi Awan Game DigitalInovasi Kecerdasan Buatan Prediksi Momentum GameStrategi Platform Game Adopsi Konektivitas 6GTransformasi Ekosistem Game Blockchain Transparansi PemainInfrastruktur Hybrid Cloud Industri Hiburan InteraktifTeknologi Visual XR Interaksi Pemain VirtualKeamanan Siber Industri Game Aset DigitalProyeksi Revolusi Digital Integrasi Big DataFormula Analisis RTP 98 Persen ViralRahasia Membaca Fluktuasi RTP 97 PersenStrategi Menggabungkan RTP Live Pola TransaksiFormula Matematika RTP 98 Persen ProfesionalMekanisme Sinkronisasi RTP Harian KemenanganRahasia Komunitas Global Analisis RTP 96Strategi Analisis RTP Waktu Bermain KonsistenFormula Prediksi Winrate Statistik TerapanPola Distribusi Modal Berbasis RTP TinggiMemahami Grafik RTP Real Time RisikoPola Interaksi Sosial Game Loyalitas PemainStrategi Ekspansi Vendor Game InternasionalPsikologi Pemain Menghadapi Algoritma ModernModel Bisnis Fair Play Game OnlineStrategi Personalisasi Data Pengalaman BermainTransformasi Ekonomi Digital Industri GamePerubahan Perilaku Konsumen Platform GamePlatform Game Premium Transparansi AlgoritmaInovasi Fitur Sosial Game Generasi BaruProyeksi Ekonomi Kreatif Industri Game IndonesiaFenomena Viral RTP Tinggi Komunitas GameDinamika Komunitas Game Digital ModernPerubahan Bisnis Platform Game DigitalProyeksi Pertumbuhan Industri Game GlobalInovasi Platform Game Hiburan ImersifTransformasi Industri Game Berbasis AIPerubahan Perilaku Pemain Game DigitalPola Permainan Saat RTP TinggiRahasia Pola RTP 98.5% PemainTren Teknologi Platform Game GlobalAlgoritma Mahjong Ways AdaptifRentetan Banker Baccarat Bikin HebohTren Winrate Mingguan PragmaticUpdate AI Sabung Ayam DigitalWild Bandito Pecahkan Rekor KombinasiWarm Phase dan Lonjakan RTPStrategi Susun Tangan CapsaPola RTP dan Multi TriggerGolden Scatter Mahjong Ways HebohAnalisis Sistem 3D Sabung Ayamhttps://kabar-indonesia-hari-ini.github.io/upload/perubahan-sistem-dinamika-bermain-mahjong.htmlhttps://kabar-indonesia-hari-ini.github.io/upload/dinamika-pola-berulang-sesi-permainan-kartu.htmlhttps://kabar-indonesia-hari-ini.github.io/upload/catatan-mingguan-waktu-bermain-komunitas.htmlhttps://kabar-indonesia-hari-ini.github.io/upload/teknologi-ai-analisis-performa-arena-digital.htmlhttps://kabar-indonesia-hari-ini.github.io/upload/kombinasi-simbol-tak-terduga-komunitas-pemain.htmlhttps://kabar-indonesia-hari-ini.github.io/upload/fenomena-warm-phase-alur-permainan-digital.htmlhttps://kabar-indonesia-hari-ini.github.io/upload/strategi-menyusun-komposisi-pemain-senior.htmlhttps://kabar-indonesia-hari-ini.github.io/upload/pola-multi-trigger-analisis-permainan-digital.htmlhttps://kabar-indonesia-hari-ini.github.io/upload/momen-langka-diskusi-forum-pemain.htmlhttps://kabar-indonesia-hari-ini.github.io/upload/transformasi-visual-3d-ritme-pertandingan.htmlhttps://kabar-indonesia-hari-ini.github.io/upload/algoritma-ritme-kemenangan-tren-permainan.htmlhttps://kabar-indonesia-hari-ini.github.io/upload/observasi-jam-permainan-intensitas-tinggi.htmlhttps://kabar-indonesia-hari-ini.github.io/upload/logika-statistik-volatilitas-permainan-digital.htmlhttps://kabar-indonesia-hari-ini.github.io/upload/analisis-data-momentum-bermain.htmlhttps://kabar-indonesia-hari-ini.github.io/upload/perubahan-angka-digital-momentum-bermain.htmlhttps://kabar-indonesia-hari-ini.github.io/upload/data-historis-siklus-permainan.htmlhttps://kabar-indonesia-hari-ini.github.io/upload/pergerakan-data-realtime-ritme-permainan.htmlhttps://kabar-indonesia-hari-ini.github.io/upload/waktu-bermain-dinamika-hasil-permainan.htmlhttps://kabar-indonesia-hari-ini.github.io/upload/adaptasi-pemain-pola-sistem-dinamis.htmlhttps://kabar-indonesia-hari-ini.github.io/upload/tren-digital-momentum-bermain-modern.htmlSistem RTP Live Algoritma KemenanganEksperimen Data Winrate Harian PermainanPendekatan Statistik Volatilitas PermainanFramework Analisa Data Permainan DigitalPerubahan Persentase RTP LiveObservasi Siklus Permainan Data HistorisMonitoring Pergerakan RTP Real TimeStudi Waktu Permainan Lonjakan WinrateStrategi Adaptasi Pola Sistem RTPAnalisa Tren Permainan Model DataPerubahan Algoritma Mahjong WaysRentetan Banker Baccarat Sesi PermainanTren Winrate Mingguan PragmaticAI Sabung Ayam Analisis LagaKombinasi Langka Wild BanditoFenomena Warm Phase RTPStrategi Tangan Capsa SusunPola RTP Multi TriggerGolden Scatter Mahjong WaysTeknologi 3D Sabung AyamAnalisis Prediktif pada Transformasi Sistem Permainan Digital Starlight PrincessPeran Analisis Data dalam Membaca Dinamika Strategi Permainan Baccarat ModernEksperimen Data RTP Live Mengungkap Pola Baru pada Permainan Mahjong Ways 2Algoritma Modern di Balik Lonjakan Tren Permainan Roulette dalam Ekosistem Game DigitalLima Perubahan Besar yang Membentuk Strategi Baru pada Permainan Mix ParlayRahasia Pola RTP Live yang Disebut Meningkatkan Momentum Hasil hingga 75 JutaPendekatan Analitik dalam Membaca Dinamika Permainan Wild Bandito di Era Data DigitalMembedah Struktur Algoritma yang Mengubah Cara Pemain Menganalisis Sugar RushTujuh Indikator Data yang Mulai Digunakan untuk Membaca Pola Sabung Ayam OnlineTransformasi Teknologi AI dalam Analisis Performa Laga Sabung Ayam WS168Studi Probabilitas Modern pada Permainan Baccarat Menggunakan Pendekatan StatistikDinamika Data Permainan Digital yang Membentuk Strategi Baru di Mahjong Ways 2Framework Analitik Real-Time dalam Membaca Fluktuasi RTP pada Starlight PrincessEmpat Pola Baru dalam Sistem Permainan Roulette yang Ramai Dibahas KomunitasAnalisis Tren Permainan Mix Parlay dan Perubahan Pola Taruhan di Tahun IniEksperimen Data Historis Mengungkap Siklus Permainan pada Wild BanditoFenomena Lonjakan RTP yang Menjadi Sorotan Komunitas Pemain Sugar RushPendekatan Statistik dalam Membaca Momentum Permainan Sabung Ayam OnlineMengenal Kerangka Algoritma Permainan Digital yang Membentuk Pola Kemenangan BaruDinamika Teknologi dan Keamanan Sistem pada Industri Game Digital GlobalBerita HarianPerumahan Game Digital 0001Perumahan Game Digital 0002Perumahan Game Digital 0003Perumahan Game Digital 0004Perumahan Game Digital 0005Perumahan Game Digital 0006Perumahan Game Digital 0007Perumahan Game Digital 0008Perumahan Game Digital 0009Perumahan Game Digital 0010Perumahan Game Digital 0011Perumahan Game Digital 0012Perumahan Game Digital 0013Perumahan Game Digital 0014Perumahan Game Digital 0015Perumahan Game Digital 0016Perumahan Game Digital 0017Perumahan Game Digital 0018Perumahan Game Digital 0019Perumahan Game Digital 0020Perumahan Game Digital 0021Perumahan Game Digital 0022Perumahan Game Digital 0023Perumahan Game Digital 0024Perumahan Game Digital 0025Perumahan Game Digital 0026Perumahan Game Digital 0027Perumahan Game Digital 0028Perumahan Game Digital 0029Perumahan Game Digital 0030Berita Dunia 0001Berita Dunia 0002Berita Dunia 0003Berita Dunia 0004Berita Dunia 0005Berita Dunia 0006Berita Dunia 0007Berita Dunia 0008Berita Dunia 0009Berita Dunia 0010Berita Dunia 0011Berita Dunia 0012Berita Dunia 0013Berita Dunia 0014Berita Dunia 0015Berita Dunia 0016Berita Dunia 0017Berita Dunia 0018Berita Dunia 0019Berita Dunia 0020Journal Ilmiah 89021Journal Ilmiah 89022Journal Ilmiah 89023Journal Ilmiah 89024Journal Ilmiah 89025Journal Ilmiah 89026Journal Ilmiah 89027Journal Ilmiah 89028Journal Ilmiah 89029Journal Ilmiah 89030platform digital mahjong ways mobileformula rtp live game digitalsimbol mahjong ways makna visualtren rtp live ekosistem digitalalgoritma game digital perilaku penggunaDokumenter STIP Jakarta 89031Dokumenter STIP Jakarta 89032Dokumenter STIP Jakarta 89033Dokumenter STIP Jakarta 89034Dokumenter STIP Jakarta 89035Dokumenter STIP Jakarta 89036Dokumenter STIP Jakarta 89037Dokumenter STIP Jakarta 89038Dokumenter STIP Jakarta 89039Dokumenter STIP Jakarta 89040Dokumenter STIP Jakarta 89041Dokumenter STIP Jakarta 89042Dokumenter STIP Jakarta 89043Dokumenter STIP Jakarta 89044Dokumenter STIP Jakarta 89045Dokumenter STIP Jakarta 89046Dokumenter STIP Jakarta 89047Dokumenter STIP Jakarta 89048Dokumenter STIP Jakarta 89049Dokumenter STIP Jakarta 89050Dokumenter STIP Jakarta 89051Dokumenter STIP Jakarta 89052Dokumenter STIP Jakarta 89053Dokumenter STIP Jakarta 89054Dokumenter STIP Jakarta 89055Dokumenter STIP Jakarta 89056Dokumenter STIP Jakarta 89057Dokumenter STIP Jakarta 89058Dokumenter STIP Jakarta 89059Dokumenter STIP Jakarta 89060Dokumenter STIP Jakarta 89061Dokumenter STIP Jakarta 89062Dokumenter STIP Jakarta 89063Dokumenter STIP Jakarta 89064Dokumenter STIP Jakarta 89065Dokumenter STIP Jakarta 89066Dokumenter STIP Jakarta 89067Dokumenter STIP Jakarta 89068Dokumenter STIP Jakarta 89069Dokumenter STIP Jakarta 89070

Silang Sengkarut Ganti Rugi Lahan Warga di IKN

Hamidah

SEPAKU – Dari balik dinding rumah kayu berukuran 4×6 meter di Desa Bumi Harapan, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.

Hamidah tampak bersiap-siap bersama anak perempuan dan dua cucu. Mereka hendak menghadiri undangan nikah keluarga di kampung sebelah.

“Sekalian pamit keluarga, sebentar lagi kami mau pindah dari sini,” ungkap Perempuan 60 tahun ini saat ditemui Kompas.com di kediamannya, Minggu (19/3/2023) siang.

Hamidah merupakan warga di lingkar Ibu Kota Negara (IKN) yang tersingkir diawal pembangunan, karena kehilangan kebun dan rumah masuk kawasan inti pusat pemerintahan (KIPP) IKN.

Rumah Hamidah hanya berjarak selang satu rumah dari pintu proyek Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) KIPP IKN. Pada Desember tahun lalu, pemerintah sudah membayar ganti rugi kebun.

“Sekarang tunggu (rumah) dibayar kami mau pindah. Di sini sudah enggak punya apa-apa lagi. Kebun enggak ada, rumah enggak ada, mau beli tanah di sini mahal,” keluh Hamidah.

Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) menilai rumah Hamidah yang berdiri di atas lahan 155 meter persegi tepat pinggir jalan poros menuju titik nol IKN itu dihargai senilai Rp 56 juta termasuk tanaman di atasnya.

Bersama anak dan dua cucunya, Hamidah berencana menetap di Tanah Grogot ibu kota Kabupaten Paser berbatasan dengan PPU. Di sana, kata Hamidah, ada lahan orangtua yang bakal ia garap dan memulai hidup baru.

Thomy Thomas khawatir bakal mengalami nasib sama seperti tetangganya, Hamidah. Rumah mereka hanya berjarak 200 meter.

Thomy meminta pemerintah memberi harga ganti rugi yang pantas agar warga yang kehilangan lahan, bisa membeli lahan baru yang harganya sudah melonjak tinggi.

“Lambat laun kami semua ini bakal tergusur,” keluh Thomy.

Bapak satu anak ini menyebut kini warga mulai sadar komitmen pemerintah tidak menggusur warga sekitar diawal pemindahan IKN, hanya omong kosong belaka.

Ronggo Warsito bersama istrinya juga demikian. Rumah pasangan suami istri ini masuk KIPP, hanya berjarak kurang lebih 500 meter dari titik nol IKN.

“Kami merintis awal di sini sengsara. Sepi enggak ada tetangga, enggak tidak ada listrik, enggak ada air bersih, diserang nyamuk malaria. Giliran ramai, kami mau menikmati IKN malah digusur entah kemana, binggung,” keluh Ronggo.

Warga Protes

Luas KIPP IKN sudah ditetapkan 6.671,55 hektar. Dari luasan itu sebanyak 12 persen atau 817,89 hektar terdapat penguasaan masyarakat sehingga perlu diganti rugi.

Ada ratusan warga dari tiga desa terdampak baik lahan perkebunan sawit, karet atau buah-buahan hingga bangunan dan rumah tinggal.

Ketiga desa ini yakni Desa Bumi Harapan seluas 345,81 hektar, Desa Bukit Raya 0,01 hektar dan sisanya masuk Kelurahan Pemaluan.

Penyerahan hasil ganti rugi tahap pertama sudah dilakukan ke sebagian warga di Desa Bukit Raya dan Desa Bumi Harapan sejak Desember 2022 lalu, termasuk Hamidah salah satunya.

Selanjutnya, untuk tahap kedua sebanyak 45 warga pemilik kebun dan bangunan dan tahap tiga sebanyak 62 warga yang bakal dibebaskan.

Namun, setelah kloter pertama, saat warga sudah mengetahui harga per meter. Tiba-tiba muncul penolakan karena menurut warga nilai ganti terlalu rendah.

Warga juga kecewa karena sebelumnya sudah menaruh harapan dengan janji manis petugas kecamatan setempat.

“Katanya, warga bakal tersenyum setelah lihat hasil (nilai ganti rugi). Mendadak jadi sultan semua. Tapi faktanya justru sebaliknya,” ucap Ronggo menirukan kata petugas kecamatan itu.

Ronggo menyebut, harga ganti rugi lahan warga hanya berkisar Rp 115.000 sampai Rp 300.000 per meter. Sementara, lonjakan harga tanah di sekitar IKN sudah mencapai Rp 2 – 3 juta per meter.

Penolakan warga itu membuat penyerahan hasil penilaian tim penilai sempat tersendat pada tahap dua.

Merasa Terintimidasi

Selain protes harga rendah, warga juga menuding proses pembebasan lahan sangat tertutup. Bahkan, harga satuan per meter serta tanam tumbuh, tidak diumumkan secara terbuka.

Saat penyerahan hasil ganti rugi, warga mengaku dikumpulkan di sebuah ruang terbuka di kantor Kecamatan Sepaku. Lalu satu per satu dipanggil masuk ruangan tertutup. Di dalam situ sudah ada petugas (tim pengadaan tanah).

“Baru warga diberi amplop suruh buka lihat hasilnya (terterah nominal uang ganti rugi). Bagi yang setuju tanda tangan, kalau tidak setuju dititip di Pengadilan,” ungkap Ronggo.

Di amplop itu, tidak dirincikan harga satuan lahan per meter dan nilai tanam tumbuh. Hanya terterah nilai uang secara keseluruhan.

Ronggo menyebut sebagian warga mengaku menerima saja karena tertekan dengan kata petugas “jika menolak uang dititipkan di Pengadilan”.

Salah satunya Hamidah. Ia bahkan tak bisa membaca total uang ganti rugi kebunnya. Tapi memilih setuju agar tak dibawa ke pengadilan.

Sementara, Ronggo mengambil sikap menolak. Setelah mengetahui nominal keseluruhan, ia lalu membagi dengan luas lahannya dan mendapat hasil Rp 180.000 per meter.

“Saya sanggah karena merasa terlalu rendah dan luasan kebun saya juga tidak sesuai, lebih kecil dari hasil ukur tim Satgas. Di situ saya tolak,” tegas Ronggo.

Gayung bersambut. Warga lalu beramai – ramai menolak.

Puncaknya, warga memasang spanduk keluhan soal nilai ganti rugi di beberapa titik sekitar kawasan IKN jelang kedatangan Presiden Jokowi ke IKN, Kamis (23/2/2023).

Namun dicopot petugas atas instruksi polsek setempat melalui lurah.

Padahal niat warga ingin memperlihatkan ke Jokowi agar mendengar keluhan warga pemilik lahan di KIPP.

Sejak melakukan protes, Ronggo mengaku sering didatangi petugas dari kecamatan, tim penilai hingga polisi dan TNI ke rumahnya.

“Katanya semua setuju loh hanya sampean aja. Kalau tidak setuju, nanti ada apa-apa sama sampean, repot,” ucap Ronggo menirukan.

Sementara rekannya, Teguh Prasetyo juga mengaku pernah dihubungi petugas jam 12 malam ajak ketemu. Tapi dia tak memenuhi permintaan itu.

Tak Ada Lahan Ganti

Sebelum sampai pada tahap akhir penyerahan hasil seperti yang diutarakan warga masuk dalam ruangan tertutup dan diberi amplop.

Tahapan pembebasan lahan untuk kepentingan umum terbagi dalam empat tahap yakni perencanaan, persiapan, pelaksanaan, serta penyerahan hasil.

Hal itu diatur dalam Peraturan Menteri (Permen) ATR/Kepala BPN Nomor 19 Tahun 2021 tentang Ketentuan Pelaksanaan PP Nomor 19 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan Untuk Kepentingan Umum.

Hasil penelusuran KOMPAS.com menemukan pelaksanaan ke empat tahapan tersebut tidak berjalan efektif dan diduga melanggar tahapan.

Misalnya, tidak tersedia lahan pengganti atau relokasi bagi warga terdampak KIPP. Yang tersedia hanya berupa uang.

Padahal, Pasal 76 Permen ATR menyebutkan bahwa ganti rugi lahan bisa berupa uang, tanah pengganti, permukiman kembali, kepemilikan saham, atau bentuk lain yang disetujui oleh kedua belah pihak.

Thomy menyebut petugas kadang mensosialisasikan lahan pengganti atau relokasi warga yang berdampak IKN, tapi hanya omong kosong belaka, tidak ada realisasi.

“Ngomong aja, enggak ada lahan yang disiapkan. Buktinya sampai sekarang enggak ada lahan yang disiapkan buat relokasi warga. Mana lahannya? Enggak ada. Kita tanya mereka kadang jawab enggak nyambung, jadi warga malas nanya,” ungkap Thomy sedikit kesal.

Akibat tak ada pilihan lahan pengganti atau relokasi, Hamidah terpaksa kehilangan kebun meski itu satu-satunya sumber penghasilan keluarga dan juga rumah.

Padahal, jika ada pilihan lain, Hamidah mengaku bakal memilih lahan pengganti atau relokasi ketimbang uang.

“Uang bisa habis. Kalau kebun panen sedikit-sedikit penghasilan ada terus,” kata Hamidah.

Tak hanya itu, warga juga mengaku tidak mengakses dokumen studi kelayakan atau Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah (DPPT) saat uji publik.

Padahal, dalam Pasal 3 Permen ATR, DPPT merupakan hasil studi kelayakan yang salah satu itemnya mengkaji dampak sosial ekonomi, budaya dan lingkungan yang timbul serta cara penyelesaiannya.

Dokumen itu disusun melibatkan tim ahli, lalu diverifikasi tim yang dibentuk Gubernur Kaltim.

“Saya ini hampir setiap kali pertemuan selalu hadir. Enggak pernah kami terima atau baca dokumen itu,” kata Thomy.

Padahal, konsultasi publik berlangsung selama 60 hari oleh tim yang dibentuk Gubernur Kaltim bernama Tim Persiapan dengan melibatkan Asisten yang membidangi urusan Pemerintahan, Biro Hukum, Bupati, dan Pejabat Pertanahan setempat.

Tapi Ronggo, Thomy, Teguh hingga Edy mengaku tidak lebih dari 5 atau 6 kali dipanggil ke kantor camat. Undangannya hanya melalui grup whatApps yang beranggotakan warga terdampak KIPP.

Warga mengaku tidak mendapat penjelasan yang detail perihal nasib mereka setelah rumah dan lahannya dibebaskan saat sosialisasi maupun uji publik.

“Semua penuh dengan ketidakpastiaan. Warga enggak tahu harga, engga tahu di mana lokasi relokasi, pokoknya simpang siur informasinya,” terang Ronggo.

Edy mengatakan, setiap ada undangan pertemuan di kantor camat, yang terjadi hanya satu arah. Petugas panjang lebar menjelaskan, tapi masyarakat tidak banyak paham termasuk dirinya.

“Biasanya di spanduk itu ada tulisan sosialisasi. Tapi kita enggak tahu, enggak ngerti apa yang disampaikan petugas di depan,” kata Edy.

Proses tranfer informasi yang tidak efektif itu diperparah dengan pematokan lahan warga secara mendadak tanpa diketahui pemilik.

Jika merujuk ke empat tahapan di atas, pematokan harusnya di lakukan saat tahap pelaksanaan apabila semua warga sudah setuju pada tahap perencanaan hingga persiapan.

“Ini masyarakat banyak tidak tahu apa-apa, tiba petugas turun pasang patok batas KIPP. Ada yang di depan rumah warga, samping, belakangan, ya warga kaget,” terang dia.

Komunikasi Tidak Efektif

Sekretaris Camat Sepaku, Hendro Susilo mengakui ada proses tranfer informasi yang tidak efektif sejak awal tahapan. Akibatnya, timbul persoalan karena adanya misskomunikasi.

“Kemarin ada info patok di buang, waktu itu ada juga yang dibawakan parang, jadi ini miskomunikasi,” kata dia.

Hendro mengaku tidak mengetahui pola komunikaai tim saat sosialisasi dan uji publik sebelumnya, karena dirinya belum bergabung.

“Kami engga salahkan sebelumnya. Tapi apakah semua sosialisasi sudah dilakukan secara maksimal tahap demi tahap. Bahasanya pun harus warung kopi, biar lebih mudah dipahami masyarakat,” kata dia.

Anggota Tim Persiapan, Imanudin mengklaim seluruh tahapan dari perencanaan hingga penyerahan hasil sudah berjalan sesuai ketentuan. Hanya pemahaman masyarakat tidak merata.

Setiap kali melakukan sosialisasi atau uji publilk, kata dia, pihaknya selalu memberikan undangan ke RT, Lurah dan Camat. Selanjutnya, warga diundang oleh RT.

Tapi warga mengaku diundang melalui whatsApps grup. Itu pun tidak disampaikan agenda. Hanya diminta datang ke kantor camat.

“Kalau kami melanggar tahapan tentu jadi temuan. Hanya memang warga mungkin tidak cukup informasi untuk berdiskusi,” ungkap pria yang menjabat Kabag Pemerintahan, Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Setprov Kaltim ini.

Kendati begitu, Imanudin mengakui semua tahapan berlangsung cepat karena diburu waktu.

Sejak tahap pelaksanaan hingga penyerahan hasil, kata dia, batas maksimal yang diberikan sesuai aturan hanya satu bulan.

Karena itu, sosialsiasi dan konsultasi publik kadang dikebut bersamaan dalam satu hari.

“Misalnya sosialisasi dari jam sekian sampai jam sekian. Setelah itu, di tempat sama kita ganti jadi uji publik, enggak masalah. Kita dikejar waktu,” kata dia.

Ganti Rugi Biar Cepat

Imanudin mengakui sejak awal memang tidak disiapkan lahan pengganti atau relokasi bagi warga, jika menolak ganti rugi dalam bentuk uang.

Selain lebih cepat dan praktis, ganti rugi uang juga minim risiko hukum.

“Memang pilihan utama agar mudah, maka ganti uang yang pertama. Lebih cepat proses dan pemberian negara itu dalam bentuk uang mudah, dari khas negara ke rekening warga, pembuktiannya pun lebih nyaman,” terang dia.

Tapi melihat dinamika lapangan, pihaknya mulai memikirkan opsi penyediaan lahan bagi warga, karena sebagian warga kehilangan tempat tinggal.

“Kami sudah rapat dengan Otorita IKN agar disiapkan lahan pengganti atau perumahan tapi sampai saat ini belum ditentukan lokasi pastinya,” kata Imanudin.

Merujuk ke Permen ATR, pemberian ganti kerugian dalam bentuk uang dilakukan dalam waktu paling lama 17 hari hari sejak penyampaian hasil validasi.

Kemudian, tanah pengganti disediakan pemerintah paling lama 6 bulan sejak diterimanya permintaan tertulis dari Ketua Pelaksana Pengadaan Tanah.

Sementara, relokasi atau permukiman baru, paling lama satu  tahun. Lokasi tanah pengganti atau relokasi, harus didasarkan kesepakatan pada saat musyawarah bersama warga terdampak.

Otorita Siapkan Lahan

Deputi Bidang Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN, Alimuddin mengakui pihaknya belum menyiap lahan pengganti atau pemukiman kembali bagi warga terdampak KIPP IKN.

“Karena memang organisasi ini (Otorita) baru dilengkapi jadi masyarakat juga bisa memahami. Tapi prinsipnya kami merespon baik. Kami menyiapkan lokasi di sekitar IKN bagi warga terdampak,” kata dia.

Nantinya, di pemukiman kembali warga itu akan dibangun dengan standar adil dan layak. Termasuk seluruh fasilitas pendukung dan fasilitas umum agar bisa mewadahi kesejateraan masyarakat.

Alimudin mengatakan, ada beberapa lokasi yang masuk dalam perencanaan saat rapat tiga deputi yakni Deputi Bidang Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat, Deputi Lingkungan Hidup dan SDA serta Deputi Perencanaan dan Pertanahan.

“Sesegera mungkin kami harus siapkan. Itu wajib agar warga tidak tersingkir, tetap berada di Sepaku, menikmati pembangunan IKN,” kata dia.

Tak Bisa Intervensi

Soal harga ganti rugi lahan yang diprotes warga,

Alimuddin menilai banyak warga sudah termakan informasi liar perihal lonjakan harga tanah di sekitar IKN yang naik hingga miliaran rupiah.

“Padahal tidak ada bukti otentik yang melakukan transaksi seperti itu. Jika ada bukti, tentu jadi salah satu acuan bagi tim penilai untuk menentukan nilai tanah masyarakat,” kata Alimuddin.

Sekretaris Camat Sepaku, Hendro Susilo menduga kekecewaan warga salah satu pemicunya termakan janji manis oleh pihak-pihak tertentu perihal tingginya nilai ganti rugi. Begitu terjadi sebaliknya, warga kecewa.

Selain itu, Hendro juga meminta masyarakat harus memahami informasi yang utuh perihal penilaian harga tanah.

“Tim penilai tanah itu adalah tim independen yang memiliki keahlian dalam bidang itu. Jadi enggak sembarangan nentukan harga. Jika kita negosisasi harga, berarti kita justru intervensi, ya enggak bisa,” kata dia.

Bantah Ada Intimidasi

Alimuddin dan Hendro membantah tak ada intimidasi dalam proses penyerahan hasil nilai tanah warga. Alimuddin mengatakan pemanggilan satu per satu warga masuk dalam ruang itu dalam rangka memberitahu nilai tanah.

“Jadi terima amplop itu memang di buat satu-satu. Karena harga berbeda antar warga. Luas lahan, letak, legalitas semuanya mempengeruhi harga,” kata Alimuddin.

Dia meminta masyarakat juga perlu memahami tahap demi tahap dalam proses pembebasan lahan itu agar tidak terjebak dalam informasi keliru.

Sementara, Hendro mengatakan tujuan dipanggil satu per satu dalam ruangan itu agar bisa kosentrasi memutuskan memutuskan antara menerima hasil penilaian tersebut atau menolak.

“Ini penentuan akhir jadi warga mesti kosentrasi. Kalau diruang terbuka, banyak orang ada potensi dipengaruhi orang lain,” kata dia.

Meski begitu, Hendro mengaku akan menyampaikan ke tim pengadaan agar bisa dipertimbangkan masukan warga perihal diumumkan secara terbuka perihal harga.

Tanpa Dialog

Dosen Program Studi Pembangunan Sosial Universitas Mulawarman, Sri Murlianti menyebut klaim pemerintah perihal dialog dengan masyarakat setempat terkait IKN maupun ganti rugi lahan, hanya kosongan belaka. Yang terjadi, kata Sri, justru mobilisasi warga.

“Saya ke sana wawancara warga, yang terjadi justru mobilisasi. Di mana warga di datangkan ke kelurahan, kecamatan, baru diberi angin segar, pokoknya jangan khawatir. Sampai detik terakhir pun pokoknya jangan khawatir. Jangan mempersoalkan tanah, nanti dibakal ganti rugi,” ungkap Sri.

Untuk itu, Sri melihat masyarakat di sekitar IKN seperti dalam situasi ketidakpastian. Kekhawatiran tergusur hingga hilang ruang hidup terus menghantui. Karena, sejak awal, kata dia, tidak ada penelitian mendalam perihal kondisi masyarakat setempat sebagai penerima langsung dampak dari pembangunan.

“Yang terjadi justru sebaliknya. Diketok dulu (IKN) pindah baru penelitian menyusul. Itu pun hanya beberapa hari di lapangan dan tidak masuk ke perkampungan masyarakat,” terang Sri.

Untuk itu, Sri menilai selama prosesnya tidak ada partisipasi publik yang bermakna atas terselenggarnya pembangunan IKN di Sepaku. (Artikel ini sebelum sudah tayang di Kompas.com)

Print Friendly, PDF & Email
news-1701

sabung ayam online

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

slot thailand

yakinjp

yakinjp

yakin jp

yakinjp id

maujp

maujp

maujp

maujp

sabung ayam online

sabung ayam online

judi bola online

sabung ayam online

judi bola online

slot mahjong ways

slot mahjong

sabung ayam online

judi bola

live casino

sabung ayam online

judi bola

live casino

SGP Pools

slot mahjong

sabung ayam online

slot mahjong

118000676

118000677

118000678

118000679

118000680

118000681

118000682

118000683

118000684

118000685

118000686

118000687

118000688

118000689

118000690

118000691

118000692

118000693

118000694

118000695

118000696

118000697

118000698

118000699

118000700

118000701

118000702

118000703

118000704

118000705

118000706

118000707

118000708

118000709

118000710

118000711

118000712

118000713

118000714

118000715

118000716

118000717

118000718

118000719

118000720

128000681

128000682

128000683

128000684

128000685

128000686

128000687

128000688

128000689

128000690

128000691

128000692

128000693

128000694

128000695

128000726

128000727

128000728

128000729

128000730

128000731

128000732

128000733

128000734

128000735

128000736

128000737

128000738

128000739

128000740

138000441

138000442

138000443

138000444

138000445

138000446

138000447

138000448

138000449

138000450

138000451

138000452

138000453

138000454

138000455

138000456

138000457

138000458

138000459

138000460

138000436

138000437

138000438

138000439

138000440

138000441

138000442

138000443

138000444

138000445

138000446

138000447

138000448

138000449

138000450

138000451

138000452

138000453

138000454

138000455

138000456

138000457

138000458

138000459

138000460

158000346

158000347

158000348

158000349

158000350

158000351

158000352

158000353

158000354

158000355

208000361

208000362

208000363

208000364

208000365

208000366

208000367

208000368

208000369

208000370

208000401

208000402

208000403

208000404

208000405

208000408

208000409

208000410

208000416

208000417

208000418

208000419

208000420

208000421

208000422

208000423

208000424

208000425

208000426

208000427

208000428

208000429

208000430

208000431

208000432

208000433

208000434

208000435

228000061

228000062

228000063

228000064

228000065

228000066

228000067

228000068

228000069

228000070

228000071

228000072

228000073

228000074

228000075

228000076

228000077

228000078

228000079

228000080

228000081

228000082

228000083

228000084

228000085

228000086

228000087

228000088

228000089

228000090

228000091

228000092

228000093

228000094

228000095

228000096

228000097

228000098

228000099

228000100

228000101

228000102

228000103

228000104

228000105

228000106

228000107

228000108

228000109

228000110

228000111

228000112

228000113

228000114

228000115

228000116

228000117

228000118

228000119

228000120

news-1701
news-1701

sabung ayam online

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

slot thailand

yakinjp

yakinjp

yakin jp

yakinjp id

maujp

maujp

maujp

maujp

sabung ayam online

sabung ayam online

judi bola online

sabung ayam online

judi bola online

slot mahjong ways

slot mahjong

sabung ayam online

judi bola

live casino

sabung ayam online

judi bola

live casino

SGP Pools

slot mahjong

sabung ayam online

slot mahjong

118000676

118000677

118000678

118000679

118000680

118000681

118000682

118000683

118000684

118000685

118000686

118000687

118000688

118000689

118000690

118000691

118000692

118000693

118000694

118000695

118000696

118000697

118000698

118000699

118000700

118000701

118000702

118000703

118000704

118000705

118000706

118000707

118000708

118000709

118000710

118000711

118000712

118000713

118000714

118000715

118000716

118000717

118000718

118000719

118000720

128000681

128000682

128000683

128000684

128000685

128000686

128000687

128000688

128000689

128000690

128000691

128000692

128000693

128000694

128000695

128000726

128000727

128000728

128000729

128000730

128000731

128000732

128000733

128000734

128000735

128000736

128000737

128000738

128000739

128000740

138000441

138000442

138000443

138000444

138000445

138000446

138000447

138000448

138000449

138000450

138000451

138000452

138000453

138000454

138000455

138000456

138000457

138000458

138000459

138000460

138000436

138000437

138000438

138000439

138000440

138000441

138000442

138000443

138000444

138000445

138000446

138000447

138000448

138000449

138000450

138000451

138000452

138000453

138000454

138000455

138000456

138000457

138000458

138000459

138000460

158000346

158000347

158000348

158000349

158000350

158000351

158000352

158000353

158000354

158000355

208000361

208000362

208000363

208000364

208000365

208000366

208000367

208000368

208000369

208000370

208000401

208000402

208000403

208000404

208000405

208000408

208000409

208000410

208000416

208000417

208000418

208000419

208000420

208000421

208000422

208000423

208000424

208000425

208000426

208000427

208000428

208000429

208000430

208000431

208000432

208000433

208000434

208000435

228000061

228000062

228000063

228000064

228000065

228000066

228000067

228000068

228000069

228000070

228000071

228000072

228000073

228000074

228000075

228000076

228000077

228000078

228000079

228000080

228000081

228000082

228000083

228000084

228000085

228000086

228000087

228000088

228000089

228000090

228000091

228000092

228000093

228000094

228000095

228000096

228000097

228000098

228000099

228000100

228000101

228000102

228000103

228000104

228000105

228000106

228000107

228000108

228000109

228000110

228000111

228000112

228000113

228000114

228000115

228000116

228000117

228000118

228000119

228000120

news-1701