Kencang77smm panel murahKencang77 Heylinkprediksi togel akuratprediksi togel kencang77prediksi togel terbarupengeluaran togelhttps://www.zeverix.comsmm murahsmm indonesiasmm panelsmm terpercayasmm internasionalslot gacorslot onlineslot gacor hari inikencang77smm panel termurahsmm panel terbaikreseller smm panelsmm panel indonesiaKENCANG77kencang77kencang77 daftarkencang77 loginTransformasi Arsitektur Server Game Modern StabilTeknologi Enkripsi Baru Platform Premium GlobalEvolusi Algoritma Komputasi Awan Game DigitalInovasi Kecerdasan Buatan Prediksi Momentum GameStrategi Platform Game Adopsi Konektivitas 6GTransformasi Ekosistem Game Blockchain Transparansi PemainInfrastruktur Hybrid Cloud Industri Hiburan InteraktifTeknologi Visual XR Interaksi Pemain VirtualKeamanan Siber Industri Game Aset DigitalProyeksi Revolusi Digital Integrasi Big DataFormula Analisis RTP 98 Persen ViralRahasia Membaca Fluktuasi RTP 97 PersenStrategi Menggabungkan RTP Live Pola TransaksiFormula Matematika RTP 98 Persen ProfesionalMekanisme Sinkronisasi RTP Harian KemenanganRahasia Komunitas Global Analisis RTP 96Strategi Analisis RTP Waktu Bermain KonsistenFormula Prediksi Winrate Statistik TerapanPola Distribusi Modal Berbasis RTP TinggiMemahami Grafik RTP Real Time RisikoPola Interaksi Sosial Game Loyalitas PemainStrategi Ekspansi Vendor Game InternasionalPsikologi Pemain Menghadapi Algoritma ModernModel Bisnis Fair Play Game OnlineStrategi Personalisasi Data Pengalaman BermainTransformasi Ekonomi Digital Industri GamePerubahan Perilaku Konsumen Platform GamePlatform Game Premium Transparansi AlgoritmaInovasi Fitur Sosial Game Generasi BaruProyeksi Ekonomi Kreatif Industri Game IndonesiaFenomena Viral RTP Tinggi Komunitas GameDinamika Komunitas Game Digital ModernPerubahan Bisnis Platform Game DigitalProyeksi Pertumbuhan Industri Game GlobalInovasi Platform Game Hiburan ImersifTransformasi Industri Game Berbasis AIPerubahan Perilaku Pemain Game DigitalPola Permainan Saat RTP TinggiRahasia Pola RTP 98.5% PemainTren Teknologi Platform Game GlobalAlgoritma Mahjong Ways AdaptifRentetan Banker Baccarat Bikin HebohTren Winrate Mingguan PragmaticUpdate AI Sabung Ayam DigitalWild Bandito Pecahkan Rekor KombinasiWarm Phase dan Lonjakan RTPStrategi Susun Tangan CapsaPola RTP dan Multi TriggerGolden Scatter Mahjong Ways HebohAnalisis Sistem 3D Sabung Ayamhttps://kabar-indonesia-hari-ini.github.io/upload/perubahan-sistem-dinamika-bermain-mahjong.htmlhttps://kabar-indonesia-hari-ini.github.io/upload/dinamika-pola-berulang-sesi-permainan-kartu.htmlhttps://kabar-indonesia-hari-ini.github.io/upload/catatan-mingguan-waktu-bermain-komunitas.htmlhttps://kabar-indonesia-hari-ini.github.io/upload/teknologi-ai-analisis-performa-arena-digital.htmlhttps://kabar-indonesia-hari-ini.github.io/upload/kombinasi-simbol-tak-terduga-komunitas-pemain.htmlhttps://kabar-indonesia-hari-ini.github.io/upload/fenomena-warm-phase-alur-permainan-digital.htmlhttps://kabar-indonesia-hari-ini.github.io/upload/strategi-menyusun-komposisi-pemain-senior.htmlhttps://kabar-indonesia-hari-ini.github.io/upload/pola-multi-trigger-analisis-permainan-digital.htmlhttps://kabar-indonesia-hari-ini.github.io/upload/momen-langka-diskusi-forum-pemain.htmlhttps://kabar-indonesia-hari-ini.github.io/upload/transformasi-visual-3d-ritme-pertandingan.htmlhttps://kabar-indonesia-hari-ini.github.io/upload/algoritma-ritme-kemenangan-tren-permainan.htmlhttps://kabar-indonesia-hari-ini.github.io/upload/observasi-jam-permainan-intensitas-tinggi.htmlhttps://kabar-indonesia-hari-ini.github.io/upload/logika-statistik-volatilitas-permainan-digital.htmlhttps://kabar-indonesia-hari-ini.github.io/upload/analisis-data-momentum-bermain.htmlhttps://kabar-indonesia-hari-ini.github.io/upload/perubahan-angka-digital-momentum-bermain.htmlhttps://kabar-indonesia-hari-ini.github.io/upload/data-historis-siklus-permainan.htmlhttps://kabar-indonesia-hari-ini.github.io/upload/pergerakan-data-realtime-ritme-permainan.htmlhttps://kabar-indonesia-hari-ini.github.io/upload/waktu-bermain-dinamika-hasil-permainan.htmlhttps://kabar-indonesia-hari-ini.github.io/upload/adaptasi-pemain-pola-sistem-dinamis.htmlhttps://kabar-indonesia-hari-ini.github.io/upload/tren-digital-momentum-bermain-modern.htmlSistem RTP Live Algoritma KemenanganEksperimen Data Winrate Harian PermainanPendekatan Statistik Volatilitas PermainanFramework Analisa Data Permainan DigitalPerubahan Persentase RTP LiveObservasi Siklus Permainan Data HistorisMonitoring Pergerakan RTP Real TimeStudi Waktu Permainan Lonjakan WinrateStrategi Adaptasi Pola Sistem RTPAnalisa Tren Permainan Model DataPerubahan Algoritma Mahjong WaysRentetan Banker Baccarat Sesi PermainanTren Winrate Mingguan PragmaticAI Sabung Ayam Analisis LagaKombinasi Langka Wild BanditoFenomena Warm Phase RTPStrategi Tangan Capsa SusunPola RTP Multi TriggerGolden Scatter Mahjong WaysTeknologi 3D Sabung AyamAnalisis Prediktif pada Transformasi Sistem Permainan Digital Starlight PrincessPeran Analisis Data dalam Membaca Dinamika Strategi Permainan Baccarat ModernEksperimen Data RTP Live Mengungkap Pola Baru pada Permainan Mahjong Ways 2Algoritma Modern di Balik Lonjakan Tren Permainan Roulette dalam Ekosistem Game DigitalLima Perubahan Besar yang Membentuk Strategi Baru pada Permainan Mix ParlayRahasia Pola RTP Live yang Disebut Meningkatkan Momentum Hasil hingga 75 JutaPendekatan Analitik dalam Membaca Dinamika Permainan Wild Bandito di Era Data DigitalMembedah Struktur Algoritma yang Mengubah Cara Pemain Menganalisis Sugar RushTujuh Indikator Data yang Mulai Digunakan untuk Membaca Pola Sabung Ayam OnlineTransformasi Teknologi AI dalam Analisis Performa Laga Sabung Ayam WS168Studi Probabilitas Modern pada Permainan Baccarat Menggunakan Pendekatan StatistikDinamika Data Permainan Digital yang Membentuk Strategi Baru di Mahjong Ways 2Framework Analitik Real-Time dalam Membaca Fluktuasi RTP pada Starlight PrincessEmpat Pola Baru dalam Sistem Permainan Roulette yang Ramai Dibahas KomunitasAnalisis Tren Permainan Mix Parlay dan Perubahan Pola Taruhan di Tahun IniEksperimen Data Historis Mengungkap Siklus Permainan pada Wild BanditoFenomena Lonjakan RTP yang Menjadi Sorotan Komunitas Pemain Sugar RushPendekatan Statistik dalam Membaca Momentum Permainan Sabung Ayam OnlineMengenal Kerangka Algoritma Permainan Digital yang Membentuk Pola Kemenangan BaruDinamika Teknologi dan Keamanan Sistem pada Industri Game Digital GlobalBerita HarianPerumahan Game Digital 0001Perumahan Game Digital 0002Perumahan Game Digital 0003Perumahan Game Digital 0004Perumahan Game Digital 0005Perumahan Game Digital 0006Perumahan Game Digital 0007Perumahan Game Digital 0008Perumahan Game Digital 0009Perumahan Game Digital 0010Perumahan Game Digital 0011Perumahan Game Digital 0012Perumahan Game Digital 0013Perumahan Game Digital 0014Perumahan Game Digital 0015Perumahan Game Digital 0016Perumahan Game Digital 0017Perumahan Game Digital 0018Perumahan Game Digital 0019Perumahan Game Digital 0020Perumahan Game Digital 0021Perumahan Game Digital 0022Perumahan Game Digital 0023Perumahan Game Digital 0024Perumahan Game Digital 0025Perumahan Game Digital 0026Perumahan Game Digital 0027Perumahan Game Digital 0028Perumahan Game Digital 0029Perumahan Game Digital 0030Berita Dunia 0001Berita Dunia 0002Berita Dunia 0003Berita Dunia 0004Berita Dunia 0005Berita Dunia 0006Berita Dunia 0007Berita Dunia 0008Berita Dunia 0009Berita Dunia 0010Berita Dunia 0011Berita Dunia 0012Berita Dunia 0013Berita Dunia 0014Berita Dunia 0015Berita Dunia 0016Berita Dunia 0017Berita Dunia 0018Berita Dunia 0019Berita Dunia 0020Journal Ilmiah 89021Journal Ilmiah 89022Journal Ilmiah 89023Journal Ilmiah 89024Journal Ilmiah 89025Journal Ilmiah 89026Journal Ilmiah 89027Journal Ilmiah 89028Journal Ilmiah 89029Journal Ilmiah 89030Dokumenter STIP Jakarta 89031Dokumenter STIP Jakarta 89032Dokumenter STIP Jakarta 89033Dokumenter STIP Jakarta 89034Dokumenter STIP Jakarta 89035Dokumenter STIP Jakarta 89036Dokumenter STIP Jakarta 89037Dokumenter STIP Jakarta 89038Dokumenter STIP Jakarta 89039Dokumenter STIP Jakarta 89040Dokumenter STIP Jakarta 89041Dokumenter STIP Jakarta 89042Dokumenter STIP Jakarta 89043Dokumenter STIP Jakarta 89044Dokumenter STIP Jakarta 89045Dokumenter STIP Jakarta 89046Dokumenter STIP Jakarta 89047Dokumenter STIP Jakarta 89048Dokumenter STIP Jakarta 89049Dokumenter STIP Jakarta 89050Dokumenter STIP Jakarta 89051Dokumenter STIP Jakarta 89052Dokumenter STIP Jakarta 89053Dokumenter STIP Jakarta 89054Dokumenter STIP Jakarta 89055Dokumenter STIP Jakarta 89056Dokumenter STIP Jakarta 89057Dokumenter STIP Jakarta 89058Dokumenter STIP Jakarta 89059Dokumenter STIP Jakarta 89060Dokumenter STIP Jakarta 89061Dokumenter STIP Jakarta 89062Dokumenter STIP Jakarta 89063Dokumenter STIP Jakarta 89064Dokumenter STIP Jakarta 89065Dokumenter STIP Jakarta 89066Dokumenter STIP Jakarta 89067Dokumenter STIP Jakarta 89068Dokumenter STIP Jakarta 89069Dokumenter STIP Jakarta 89070Github Dokumenter 890001Github Dokumenter 890002Github Dokumenter 890003Github Dokumenter 890004Github Dokumenter 890005Github Dokumenter 890006Github Dokumenter 890007Github Dokumenter 890008Github Dokumenter 890009Github Dokumenter 890010Github Dokumenter 890011Github Dokumenter 890012Github Dokumenter 890013Github Dokumenter 890014Github Dokumenter 890015Github Dokumenter 890016Github Dokumenter 890017Github Dokumenter 890018Github Dokumenter 890019Github Dokumenter 890020Github Dokumenter 890021Github Dokumenter 890022Github Dokumenter 890023Github Dokumenter 890024Github Dokumenter 890025Github Dokumenter 890026Github Dokumenter 890027Github Dokumenter 890028Github Dokumenter 890029Github Dokumenter 890030Github Dokumenter 890031Github Dokumenter 890032Github Dokumenter 890033Github Dokumenter 890034Github Dokumenter 890035Github Dokumenter 890036Github Dokumenter 890037Github Dokumenter 890038Github Dokumenter 890039Github Dokumenter 890040Github Dokumenter 890041Github Dokumenter 890042Github Dokumenter 890043Github Dokumenter 890044Github Dokumenter 890045Github Dokumenter 890046Github Dokumenter 890047Github Dokumenter 890048Github Dokumenter 890049Github Dokumenter 890050Github Dokumenter 890051Github Dokumenter 890052Github Dokumenter 890053Github Dokumenter 890054Github Dokumenter 890055Github Dokumenter 890056Github Dokumenter 890057Github Dokumenter 890058Github Dokumenter 890059Github Dokumenter 890060Dokumenter 890001Dokumenter 890002Dokumenter 890003Dokumenter 890004Dokumenter 890005Dokumenter 890006Dokumenter 890007Dokumenter 890008Dokumenter 890009Dokumenter 890010Dokumenter 890011Dokumenter 890012Dokumenter 890013Dokumenter 890014Dokumenter 890015Dokumenter 890016Dokumenter 890017Dokumenter 890018Dokumenter 890019Dokumenter 890020Dokumenter 890021Dokumenter 890022Dokumenter 890023Dokumenter 890024Dokumenter 890025Dokumenter 890026Dokumenter 890027Dokumenter 890028Dokumenter 890029Dokumenter 890030Seputar Kutai Timur 8890001Seputar Kutai Timur 8890002Seputar Kutai Timur 8890003Seputar Kutai Timur 8890004Seputar Kutai Timur 8890005Seputar Kutai Timur 8890006Seputar Kutai Timur 8890007Seputar Kutai Timur 8890008Seputar Kutai Timur 8890009Seputar Kutai Timur 8890010Seputar Kutai Timur 8890011Seputar Kutai Timur 8890012Seputar Kutai Timur 8890013Seputar Kutai Timur 8890014Seputar Kutai Timur 8890015Seputar Kutai Timur 8890016Seputar Kutai Timur 8890017Seputar Kutai Timur 8890018Seputar Kutai Timur 8890019Seputar Kutai Timur 8890020Seputar Kutai Timur 8890021Seputar Kutai Timur 8890022Seputar Kutai Timur 8890023Seputar Kutai Timur 8890024Seputar Kutai Timur 8890025Seputar Kutai Timur 8890026Seputar Kutai Timur 8890027Seputar Kutai Timur 8890028Seputar Kutai Timur 8890029Seputar Kutai Timur 8890030Seputar Kutai Timur 8890031Seputar Kutai Timur 8890032Seputar Kutai Timur 8890033Seputar Kutai Timur 8890034Seputar Kutai Timur 8890035Seputar Kutai Timur 8890036Seputar Kutai Timur 8890037Seputar Kutai Timur 8890038Seputar Kutai Timur 8890039Seputar Kutai Timur 8890040Daily Update 234001Daily Update 234002Daily Update 234003Daily Update 234004Daily Update 234005Daily Update 234006Daily Update 234007Daily Update 234008Daily Update 234009Daily Update 234010Daily Update 234011Daily Update 234012Daily Update 234013Daily Update 234014Daily Update 234015Daily Update 234016Daily Update 234017Daily Update 234018Daily Update 234019Daily Update 234020Daily Update 234021Daily Update 234022Daily Update 234023Daily Update 234024Daily Update 234025Daily Update 234026Daily Update 234027Daily Update 234028Daily Update 234029Daily Update 234030Daily Update 234031Daily Update 234032Daily Update 234033Daily Update 234034Daily Update 234035Daily Update 234036Daily Update 234037Daily Update 234038Daily Update 234039Daily Update 234040Daily Update 234041Daily Update 234042Daily Update 234043Daily Update 234044Daily Update 234045Daily Update 234046Daily Update 234047Daily Update 234048Daily Update 234049Daily Update 234050Daily Update 234051Daily Update 234052Daily Update 234053Daily Update 234054Daily Update 234055Daily Update 234056Daily Update 234057Daily Update 234058Daily Update 234059Daily Update 234060Dokumenter 0001Dokumenter 0002Dokumenter 0003Dokumenter 0004Dokumenter 0005Dokumenter 0006Dokumenter 0007Dokumenter 0008Dokumenter 0009Dokumenter 0010Dokumenter 0011Dokumenter 0012Dokumenter 0013Dokumenter 0014Dokumenter 0015Dokumenter 0016Dokumenter 0017Dokumenter 0018Dokumenter 0019Dokumenter 0020Dokumenter 0021Dokumenter 0022Dokumenter 0023Dokumenter 0024Dokumenter 0025Dokumenter 0026Dokumenter 0027Dokumenter 0028Dokumenter 0029Dokumenter 0030Dokumenter 0031Dokumenter 0032Dokumenter 0033Dokumenter 0034Dokumenter 0035Dokumenter 0036Dokumenter 0037Dokumenter 0038Dokumenter 0039Dokumenter 0040Dokumenter 0041Dokumenter 0042Dokumenter 0043Dokumenter 0044Dokumenter 0045Dokumenter 0046Dokumenter 0047Dokumenter 0048Dokumenter 0049Dokumenter 0050Dokumenter 0051Dokumenter 0052Dokumenter 0053Dokumenter 0054Dokumenter 0055Dokumenter 0056Dokumenter 0057Dokumenter 0058Dokumenter 0059Dokumenter 0060STIP Dokumenter 89071STIP Dokumenter 89072STIP Dokumenter 89073STIP Dokumenter 89074STIP Dokumenter 89075STIP Dokumenter 89076STIP Dokumenter 89077STIP Dokumenter 89078STIP Dokumenter 89079STIP Dokumenter 89080STIP Dokumenter 89081STIP Dokumenter 89082STIP Dokumenter 89083STIP Dokumenter 89084STIP Dokumenter 89085STIP Dokumenter 89086STIP Dokumenter 89087STIP Dokumenter 89088STIP Dokumenter 89089STIP Dokumenter 89090STIP Dokumenter 89091STIP Dokumenter 89092STIP Dokumenter 89093STIP Dokumenter 89094STIP Dokumenter 89095STIP Dokumenter 89096STIP Dokumenter 89097STIP Dokumenter 89098STIP Dokumenter 89099STIP Dokumenter 89100STIP Dokumenter 89101STIP Dokumenter 89102STIP Dokumenter 89103STIP Dokumenter 89104STIP Dokumenter 89105STIP Dokumenter 89106STIP Dokumenter 89107STIP Dokumenter 89108STIP Dokumenter 89109STIP Dokumenter 89110STIP Dokumenter 89111STIP Dokumenter 89112STIP Dokumenter 89113STIP Dokumenter 89114STIP Dokumenter 89115STIP Dokumenter 89116STIP Dokumenter 89117STIP Dokumenter 89118STIP Dokumenter 89119STIP Dokumenter 89120Berita Indonesia 799001Berita Indonesia 799002Berita Indonesia 799003Berita Indonesia 799004Berita Indonesia 799005Berita Indonesia 799006Berita Indonesia 799007Berita Indonesia 799008Berita Indonesia 799009Berita Indonesia 799010Berita Indonesia 799011Berita Indonesia 799012Berita Indonesia 799013Berita Indonesia 799014Berita Indonesia 799015Berita Indonesia 799016Berita Indonesia 799017Berita Indonesia 799018Berita Indonesia 799019Berita Indonesia 799020Berita Indonesia 799021Berita Indonesia 799022Berita Indonesia 799023Berita Indonesia 799024Berita Indonesia 799025Berita Indonesia 799026Berita Indonesia 799027Berita Indonesia 799028Berita Indonesia 799029Berita Indonesia 799030

Lahan Diambil Proyek IKN, Warga Tersingkir Tinggalkan Desa

Warga RT 10 Syarariyah saat ditemui di kediamannya di Desa Bumi Harapan Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur (Kaltim) belum lama ini. [tim pantau]

SEPAKU – Usai shalat zuhur, Syarariyah (48) keluar melalui pintu samping menuju lapak usaha laundri yang bersisian sebelah rumah. Ia meminta kedua putrinya yang sedang menemani sang ayah membereskan cucian untuk masuk ke dalam rumah.

“Debunya ngeri sekali, anak-anak enggak bisa lama main di luar,” ungkap Syara sapaan Syarariyah saat ditemui Kompas.com di kediamannya Desa Bumi Harapan Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur (Kaltim) belum lama ini.

Rumah yang dihuni keluarga Syara tepat di tepi jalan utama menuju lokasi proyek pembangunan Ibu Kota Negara Nusantara (IKN), tak begitu jauh dari titik nol IKN.

Hampir tiap hari, kata dia, mondar mandir kendaraan besar untuk proyek IKN membuatnya jadi was-was ketika mengantar anak sekolah pakai motor setiap pagi.

Selain memicu debu dan suara bising, lalu lintas kendaraan tanpa henti itu cukup mengganggu.

Tapi Ia memberi pemakluman sebagai dampak proyek IKN itu. Hanya satu hal yang membuatnya jadi berkecil hati yakni adanya upaya penyingkiran warga lokal.

Beberapa tetangga Syara di RT 10 sudah pergi meninggalkan kampungnya setelah lahan dan rumah dibebaskan pemerintah untuk IKN tanpa diberi lahan baru atau pun relokasi. Setelah terima uang ganti rugi, warga “disuruh” pergi.

“Itu bagian atas (rumah warga) sudah selesai semua pembayaran, mereka sudah pindah. Tinggal kami ini saja, ya kalau memang sesuai (harga ganti rugi) ya kita pindah,” ucap Syara.

Syara dan suaminya hanya tunggu giliran. Rumah mereka semi permanen yang dibangun di atas lahan 700 meter persegi itu sudah dipatok Tim Pengadaan Tanah IKN oleh Badan Pertahanan Nasional (BPN) Kabupaten PPU sejak Februari 2022 lalu.

Rumah Syara dan tetangganya Rania (58) jadi batas Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN. Papan plang patok batas KIPP IKN dipatok di sela rumah kedua rumah itu.

“Kami jadi berkecil hati, kami berkorban kena debu, bising, mau bangun (rumah) saja dilarang. Tanah kami diambil, katanya mau dibeli pemerintah, baru kami disuruh pergi, terus kami pindah ke mana?,”  keluh Syara.

Papan plang batas KIPP IKN di di Desa di Desa Bumi Harapan Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur (Kaltim). [tim pantau]
TAK ADA GANTI LAHAN

Syara mengatakan hingga saat ini pemerintah belum menyiapkan lahan pengganti atau pun tempat permukiman baru untuk merelokasi warga lokal yang terdampak IKN.

Di saat bersamaan pemerintah kebut mendatang investor ke IKN, melakukan seremoni peletakan batu pertama, juga kebut membangun gedung-gedung pemerintahan dan tower apartemen ASN.

Padahal, lanjut Syara ada masalah serius di sekitar IKN yang seolah tak dipotret sebagai dampak. Banyak warga yang kehilangan lahan dan rumah karena terdelineasi IKN, termasuk dirinya berserta tetangga-tetangga dekat rumahnya.

Sekitar 10 warga (kepala keluarga) di RT 10 yang sudah menerima uang ganti rugi dan sudah pergi meninggalkan Desa Bumi Harapan. Mereka menjauh dari IKN, mencari lahan baru untuk memulai kehidupan baru. Ada yang pindah ke Penajam, Petung Kabupaten Paser yang berbatasan dengan PPU.

“Kami kayak enggak dihargai. Kami sebagai orang pribumi seperti terbuang di sini. Setelah kami diberi uang (ganti rugi), kami disuruh pergi, mau ke mana saja terserah,” kata perempuan keturunan asli suku Paser ini.

Setelah menerima bayaran, Syara dan suaminya bakal mengosongkan rumah dan angkat kaki meninggalkan desa itu. Tapi keduanya berupaya agar dapat lahan baru di seputaran Sepaku, supaya tak terlalu dari IKN.

Nasib serupa juga dialami dua tetangganya Rania dan Teguh Prasetyo, mengosongkan rumah setelah menerima uang ganti rugi. Teguh belum memutuskan pindah ke mana. Dia masih mencari dan berharap bisa dapat lahan lagi di sekitar IKN.

“Jadi orang-orang khususnya RT 10 ini sebagian sudah lari ke “hutan”, dalam artian menjauh dari IKN. Pemerintah bilang kami menikmati IKN itu sudah enggak mungkin. Ini jelas-jelas kami tersingkir,” ungkap Teguh sambil menyebut beberapa nama warga di RT 10 yang sudah pindah meninggalkan desa.

“Ada sekitar 8 – 10 warga di sini (sudah pindah). Ada Bu Hamidah, Pak Eko, sebelahnya (tetangga) Eko, termasuk Ibu (ketua) RT 10 (ikut pindah) dan beberapa lainnya, pokoknya ada banyak kok,” kata dia.

Teguh menuturkan alasan warga pindah menjauh dari IKN agar bisa memperoleh lahan baru dengan harga terjangkau. Sebab lonjakan harga tanah di sekitar IKN tak sebanding dengan nilai ganti rugi yang diberikan pemerintah.

“Kalau kami cari di sini enggak bisa dapat lahan baru. Harga tanah di sini sudah Rp 2-3 juta per meter. Sementara, warga dapat ganti rugi jauh di bawah itu. Ada loh dapat yang Rp 14.000 per meter,” keluh Teguh.

Permukiman di RT 10 Desa Bumi Harapan merupakan wilayah terdekat dengan titik nol IKN. Dari total 345,81 hektar wilayah desa ini dinyatakan terdelianase kawasan KIPP IKN dan rumah warga di RT 10 paling banyak terdampak.

Di seberang jalan depan rumah Teguh, ada rumah Asin Sudarto. Asin mengaku belum masuk daftar warga terdampak KIPP IKN karena posisi rumahnya belum disebut masuk delineasi IKN.

Tim Pengadaan Tanah IKN baru membereskan rumah-rumah barisan tetangganya di sebrang jalan raya, deretan rumah Teguh, Syarariyah, Rania dan lainnya pada tahap awal pembebasan.

Setelah beres, Asin menduga barulah tim menyasar ke rumahnya beserta tetangga-tetangganya.

“Lebih jauh dari itu yang pasti permukiman warga di kawasan ini bakal dibersihkan semua karena dekat sekali, ini ring satu IKN,” kata Asin.

Belum lama ini, Asin melihat ada petugas pasang patok papan plang bertuliskan akan dibangun Rumah Dinas BIN/Polri. Patok itu dipasang di depan rumahnya tapi di seberang jalan raya tak jauh dari rumah Teguh.

Teguh membenarkan patok papan plang itu ditanam sekitar 100 meter dari rumahnya. Tapi, beberapa hari kemudian papan plang hilang. Saat di lokasi Kompas.com tak melihat papan plang itu.

Asin menyadari lambat laun warga sekitar ring satu IKN bakal tergusur semuanya. Sebab beberapa kali dia didatangi petugas desa maupun kecamatan minta chek surat tanah di rumahnya.

“Pernah sekali Satpol PP yang datang (minta chek surat tanah). Di rumah hanya ibu (istri) saya di luar kota. Ibu telepon, saya bilang jangan diberi tunggu saya pulang,” kisah dia.

Asin berharap pemerintah tak menggusur mereka, tapi dia sendiri juga tak yakin dengan harapan itu. Sebab warga lain satu per satu sudah pergi meninggalkan desa karena kehilangan rumah dan lahan.

Kepala Desa Bumi Harapan, Kastyiar mengaku belum mendapat laporan dari warganya di RT 10 sudah meninggalkan desa.

“Sampai saat ini mereka (warga) belum lapor ke desa, bahwa sudah pindah atau merencanakan pindah,” kata Kastyiar.

Tapi, bagi Kastyiar warga yang pindah meninggalkan desa bukan tersingkir karena IKN. Sebab sedari awal tahap sosialisasi sampai penyerahan hasil penilaian ganti rugi, warga selalu dilibatkan dan tidak ada paksaan sama sekali.

“Jadi keputusan pindah atau tidaknya merupakan keputusan pribadi. Mereka (warga RT 10) setuju secara sukarela, melepas rumah dan lahan untuk IKN. Jadi enggak ada bahasa tersingkir, itu menurut saya,” terang kades.

Sekretaris Camat Sepaku, Hendro Susilo saat ditemui kediamannya Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur (Kaltim) belum lama ini. [tim pantau]
FAKTOR PEMICU

Berbeda dengan Kades, Sekretaris Camat Sepaku, Hendro Susilo mengakui banyak warganya di sekitar IKN yang memilih pindah menjauh dari IKN karena kehilangan rumah dan lahan.

Tak hanya di Desa Bumi Harapan, kata dia, hal sama juga terjadi di Kelurahan Pemaluan.

Hendro menyebut salah satu faktor utamanya karena pemerintah tak kunjung menyiapkan lahan pengganti atau pun tempat relokasi bagi warga terdampak.

Itu merujuk pada Peraturan Menteri (Permen) ATR/Kepala BPN Nomor 19 Tahun 2021 tentang Ketentuan Pelaksanaan PP Nomor 19 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan Untuk Kepentingan Umum, yang memberi beragam pilihan ganti rugi.

Warga bisa memilih bentuk ganti rugi berupa uang, tanah pengganti, permukiman kembali, kepemilikan saham, atau bentuk lain yang disetujui oleh kedua belah pihak.

Masalahnya hingga saat ini warga tak pernah diberitahu di mana letak lahan pengganti atau permukiman kembali, jika memilih satu dari dua opsi itu.

“Karena itu (kehilangan lahan setelah dibebaskan) mungkin saja banyak yang pindah ke luar atau menjauh dari IKN (cari lahan baru),” kata Hendro.

Kendati demikian, Hendro menyakini warga yang pindah pasti punya perhitungan sendiri soal untung rugi. Misal, kata dia, mungkin saja warga punya niat beli lahan murah yang letaknya jauh dari IKN, supaya sisa uangnya bisa disisikan buat simpanan.

Warga lain, Thomy Thomas mengaku pernah mendapat sosialisasi perihal beragam pilihan ganti rugi itu saat mereka dikumpulkan Tim Pengadaan IKN di kantor Kecamatan Sepaku. Tapi, warga tidak pernah diberitahu di mana letak lahan itu.

“Ngomong saja, enggak ada lahan yang disiapkan. Buktinya sampai sekarang enggak ada lahan yang disiapkan buat relokasi warga. Mana lahannya? Enggak ada. Kalau pemerintah siapkan lahan (pengganti), tidak mungkin warga pindah,” ungkap Thomy sedikit kesal.

Deretan rumah kosong yang ditinggalkan pemilik setelah diganti rugi pemerintah karena terdelineasi KIPP IKN di Desa di Desa Bumi Harapan Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur (Kaltim). [tim pantau]
RUMAH KOSONG

Empat kali Kompas.com mendatangi rumah Ketua RT 10 yang letaknya tak jauh dari rumah Asin dan Teguh selama dua hari berturut namun pintu rumah tersebut selalu tertutup. Rumah dalam keadaan kosong.

Penjaga kios sembako sebelah rumah RT menyebut Ketua RT 10 sudah pindah, namun dia tak tahu di mana lokasinya.

Pantauan lapangan, kurang dari 10 rumah tampak kosong. Mulai dari yang terdekat titik nol atau di sekitaran rumah Ketua RT 10 hingga ke sekitaran rumah Hamidah, nama yang disebutkan Teguh sebelumnya sebagai daftar pindah.

Rumah-rumah itu dipenuhi debu bagian dinding, halaman kotor penuh dedaunan kering seperti lama tak dibersihkan pemilik. Warga setempat menyebut rumah-rumah itu telah ditinggalkan pemilik setelah diganti rugi.

Selang satu rumah dari rumah kosong yang ditinggalkan Hamidah, jadi jalan masuk menuju proyek Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) KIPP IKN yang kini sedang dalam pengerjaan.

Hamidah (60) bersama anak dan dua cucunya telah mengosongkan rumah kayu ukuran kecil yang berdiri di atas 155 meter persegi itu sejak Maret 2023 lalu, setelah menerima uang ganti rugi senilai Rp 56 juta.

Saat ditemui Kompas.com Maret lalu, sebelum pindah menetap di Silkar, Kabupaten Paser berbatasan dengan PPU, Hamidah bilang tak punya pilihan mempertahankan rumah juga kebun, meski itu jadi satu-satunya sumber penghasilan.

Dia tak bisa baca tulis. Ikut arus saja. Sikap setuju melepas lahannya bergantung pada sikap kebanyakan orang.

Tak jauh dari rumah kosong Hamidah, terdapat dua rumah lain dari beton dan kayu milik Thomy Thomas juga terancam dikosongkan dalam waktu dekat, karena masuk kawasan delianse IKN.

Thomy sempat menolak nilai ganti rugi yang ditawarkan Tim Pengadaan Tanah IKN karena terlalu kecil. Bagi Thomy tak sebanding dengan lonjakan harga tanah di sekitar IKN yang mencapai Rp 2 – 3 juta per meter. Thomy ingin pemerintah memberi harga pantas berkisar di atas Rp 1 juta per meter.

Faktanya harga ganti rugi yang diterima warga, berdasarkan penilaian Tim Appraisal masih jauh berkisar Rp 300.000 per meter tergantung kelengkapan surat tanah, letak, tanam tumbuh, bangunan dan sebagainya.

Bahkan ada warga yang dapat harga jauh dari pantas yakni Rp 14.000 per meter. Kasus ini pernah disoroti Otorita IKN dan DPRD PPU karena menilai tak adil.

Ronggo Warsito, satu dari 16 warga di Desa Bumi Harapan Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur (Kaltim) yang melayangkan gugatan ke Pengadilan Negeri PPU karena menolak nilai ganti rugi lahan IKN. [tim pantau]
16 WARGA GUGAT

Pada Desember 2022 lalu, saat pembebasan lahan tahap satu, pemerintah membereskan terdahulu lahan warga di Desa Bumi Harapan yang terdelineasi kawasan KIPP seluas 345,81 hektar dan Desa Bukit Raya 0,01 hektar.

Setelah itu, baru bergeser Kelurahan Pemaluan membebaskan sekitar 472,07 hektar yang terdelianse kawasan KIPP IKN.

Dari tiga desa terdekat dengan IKN ini, total lahan warga yang mesti dibebaskan pemerintah sebanyak 817,89 hektar atau 12 persen dari luas kawasan 6.671,55 hektar yang ditetapkan sebagai KIPP melalui UU IKN Nomor 3/2022.

Hamidah yang kini menetap di kabupaten sebelah, Thomy, Teguh, Syara dan beberapa warga lain di RT 10 masuk daftar pembebasan tahap satu.

Kemudian disusul 45 warga lagi pada tahap dua dan 62 warga pada tahap tiga.

Upaya konfirmasi dan perolehan data lahan warga yang telah maupun belum dibebaskan belum mendapat respon dari BPN PPU sebagai pelaksana teknis.

Sepanjang proses itu, pemerintah sudah membayar warga yang setuju, setelah itu mereka harus mengosongkan rumah.

Sementara, warga yang keberatan dengan nilai ganti rugi memilih bertahan. Mereka enggan menyerahkan surat tanah meski bujuk rayu sampai intimidasi diterima.

Gelombang protes perihal nilai ganti rugi itu, akhirnya bermuara di Pengadilan Negeri PPU.

Sebanyak 16 warga termasuk Thomy, Ronggo Warsito dkk melayangkan gugatan keberatan atas nilai ganti rugi yang diberikan Tim Apraisal. Mereka menilai harga itu tidak adil.

Tapi tak satu pun gugatan 16 warga itu dikabulkan majelis hakim alias ditolak seluruhnya.

Usai putusan PN ditolak, BPN PPU langsung menindaklanjuti melalui Surat Nomor AT.02,02/2222.64.09/PTP7/IX/2023 tertanggal 8 September 2023 kepada 16 warga tersebut.

Isi surat meminta 16 warga menyerahkan foto KTP, KK, surat kepemilikan tanah dan bukti pembayaran PBB tahun terbaru untuk divalidasi agar dilakukan pembayaran ganti rugi. Setelah bayar mereka harus mengosongkan rumah.

Surat yang ditandatangani Kepala BPN PPU, Ade Chandra Wijaya juga sebagai Ketua Pelaksana Pengadaan Tanah IKN itu juga ditujukan ke Camat Sepaku dan Kades Bumi Harapan.

“Tapi saya masih menolak (serahkan surat tanah). Kalau rumah ini saya serahkan, saya pindah ke mana? Kebun sudah saya serahkan, sekarang sisa rumah ini satu-satunya,” ungkap Ronggo Warsito, satu dari 16 warga yang disurati BPN.

Rumah beton milik Ronggo hanya berjarak sekitar 500 meter dari titik nol IKN, masuk dalam areal KIPP. Dia merupakan satu-satunya warga RT 10 Desa Bumi Harapan yang rumahnya terdekat dengan titik nol IKN.

Meski gugatan ditolak PN, pun berkali-kali didatangi petugas, Ronggo tak mau meninggalkan rumahnya.

“Sampai sekarang saya belum serahkan surat-suratnya (tanah). Saya tidak mau (serahkan). Saya mau tetap di dekat KIPP IKN,” tegas Ronggo.

Ronggo mau melepas rumahnya asal nilai ganti rugi di atas Rp 1 juta. Tapi, jika permintaan tersebut tak dikabulkan, Ia lebih memilih meminta lahan pengganti saja, daripada berupa uang.

“Kalau enggak saya minta lahan pengganti saja tapi di luar KIPP,” ungkap dia sambil mengisahkan sulitnya awal membangun rumah itu.

“Dulu saya bangun (rumah) ini setengah mati, di sini masih hutan, listrik tidak ada, air susah, jalan jelek, anak istri kena malaria, tapi kami bertahan. Sekarang IKN datang suruh kami pergi, enggak mau saya,” kisah Ronggo.

Kepala BPN PPU, Ade Chandra Wijaya belum merespon saat dikonfirmasi Kompas.com melalui pesan singkat pun panggilan telepon.

Para pekerja proyek pembangunan IKN di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur (Kaltim) belum lama ini. [tim pantau]
JAWABAN OTORITA

Deputi Bidang Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN, Alimuddin juga tidak bisa menunjukan di mana letak lahan di kawasan IKN yang dialokasikan untuk Masyarakat saat dikonfirmasi Kompas.com.

“Saya tidak bisa menunjukan titiknya. Yang jelas di WP (wilayah perencanaan) IKN itu ada permukiman yang diperuntukan untuk masyarakat. Ya, intinya Otorita tidak tutup mata. Kalau ada persoalan seperti itu (warga tersingkir) ya sampaikan,” ungkap dia.

Ketidakjelasan letak lahan pengganti maupun permukiman baru untuk merelokasi warga terdampak membuat warga yakin bahwa IKN menyingkirkan mereka.

Syara misalnya, ingin tetap tinggal di sekitar IKN. Dia mau pemerintah memberi kepastian lahan atau tempat penataan pemukiman baru bagi warga lokal.

“Ya, bikinkan juga kita lah rumah yang layak dekat IKN. Silahkan kami ditata, jangan diusir. Kami juga ada usaha, kami juga mau tinggal di sini,” keluh dia.

Hal serupa juga diinginkan Ronggo, Teguh, Asin, Rania, Thomy dan warga lainnya.

Asin bilang jika sedari awal pemerintah sudah menyiapkan lahan dan penataan warga sekitar, maka tak banyak warga pergi meninggakan kampungnya.

Ronggo menambahkan, selama proses pembebasan lahan warga terus dikebut, tapi pemerintah tak kunjung menyiapkan lahan pengganti atau tempat relokasi warga terdampak, maka semakin banyak warga di lingkar IKN tersingkir.

“Sebab makin banyak yang melepaskan (kehilangan) lahannya, maka semakin banyak pula warga angkat kaki (pindah),” pungkas dia.

Lalu lintas mobil truk di lokasi proyek pembangunan IKN di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur (Kaltim) belum lama ini. [tim pantau]
HANYA UANG

Sedari awal pemerintah hanya menyiapkan uang sebagai bentuk ganti rugi lahan warga.

Hal itu terkonfirmasi dari Kabag Pemerintahan, Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Setprov Kaltim, Imanudin yang juga sebagai Anggota Tim Persiapan Pengadaan Lahan IKN.

Imanudin mengakui bahwa sedari awal memang tidak disiapkan pilihan lain selain uang. Hal itu selain cepat dan praktis, kerja tim pengadaan juga dipacu target dan waktu yang singkat.

“Memang pilihan utama agar mudah, maka ganti uang yang pertama. Lebih cepat proses dan pemberian negara itu dalam bentuk uang mudah, dari khas negara ke rekening warga, pembuktiannya pun lebih nyaman,” terang dia.

Merujuk ke Permen ATR, pemberian ganti kerugian uang dilakukan dalam waktu paling lama 17 hari.

Kemudian, tanah pengganti disediakan pemerintah paling lama 6 bulan. Sementara, relokasi atau permukiman baru, paling lama satu tahun.

Penentuan lokasi tanah pengganti atau permukiman baru, harus didasarkan pada kesepakatan saat musyawarah bersama warga terdampak.

Pj Gubernur Kaltim, Akmal Malik mengaku baru mendengar informasi perihal warga kehilangan lahan. Untuk itu, dirinya akan berkordinasi dengan Pemda PPU untuk menindaklanjuti hal tersebut.

“Yang jelas kami ingin IKN tetap tumbuh dengan desainnya yang sudah ada, warga dan daerah penyangga di sekitarnya pun ikut tumbuh dan berkembang,” ungkap dia.

Rektor Universitas Mulawarman Samarinda, Abdunnur meminta pemerintah daerah baik Pemkab PPU maupun Pemprov Kaltim segera mengambil langkah memfasilitasi atau menjembatani keresahan warga lokal di sekitar IKN dengan pihak Otorita IKN.

“Biar ada solusi. Kita tentu tidak ingin bahwa masyarakat yang ada di daerah IKN akhirnya terpinggirkan,” ungkap Abdunnur. [dtn/Kompas.com]

 

Print Friendly, PDF & Email
news-1701

sabung ayam online

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

slot thailand

yakinjp

yakinjp

yakin jp

yakinjp id

maujp

maujp

maujp

maujp

sabung ayam online

sabung ayam online

judi bola online

sabung ayam online

judi bola online

slot mahjong ways

slot mahjong

sabung ayam online

judi bola

live casino

sabung ayam online

judi bola

live casino

SGP Pools

slot mahjong

sabung ayam online

slot mahjong

SLOT THAILAND

118000706

118000707

118000708

118000709

118000710

118000711

118000712

118000713

118000714

118000715

118000716

118000717

118000718

118000719

118000720

118000721

118000722

118000723

118000724

118000725

118000726

118000727

118000728

118000729

118000730

118000731

118000732

118000733

118000734

118000735

118000736

118000737

118000738

118000739

118000740

118000741

118000742

118000743

118000744

118000745

118000746

118000747

118000748

118000749

118000750

118000751

118000752

118000753

118000754

118000755

118000756

118000757

118000758

118000759

118000760

138000441

138000442

138000443

138000444

138000445

138000446

138000447

138000448

138000449

138000450

138000451

138000452

138000453

138000454

138000455

138000456

138000457

138000458

138000459

138000460

138000461

138000462

138000463

138000464

138000465

138000466

138000467

138000468

138000469

138000470

158000346

158000347

158000348

158000349

158000350

158000351

158000352

158000353

158000354

158000355

158000356

158000357

158000358

158000359

158000360

158000361

158000362

158000363

158000364

158000365

158000366

158000367

158000368

158000369

158000370

158000371

158000372

158000373

158000374

158000375

208000381

208000382

208000383

208000384

208000385

208000386

208000387

208000388

208000389

208000390

208000391

208000392

208000393

208000394

208000395

208000396

208000397

208000398

208000399

208000400

208000401

208000402

208000403

208000404

208000405

208000406

208000407

208000408

208000409

208000410

228000086

228000087

228000088

228000089

228000090

228000091

228000092

228000093

228000094

228000095

228000096

228000097

228000098

228000099

228000100

228000101

228000102

228000103

228000104

228000105

228000106

228000107

228000108

228000109

228000110

228000111

228000112

228000113

228000114

228000115

228000116

228000117

228000118

228000119

228000120

228000121

228000122

228000123

228000124

228000125

228000126

228000127

228000128

228000129

228000130

228000131

228000132

228000133

228000134

228000135

228000136

228000137

228000138

228000139

228000140

228000141

228000142

228000143

228000144

228000145

228000146

228000147

228000148

228000149

228000150

228000151

228000152

228000153

228000154

228000155

228000156

228000157

228000158

228000159

228000160

228000161

228000162

228000163

228000164

228000165

228000166

228000167

228000168

228000169

228000170

228000171

228000172

228000173

228000174

228000175

228000176

228000177

228000178

228000179

228000180

228000181

228000182

228000183

228000184

228000185

238000232

238000233

238000234

238000235

238000236

238000237

238000238

238000239

238000240

238000241

238000242

238000243

238000244

238000245

238000246

238000247

238000248

238000249

238000250

238000251

238000252

238000253

238000254

238000255

238000256

news-1701
news-1701

sabung ayam online

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

slot thailand

yakinjp

yakinjp

yakin jp

yakinjp id

maujp

maujp

maujp

maujp

sabung ayam online

sabung ayam online

judi bola online

sabung ayam online

judi bola online

slot mahjong ways

slot mahjong

sabung ayam online

judi bola

live casino

sabung ayam online

judi bola

live casino

SGP Pools

slot mahjong

sabung ayam online

slot mahjong

SLOT THAILAND

118000706

118000707

118000708

118000709

118000710

118000711

118000712

118000713

118000714

118000715

118000716

118000717

118000718

118000719

118000720

118000721

118000722

118000723

118000724

118000725

118000726

118000727

118000728

118000729

118000730

118000731

118000732

118000733

118000734

118000735

118000736

118000737

118000738

118000739

118000740

118000741

118000742

118000743

118000744

118000745

118000746

118000747

118000748

118000749

118000750

118000751

118000752

118000753

118000754

118000755

118000756

118000757

118000758

118000759

118000760

138000441

138000442

138000443

138000444

138000445

138000446

138000447

138000448

138000449

138000450

138000451

138000452

138000453

138000454

138000455

138000456

138000457

138000458

138000459

138000460

138000461

138000462

138000463

138000464

138000465

138000466

138000467

138000468

138000469

138000470

158000346

158000347

158000348

158000349

158000350

158000351

158000352

158000353

158000354

158000355

158000356

158000357

158000358

158000359

158000360

158000361

158000362

158000363

158000364

158000365

158000366

158000367

158000368

158000369

158000370

158000371

158000372

158000373

158000374

158000375

208000381

208000382

208000383

208000384

208000385

208000386

208000387

208000388

208000389

208000390

208000391

208000392

208000393

208000394

208000395

208000396

208000397

208000398

208000399

208000400

208000401

208000402

208000403

208000404

208000405

208000406

208000407

208000408

208000409

208000410

228000086

228000087

228000088

228000089

228000090

228000091

228000092

228000093

228000094

228000095

228000096

228000097

228000098

228000099

228000100

228000101

228000102

228000103

228000104

228000105

228000106

228000107

228000108

228000109

228000110

228000111

228000112

228000113

228000114

228000115

228000116

228000117

228000118

228000119

228000120

228000121

228000122

228000123

228000124

228000125

228000126

228000127

228000128

228000129

228000130

228000131

228000132

228000133

228000134

228000135

228000136

228000137

228000138

228000139

228000140

228000141

228000142

228000143

228000144

228000145

228000146

228000147

228000148

228000149

228000150

228000151

228000152

228000153

228000154

228000155

228000156

228000157

228000158

228000159

228000160

228000161

228000162

228000163

228000164

228000165

228000166

228000167

228000168

228000169

228000170

228000171

228000172

228000173

228000174

228000175

228000176

228000177

228000178

228000179

228000180

228000181

228000182

228000183

228000184

228000185

238000232

238000233

238000234

238000235

238000236

238000237

238000238

238000239

238000240

238000241

238000242

238000243

238000244

238000245

238000246

238000247

238000248

238000249

238000250

238000251

238000252

238000253

238000254

238000255

238000256

news-1701