SAMARINDA – Anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda, Abdul Rohim, memberikan opsi kreatif kepada pemerintah kota (pemkot) terkait revitalisasi Pasar Pagi.
Rohim mengusulkan agar pemkot melakukan evaluasi menyeluruh terhadap revitalisasi, khususnya terkait 48 pemilik ruko berstatus Sertifikat Hak Milik (SHM), dan menyarankan penggunaan influencer untuk mendukung tempat relokasi, Selasa, 27 Februari 2024.
“Evaluasi 48 pemilik ruko Sertifikat Hak Milik (SHM) ini agar bisa selesai, dan evaluasi terkait dengan tempat berdagang, tempat relokasinya supaya aktivitas ekonominya bisa berjalan,” ucap Rohim.
Salah satu opsi yang dia tawarkan adalah upaya pemkot mendatangkan influencer untuk membuat konten di beberapa tempat relokasi, seperti Segiri Grosir dan Pasar Sungai Dama. Rohim berharap bahwa langkah ini dapat menarik perhatian banyak warga dan mendukung kelangsungan aktivitas ekonomi di tempat-tempat relokasi.
“Suruh mereka bikin konten di Segiri Grosir, dan Pasar Sungai Dama itu. Kemudian itu dilihat banyak warga, sehingga menarik perhatian,” bebernya.
Rohim menekankan bahwa langkah ini penting untuk tidak hanya memobilisasi pedagang, tetapi juga untuk memobilisasi pelanggan.
Dia menunjukkan kekhawatirannya terhadap tenggat waktu penyelesaian proyek, karena khawatir bahwa pedagang yang masuk ke Pasar Pagi setelah relokasi mungkin sudah menjadi pedagang baru akibat perubahan profesi selama proses pembangunan.
“Yang kedua, soal tenggat waktu, jadi kalau sampai lebih satu tahun, kita khawatir nanti yang masuk ke Pasar Pagi bukan lagi pedagang yang sekarang dipindahkan, tapi jangan-jangan sudah jadi pedagang abru semua, karena sudah ganti profesi,” tambahnya. [Re/ADV/Kota Samarinda]






