SAMARINDA – Anggota Komisi II DPRD Samarinda, Abdul Rohim mengusulkan agar Pemkot Samarinda bisa menghentikan proses revitalisasi Pasar Pagi untuk sementara waktu. Menurutnya pemerintah harus melakukan evaluasi secara total untuk menuntaskan persoalan yang masih ada sampai hari ini.
“Ya soal ruko yang ada sertipikatnya. Tapi yang lebih penting, nasib para pedagang itu harus bisa dipikirkan,” kata dia.
Menurutnya, proses revitalisasi Pasar Pagi harus dihentikan untuk meredam potensi berkembangnya masalah di kemudian hari. Pemkot Samarinda harus mengevaluasi program tersebut secara menyeluruh.
“Karena ini ada ribuan orang yang terdampak. Bukan sekadar 48 orang yang punya ruko itu,” sambungnya.
Ribuan orang yang dimaksud Abdul Rohim adalah para pedagang, keluarga, dan karyawan yang mengeluhkan penurunan omset akibat lokasi berjualan mereka dipindahkan. Jika program revitalisasi Pasar Pagi tidak dievaluasi dengan baik, maka akan muncul dampak negatif pada sektor sosial dan ekonomi untuk ribuan warga Samarinda.
Sebelumnya, Pemkot Samarinda memberi waktu hingga akhir Desember 2023 untuk pedagang Pasar Pagi Samarinda agar bisa pindah ke lokasi-lokasi yang sudah ditetapkan. Relokasi tersebut dilakukan karena Pasar Pagi Samarinda rencananya akan direvitalisasi di tahun 2024. [dtn/ADV DPRD SMD]






