SAMARINDA – Ahmad Sofyan, anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, menyoroti beberapa masalah yang perlu diselesaikan dalam sektor pendidikan, khususnya terkait kelengkapan infrastruktur sekolah.
Dalam sebuah hearing dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Samarinda, Sofyan mengungkapkan kekhawatirannya terhadap kondisi infrastruktur sekolah yang masih belum memadai.
“Kita telah membahas berbagai hal terkait penyaluran Bosda dan Bosnas, namun saya juga menyoroti kelengkapan infrastruktur sekolah yang masih menjadi permasalahan serius. Banyak sekolah di Kota Samarinda, termasuk di daerah pinggiran, yang masih memiliki masalah seperti ruangan, lapangan, atau bahkan taman yang belum memadai,” ujar Sofyan pada Senin, 29 Januari 2024.
Sofyan menekankan perlunya perhatian lebih dari Disdikbud Samarinda untuk segera menangani masalah ini. Menurutnya, pembangunan infrastruktur sekolah merupakan investasi penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif bagi siswa.
“Tidak hanya sekadar mengarahkan masalah ini kepada Disdikbud, tapi kita juga harus bersama-sama mencari solusi terbaik. Pembangunan infrastruktur sekolah yang memadai akan berdampak positif pada proses pembelajaran dan kesejahteraan siswa,” tambahnya.
Selain itu, Sofyan juga menyoroti pentingnya kinerja kesetaraan pendidikan dari tingkat PAUD hingga SMP. Ia mengingatkan bahwa beberapa sekolah membutuhkan perbaikan, termasuk fasilitas seperti WC, pagar, dan ruang UKS.
“Samarinda harus menjadi pusat kota peradaban yang juga ramah anak. Oleh karena itu, semua OPD perlu bekerja sama secara sinergis untuk mencapai tujuan tersebut,” tandasnya.
Ahmad Sofyan berharap agar Disdikbud Samarinda dapat mengambil langkah-langkah yang efektif dan progresif dalam mengatasi masalah infrastruktur sekolah demi meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Samarinda ke depannya. [dmn/ADV DPRD SMD]






