SAMARINDA – Wakil Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Samri Shaputra menyoroti peristiwa tenggelamnya dua anak di bekas kolam tambang di Jalan Flamboyan yang terjadi baru-baru ini. Samri mengkritisi minimnya perhatian pemerintah terkait tindak lanjut eks kolam tambang.
Diketahui, peristiwa tersebut membuat anak berinisial RP meninggal dunia dan MR yang dievakuasi ke Rumah Sakit IA Moeis. Adanya anak tenggelam ini pun bukanlah yang pertama terjadi.
Samri menyatakan kolam bekas tambang yang dibiarkan saja sering menjadi lokasi berenang bagi anak-anak sekitar. Seharusnya, pemilik tambang bertanggungjawab atas insiden ini.
“DPRD berencana mengadakan pertemuan dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda, pemilik perusahaan tambang dan instansi terkait untuk mencari solusi guna mencegah insiden serupa terjadi lagi,” tuturnya, Selasa (7/5/2024).
“Kita harap perlunya tindakan antisipatif dan solutif agar tidak ada korban lainnya,”tegasnya.
Ia juga mendesak adanya keterlibatan kepolisian untuk penyeledikan lebih lanjut. Hal ini dalam rangka menyelesaikan peristiwa yang terjadi maupun mencegah terjadinya korban selanjutnya.
Tak lupa pula, Samri mengimbau orang tua agar lebih mengawasi anak-anaknya secara ketat. Karena orang tua memiliki peran penting dalam pengawasan anak.(SY/ADV/DPRD Samarinda)






