SAMARINDA – Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) unggul dan berdaya saing menjadi satu hal yang penting untuk diwujudkan. Terutama dalam penyerapan tenaga kerja di lapangan-lapangan kerja yang tersedia. Sayangnya isu pengangguran masih menjadi persoalan di Kaltim. Keberadaan pengangguran diduga kuat disebabkan oleh sulitnya mencari pekerjaan.
Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Ananda Emira Moeis bahkan kerap menerima keluhan bahwa lulusan perguruan tinggi pun banyak yang menganggur. Karena itu, ia meminta kepada pemerintah untuk bisa memfasilitasi pelatihan untuk masyarakat di usia kerja. Program pelatihan dinilai sangatlah penting untuk memaksimalkan potensi generasi muda di Kaltim.
Sehingga setelah mengikuti pelatihan, diharapkan seluruh peserta bisa memiliki modal tambahan untuk bersaing dengan pencari kerja lain.
“Kita bisa bekerja sama dengan BLK (Balai Latihan Kerja) yang ada di Kaltim,” jelasnya, Rabu [08/11/2023]
Dilanjutkannya, keberadaan anak-anak lulusan perguruan tinggi yang belum bekerja dan berstatus sebagai pengangguran ini tentu meresahkan banyak orang tua. Tak jarang, orang tua merasa gelar sarjana ataupun diploma yang berhasil diraih putra-putri mereka jutsru nampak seperti beban ketimbang prestasi. Pasalnya, anak-anak mereka tidak semuanya bisa langsung masuk ke dunia pekerja pasca lulus.
“Dijelaskan, katanya sulit cari kerja karena tidak ada pengalaman, tidak punya sertifikasi. Ini yang harus segera ditangani,” pungkasnya. [sia/ADV DPRD Kaltim]






