SAMARINDA – Salah satu mega proyek Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda, terowongan, selalu menjadi perhatian publik. Pasalnya, terowongan tersebut bakal menjadi solusi kemacetan di Jalan Sultan Alimuddin. Tepatnya di Gunung Manggah.
Pembangunan tersebut diapresiasi oleh Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Anhar. Namun, ada beberapa hal yang ia kritisi.
Ia menekankan agar anggaran yang dialokasikan tersebut harus dimanfaatkan semaksimal mungkin. Mengingat, uang tersebut uang rakyat.
“Tapi kan uang yang ditaruh di situ bukan gengsian tapi sementara itu hampir setengah triliun. Sementara air belum mumpuni di Samarinda,”kritiknya, Selasa (14/5/2024).
Anhar juga melihat bahwa proses pembangunan terowongan tersebut seharusnya memprioritaskan keselamatan masyarakat sekitar. Karena kemacetan terus terjadi di Gunung Manggah.
“Kerawanan kecelakaan tidak terpecahkan masalah ini karena kenapa tanahnya masih seperti itu dan situasi jalannya masih seperti itu,”ujarnya.
Ia menekankan agar tidak ada ruang untuk kesalahan maupun kelalaian selama proses pembangunan terowongan. Adanya evaluasi menyeluruh dalam prosesnya. Khususnya mengenai aspek teknis, keuangan dan dampak lingkungan.
“Dalam pembangunan terowongan tidak ada miskomunikasi, mekanisme, sistem saya pikir. Semua harus dikaji sesuai prosedurnya tapi tidak boleh juga terlalu lama,”kuncinya.(SY/ADV/DPRD Samarinda)






