SAMARINDA – Gubernur Kaltim, Isran Noor menceritakan kisahnya saat berkunjung ke kantor pusat World Bank di Washington DC, AS.
Isran mengatakan ketika itu, dirinya bertemu pimpinan World Bank, lalu dirinya meminta agar difasilitasi penjualan sisa emisi karbon.
“Alhamdulillah difasilitasinya. kita berhasil dan World Bank atau Bank Dunia siap membantu,” ungkap dia belum lama ini.
Bantuan tersebut diperkirakan USD 6 billion atau hampir setara Rp10 triliun bisa didapatkan Kaltim dengan hitungan emisi karbon Kaltim dihargai USD 30 per ton.
Isran Noor memperkirakan, dari program itu Benua Etam mampu menghasilkan 200 juta ton CO2e pada 2024-2025. (*)






