SAMARINDA – Perubahan APBD Kaltim tahun 2023 ini mencapai angka yang cukup mencengangkan. Bagaimana tidak, dalam pembahasan perubahan APBD yang dilakukan beberapa waktu lalu, diketahui pertambahan pemasukan bagi Kaltim mencapai Rp8 triliun lebih.
Menanggapi hal tersebut, Anggota DPRD Kaltim, Sutomo Jabis menekankan agar anggaran pendidikan yang sudah masuk dalam mandatory spending harus bisa dioptimalkan penggunaannya. Khususnya bagi daerah-daerah yang masuk dalam kategori pelosok.
“Anggaran pendidikan jelas mengalami kenaikan. Nah, kenaikan ini yang manfaatnya harus bisa dirasakan masyarakat di seluruh Kaltim. Khususnya di daerah pelosok,” tegasnya, Senin [30/10/2023]
Ia menegaskan, sudah waktunya bagi Pemprov Kaltim untuk tidak lagi fokus pada kebutuhan Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Namun pemerintah harus bisa memaksimalkan anggaran agar bisa terserap dalam program yang tepat.
“Karenanya anggaran yang ad aitu, alokasinya harus lewat perencanaan yang matang,” sambungnya.
Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sutomo Jabir ini juga menyorot kondisi infrastruktur yang ada di Kaltim. Menurutnya, tak sedikit infrastruktur tersebut ada dalam kondisi yang belum layak.
Bahkan disebutkannya, masih banyak kekurangan infratsruktur yang menyebabkan tidak terpenuhinya kebutuhan tiap-tiap rombongan belajar (rombel). Sutomo menambahkan, di beberapa kabupaten/kota di Kaltim, masih banyak siswa yang akhirnya tidak bisa belajar dengan baik karena keterbatasan ruang kelas. [sia/ADV DPRD Kaltim]






