SAMARINDA – Hingga tahun 2022, masih ada setidaknya 7 persen wilayah di Kaltim yang belum merasakan aliran lsitrik. Wakil Ketua DPRD Kaltim, Muhammad Samsun memahami benar jika ada beberapa titik di Kaltim yang terhambat pemenuhan listriknya karena alasan lokasi yang terlalu jauh dari sambungan utama listrik milik PLN.
Karena itu, ia mendorong pemanfaatan energi alternatif melalui sumber Energi Baru Terbarukan (EBT). Samsun menyebut, beberapa daerah di Kaltim sudah bisa memanfaatkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) untuk memenuhi kebutuhan listrik mereka.
“Jadi untuk desa-desa, atau wilayah yang belum teraliri listrik bisa dicarikan splusinya lewat pembangunan PLTS. Di Kukar (Kutai Kartanegara) sudah mulai menggunakan PLTS di beberapa lokasi,” jelas Samsun, Jumat [27/10/2023]
Di tengah perkembangan zaman seperti ini, ketersediaan listrik menjadi salah satu kebutuhan dasar masyarakat. Karena itu, pemenuhannya harus menjadi perhatian bersama, seluruh pihak yang ada di Kaltim. Mulai dari Pemprov Kaltim, hingga ke pemerintah tingkat kabupaten/kota.
Samsun menegaskan, Pemprov Kaltim juga harus bisa memberikan dukungan untuk memaksimalkan upaya pemenuhan listrik di okasi-lokasi yang belum terjangkau listrik.
Salah satu yang bisa dilakukan Pemprov Kaltim adalah dengan memperbanyak pembangunan PLTS Komunal seperti yang sudah dilakukan di beberapa daerah.
“Coba sambil melihat Kukar, dan bisa menjadikan contoh. Penggunaan PLTS untuk pemenuhan kebutuhan listrik bagi daerah jauh dari sambungan listrik PLN,” pungkasnya. [sia/ DPRD KALTIM]






