Pantaukaltim.com, Samarinda – Wakil Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Samri Shaputra mengamini bahwa usulan pembangunan dari masyarakat terus mengalami penambahan tahun ke tahunnya. Bahkan dalam keterangannya, tahun 2024 ini usulan pembangunan yang disampaikan masyarakat, jika ditotal mencapai Rp10 triliun.
Samri menuturkan, usulan-usulan tersebut biasanya disampaikan dalam agenda Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang). Selain itu bisa juga disampaikan ketika pihaknya di DPRD Samarinda melakukan reses atau serap aspirasi.
“Usulannya bertambah terus, tapi mau bagaimana lagi? Itu pasti berasal dari apa yang mereka butuhkan,” ucap dia, Sabtu [13/4/2024].
Hanya saja, ia menjelaskan bahwa masyarakat perlu memahami bahwa tidak semua usulan bisa diakomodir dalam satu waktu. Pasalnya seperti diketahui, ada keterbatasan anggaran dalam APBD Samarinda untuk melaksanakan pembangunan sesuai dengan mau masyarakat.
“Pendanaan kita kan kurang memadai. Tidak bisa semua usulan diakomodir, dan dikerjakan dalam sat waktu,” sambungnya.
Samri menerangkan bahwa penambahan kebutuhan masyarakat yang diusulkan tersebut terjadi karena adanya pertambahan jumlah penduduk, dan kemunculan kawasan-kawasan permukiman dan perumahan baru di Samarinda.
Sekarang banyak orang tinggal di atas tanah-tanah kavlingan. Tidak butuh waktu lama, akan terbentuk perkampungan baru, dan otomatis bertambah lagi kebutuhan pembangunan infrastruktur. Seperti jalan, gang dan lain-lain,” ungkapnya.
Samri meminta kepada masyarakat untuk bisa bersabar. Karena seluruh pembangunan tentu akan dilaksanakan dengan menyesuaikan kemampuan anggaran yang dimiliki pemerintah daerah. [dtn/ADV DPRD SMD]






