SAMARINDA – DPRD Samarinda menyoroti maraknya lahan-lahan yang merupakan aset Pemkot Samarinda yang tidak dimanfaatkan dengan optimal. Sekretaris Komisi IV DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar pun menyebut lahan tersebut sebagai ‘lahan tidur’ yang tidak produktif. Karenanya, ia mendorong agar pemerintah bisa mengoptimalkan pemanfaatan lahan-lahan itu.
Salah satu pemanfaatan lahan yang didorongnya adalah penggunaan lahan tersebut sebagai lokasi untuk mengembangkan sektor pertanian. Ia berpendapat sektor pertanian di Samarinda masih memiliki peluang yang besar untuk memberikan keuntungan ekonomi bagi masyarakat dan daerah.
“Sehingga, roda perekonomian masyarakat ini bisa terus bergerak dan mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat,” tutur dia, pada Rabu [08/11/2023].
Dia mendorong agar pemerintah bisa menjalin kerja sama dengan kelompok–kelompok tani yang ada. Keputusan tersebut menurutnya, bisa memberikan lapangan kerja baru bagi warga Kota Tepian.
Apa bila tidak memungkinkan, ia mengusulkan agar Pemkot Samarinda juga bisa mengelola lahan tersebut dengan bekerja sama dengan pihak ketiga atau pihak swasta. Sehingga lahan tersebut tetap bisa memberikan kontribusi terhadap pendapatan daerah.
“Jadi ada pemasukan tambahan untuk daerah. Nanti tinggal membahas skemanya bagaimana, bisa lewat bagi hasil, atau retribusi yang dibayarkan ke daerah,” sambungnya.
Selain pertanian, Deni juga mempersilakan jika pemerintah ingin mengembangkan lahan tersebut di bidang peternakan. Menurutnya kebutuhan pangan memang tak hanya berkaitan dengan produksi hasil pertanian, namun juga peternakan. [wan/ADV DPRD Samarinda]






