SAMARINDA – Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti menyuarakan kekhawatirannya terkait maraknya judi online yang semakin menjangkiti generasi muda.
Terlebih ia melihat banyaknya dampak buruk dari praktik judi online yang sulit dicegah, terutama karena akses yang mudah melalui gadget yang tidak terpantau oleh orang tua.
“Memang sulit juga untuk menahannya karena semua punya gadget yang bisa mengaksesnya,” ungkap Astuti pada Jumat (10/11/2023).
Pasalya ia menilai bahwa upaya Polresta Samarinda dalam menutup situs judi online sejauh ini telah maksimal, namun ia menyoroti kreativitas seseorang dalam mencari cara baru untuk tetap mengoperasikan judi online.
Terlebih, anak-anak juga dinilainya rawan untuk terlibat dalam perjudian online menjadi perhatian khusus, mengingat kurangnya pengawasan dari orang tua.
“Dengan waktu senggang yang sering digunakan untuk hal-hal yang tidak produktif, anak-anak rentan terdoktrin judi online,” tambahnya.
Politikus Partai Demokrat itu menekankan peran penting orang tua dalam mencegah anak-anak terlibat dalam praktik judi online. Ia mengingatkan bahwa tindakan pencegahan dapat dimulai dengan pemantauan dan komunikasi yang lebih baik antara orang tua dan anak.
“Kenapa bisa anak-anak ini? karena anak-anak ini tidak terpantau oleh orang tuanya. Waktu-waktu senggangnya sering digunakan untuk hal-hal yang tidak produktif,” ungkapnya.
Karenanya, ia mengingatkan orang tua untuk lebih peka terhadap perubahan perilaku anak-anak mereka di rumah. Ia juga menghimbau kepada orang tua agar tidak mengabaikan permasalah ini.
“Jangan anak-anak dianggap biasa saja, di kamar anteng gitu ya ngapain, harus lihat ada barang-barang hilang tidak di rumah,” tandasnya sebagai himbauan kepada orang tua untuk lebih memahami dan mengatasi permasalahan ini. [Dtn/ADV DPRD SMD]






