SAMARINDA – Semakin berkembangnya bidang pekerjaan, membuat dampak tersendiri. Dimana, mampu menurunkan tingkat pengangguran, namun juga bidang pekerjaan di sektor vital pun minim peminat. Seperti petani dan guru.
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sani Bin Husein juga mengomentari fenomena generasi muda yang kurang berminat untuk bekerja sebagai seorang guru.
Sani menilai, minimnya ketertarikan tersebut disebabkan beberapa faktor. Salah satunya penghasilan kecil yang didapatkan seorang guru. Sedangkan adanya bidang pekerjaan sebagai konten kreator yang terhitung cepat mendapatkan penghasilan.
“Kenapa generasi muda lebih tertarik ke yang lain seperti konten kreator, youtuber dan lain lain, ya karena dianggap penghasilannya milyaran. Coba kalau ketemu guru, kasihan, motornya macet, kehabisan bensin, ya kan,”terangnya, Senin (13/5/2024).
Hal tersebut pun dianggap Sani sebagai hal yang wajar dan bukan kesalahan dari guru. Tetapi kurangnya perhatian yang diberikan pemerintah kepada kesejahteraan guru.
“Salahkan pemerintah. Pemerintah harus bertaubat, karena amanah UUD 1945 pasal 33 hasil perbaikan, dikatakan 20 persen APBN dan APBD untuk pendidikan non gaji guru. Jadi pemerintah harus menjalankan amanah Undang-Undang,” tegasnya.
Sani mengusulkan agar Pemerintah Provinsi Kaltim mampu memberikan Bantuan keuangan (Bankeu) yang lebih besar untuk kesejahteraan guru di Kota Samarinda. Mengingat ada SilPa sebesar Rp 2,7 triliun.
“Tidak terpakai 2,7 triliun itu. Coba bayarkan ke guru, tidak rugi kita. Saya tidak berkepentingan karena saya bukan guru, tapi saya diamanahkan untuk memperhatikan kesejahteraan guru,”kuncinya.(SY/ADV/DPRD Samarinda)






