SAMARINDA – Dalam menanggapi masalah banjir yang sering melanda Kota Samarinda, Sekretaris Komisi III DPRD Samarinda, Novan Syahroni Pasie menekankan pentingnya fokus Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda dalam pembangunan infrastruktur penanganan banjir.
Dengan anggaran APBD-P mencapai 4,7 triliun, diharapkan akan memberikan dampak signifikan dalam mengatasi masalah banjir. Meskipun upaya pembangunan drainase telah dilakukan oleh Pemkot Samarinda, ia mengungkapkan bahwa diperlukan strategi tambahan untuk mengatasi masalah banjir.
“Kita perlu memikirkan solusi lain selain hanya mengandalkan drainase. Kota ini memerlukan pendekatan komprehensif dalam menangani masalah ini,” ungkapnya pada Sabtu, (14/10/2023).
“Anggaran sebesar itu harus benar-benar dimaksimalkan. Kami dari DPRD akan terus mendukung upaya Pemkot dalam mewujudkan Samarinda bebas banjir,” sambungnya.
Di sisi lain, Novan tetap memberi apresiasi terhadap kemajuan yang sudah dicapai oleh Wali Kota dan Wakil Wali Kota Samarinda. Sebagai bukti, durasi genangan air saat banjir kini telah berkurang secara signifikan.
“Dulu bisa berhari-hari genangannya, kini hanya hitungan jam. Itu membuktikan adanya perbaikan,” tambahnya.
Kendati demikian, dengan kondisi geografis Samarinda yang rendah, Novan menekankan bahwa komitmen dalam menangani banjir harus tetap menjadi prioritas.
“Kami berharap dengan anggaran 4,7 triliun, langkah konkret dalam menangani banjir akan terus berlanjut. Tidak hanya sebatas pembangunan, namun juga pemeliharaan dan evaluasi,” pungkasnya.[Wan/ADV DPRD Samarinda]






