Pantaukaltim.com, Samarinda – Komisi II DPRD Samarinda menilai pelaksanan program pangan murah melalui Pasar Tani dan Bazar Pangan yang dilaksanakan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Samarinda merupakan program yang sejalan dengan visi pembangunan daerah berkelanjutan.
Hal ini diungkapkan Anggota Komisi II DPRD Samarinda, Laila Fatihah. Ia menjelaskan bahwa pembangunan daerah berkelanjutan dan inklusif harus mengakomodir seluruh lapisan masyarakat agar bisa menikmati hasil pembangunan secara adil dan merata.
“Setidaknya, kalau warga sejahtera mereka akan lebih mudah mengakses pembangunan yang sudah dilaksanakan pemerintah. Selain itu, mewujudkan kesejahteraan untuk seluruh masyarakat bisa dilakukan dengan cara-cara seperti ini, penyediaan bahan pangan murah,” jelas Laila, Senin [15/4/2024].
Namun memang ada sejumlah catatan yang ia berikan terhadap pelaksanaan program tersebut. Seperti pemilihan lokasi untuk Pasar Tani dan Bazar Pangan yang ia anggap masih belum merata.
Karena pasar tani cenderung dilaksanakan di kawasan perkotaan. “Padahal yang perlu pangan murah tidak hanya yang tinggak di pusat kota. Jadi itu yang menjadi catatan kami,” sambungnya.
Ia berharap agar pemerintah daerah dapat segera mengambil langkah konkret dalam mewujudkan pelaksanaan pasar tani dan bazar pangan yang merata di Samarinda.
Sejalan dengan apa yang dilontarkan oleh Wakil Wali Kota Samarinda, Rusmadi Wongso belum lama ini.
“Saya ada minta dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian agar pasar tani dan bazar pangan ini bisa dilaksanakan di daerah Betapus, paling tidak sebulan sekali, karena petaninya dekat dan pasarnya juga hampir setiap hari,” kata Rusmadi. [dtn/ADV DPRD SMD]






