Pantaukaltim.com, Samarinda – Program wali kota Samarinda, Andi Harun – Rusmadi terkait penciptaan 10 ribu pelaku usaha baru dikritik Anggota DPRD Samarinda, Laila Fatiha.
Laila yang juga anggota Panitia Khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) wali kota ini mengatakan program menciptakan10 ribu pelaku usaha tidak hanya soal angka.
Tapi, perlu dukungan untuk keberlanjutan usaha termasuk pelatihan skil dan lainnya.
“Untuk 10 ribu pelaku usaha sudah terlihat berjalan hanya saja banyak kekurangan,” ungkap Laila, Senin [29/8/2024].
Kekurangan menurut Laila, di Samarinda sendiri sudah terdapat sekitar 40 ribu pelaku usaha, tetapi hanya sekitar 15 ribu yang memiliki Nomor Induk Izin Berusaha (NIB).
“Kalau kita katakan tercapai dari 10 ribu target ya tercapai. Tapi kalau kita melihat secara jumlah keseluruhan berarti kita belum memenuhi target,” tambahnya.
Selain itu, kurang tersedia informasi yang diberikan kepada masyarakat. Sehingga banyak masyarakat yang tidak mau terlibat langsung dalam pengurusan administrasi perizinan, seperti kepemilikan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).
“Masyarakat itu baru dengar NPWP saja sudah parno duluan, tidak mau bayar pajak karena takut disalahgunakan,” ujarnya.
Untuk hal itu, Politisi PPP ini menyarankan agar perlu dimaksimalkan sosialisasi yang lebih intensif di tingkat kelurahan dan pemberian pemahaman yang jelas kepada masyarakat. Sebab, atas ketidakcukupan informasi dan pengetahuan yang dimiliki oleh para pelaku usaha juga menjadi sorotan.
Laila mengungkapkan bahwa masyarakat cenderung puas dengan keuntungan yang sudah diperoleh tanpa memikirkan cara untuk meningkatkannya lebih lanjut. [dtn/ADV DPRD SMD]






