SAMARINDA – Berbagai kalangan masyarakat, baik masyarakat dengan perekonomian menengah ke atas, dan menengah ke bawah kerap menjadi korban dari permainan judi online. Bahkan beberapa kasus tindakan kriminal sudah terjadi, dan disebabkan dari kegiatan judi berbasis internet ini. Karena itu, menurut Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, Puji Setyowati diperlukan peran serta seluruh pihak untuk setidaknya guna meminimalisir aktivitas judi online di kalangan masyarakat, khususnya masuyarakat Kaltim.
Ia mengajak berbagai pihak, mulai dari tokoh agama, tokoh masyarakat dan pihak-pihak yang bergerak di dunia pendidikan untuk terlibat dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat untuk berhenti melakukan judi online.
“Orang tua khususnya, dan juga keluarga. Supaya ke depan, jangan ada lagi masyarakat kita yang jadi korban,” tutur Puji, Senin [30/10/2023]
Politisi Partai Demokrat ini menambahkan, kegiatan judi online yang tidak dibatasi akan berpeluang menimbulkan kecanduan bagi pemainnya. Banyak masyarakat yang masih belum sadar bahwa permainan-permainan yang ada dalam judi online merupakan program komputer yang sudah diatur sedemikian rupa untuk memanipulasi emosional pemainnya.
“Sebenarnya satu-satunya yang dapat keuntungan besar itu ya bandar judi. Mereka yang punya permainan, yang bermain justru kalah,” terangnya lagi.
Dia berharap para pemain judi online bisa segera sadar akan potensi kerugian dan berbagai dampak negatif yang menanti mereka jika tidak segera berhenti. Karena judi online sejatinya dapat memberikan pengaruh negatif terhadap kondisi mental dan psikologis seseorang. [sia/ADV DPRD Kaltim]






