Survei Litbang Kompas: Sering Dapat Bansos Jadi Alasan Puas terhadap Pemerintah

Calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto (kiri) bersama Gibran Rakabuming Raka (kanan) bersiap mengikuti rapat pleno terbuka penetapan pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden terpilih Pemilu 2024 di depan Gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jakarta, Rabu (24/4/2024). ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/aww.(Antara Foto/Aprillio Akbar)

JAKARTA – Responden dalam Survei Litbang Kompas menyatakan puas terhadap kinerja 100 hari Presiden dan Wakil Presiden Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka. Salah satu alasannya adalah lantaran sering mendapatkan bantuan sosial alias bansos. Berdasarkan data Survei Kepemimpinan Nasional 100 Hari Pemerintahan Prabowo – Gibran yang dirilis Litbang Kompas, sebanyak 14,4 persen responden menyatakan alasan puas terhadap pemerintah adalah karena sering mendapatkan bansos, misalnya jaminan kesehatan masyarakat, Bantuan Langsung Tunai (BLT), dan Program Keluarga Harapan (PKH). Adapun alasan terbesar kepuasan responden terhadap pemerintah adalah karena kinerja yang ditunjukkan baik, dinyatakan oleh 30,2 persen responden.

Kemudian, sebanyak 18,1 persen responden menyatakan alasan puas terhadap pemerintah adalah karena kepemimpinan yang merakyat.

Secara umum dalam bidang ekonomi, 74,5 persen responden menyatakan puas terhadap kinerja pemerintah. Sisanya, yakni sebanyak 25,5 persen menyatakan tidak puas. Litbang Kompas melaporkan, indeks kepuasan kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran adalah 80,9 persen responden menyatakan puas. Sementara itu, 19,1 persen responden menyatakan tidak puas. Adapun tingkat keyakinan umum terhadap kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran adalah 89,4 persen responden merasa yakin, sementara 10,6 persen responden mengaku tidak yakin.

Sebagai informasi, dalam melakukan survei ini, Litbang Kompas melakukan survei periodik dengan wawancara tatap muka, selama periode 4 sampai 10 Januari 2025. Sebanyak 1.000 responden dipilih secara acak menggunakan metode pencuplikan sistematis bertingkat di 38 provinsi Indonesia.

Adapun tingkat kepercayaan sebesar 95 persen. Sementara itu, “margin of error” penelitian sekitar 3,10 persen dalam kondisi penarikan sampel acak sederhana. Meskipun demikian, kesalahan di luar pemilihan sampel dimungkinkan terjadi. Survei dibiayai sepenuhnya oleh Harian Kompas (PT Kompas Media Nusantara).

Bansos yang diberikan Prabowo-Gibran

Sederet program bantuan sosial (bansos) dipastikan bakal berlanjut di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Beberapa bansos yang tetap berlanjut adalah Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT). PKH adalah program pemberian bantuan tunai bersyarat yang diberikan kepada keluarga penerima manfaat (KPM) dengan tujuan untuk mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Pencairan PKH berlangsung selama 4 tahap dalam satu tahun. Adapun Bantuan Pangan Non-Tunai atau BPNT adalah program bantuan sosial yang diberikan kepada masyarakat kurang mampu dalam bentuk nontunai.

Bantuan ini diberikan dalam bentuk pangan kepada keluarga penerima manfaat (KPM) setiap bulannya dengan nominal Rp 200.000. Ini disalurkan dengan mekanisme akun elektronik yang bisa digunakan untuk membeli pangan di e-Warung PKH atau pedagang yang bekerja sama dengan Bank Himbara. Pemerintah juga menyalurkan beberapa jenis bansos pada tahun 2025. Presiden Prabowo telah menyetujui bantuan sosial alias bansos beras 10 kilogram (kg) untuk enam bulan pada tahun ini.

“Bapak Presiden Prabowo sudah merestui bantuan pangan beras selama enam bulan tahun 2025. Jadi Januari, lalu Februari. Kemudian yang empat bulan lagi, nanti disesuaikan kapan bulannya,” kata Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi dalam keterangan tertulis. Baca juga: Prabowo Lanjutkan Bansos Beras untuk Januari-Februari 2025 Pemerintah juga akan menanggung iuran jaminan kesehatan BPJS sebesar Rp 42.000 per bulan untuk individu dari keluarga berpenghasilan rendah. Program ini diperuntukkan bagi yang terdaftar di DTKS dengan data kependudukan yang valid.

Bansos diklaim bantu warga keluar dari garis kemiskinan

Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengeklaim, 12.000 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) atau keluarga penerima bantuan sosial (Bansos) sudah mentas dari garis kemiskinan. Adapun program graduasi bisa dicapai setelah penerima bansos mendapatkan pendampingan, modal usaha, dan pelatihan pemberdayaan sehingga mereka bisa mandiri secara ekonomi dari kucuran bantuan pemerintah.

“Ini yang terdegradasi tahun ini 12.000 KPM yang target kita tahun depan bisa 340 ribu. Ini target tahun depan, tapi yang tahun ini terdegradasi 12 ribu lebih. Doakan tahun depan bisa naik signifikan lebih,” ujar Saifullah dalam konferensi pers di Kantor Kemensos, Jakarta, Selasa (31/12/2024).

Saifullah menuturkan, dalam menjalankan program ini, Kemensos tidak mengurangi jaring pengaman atau social protection yang membantu masyarakat miskin. Jaring pengaman itu adalah program Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos) berupa alokasi bansos KPM dan Program Keluarga Harapan (PKH) yang menghabiskan 80 persen anggaran Kemensos.

[Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Survei Litbang Kompas: Sering Dapat Bansos Jadi Alasan Puas terhadap Pemerintah”, Klik untuk baca: https://money.kompas.com/read/2025/01/20/020000826/survei-litbang-kompas–sering-dapat-bansos-jadi-alasan-puas-terhadap?page=1. ]

Print Friendly, PDF & Email
news-1012

yakinjp


sabung ayam online

yakinjp

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

judi bola online

slot thailand

yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

ayowin

mahjong ways

judi bola online

mahjong ways 2

10101

10102

10103

10104

10105

10106

10107

10108

10109

10110

10221

10222

10223

10224

10225

10226

10227

10228

10229

10230

11000

11001

11002

11003

11004

11005

11006

11007

11008

11009

12001

12002

12003

12004

12005

12006

12007

12008

12009

12010

10111

10112

10113

10114

10115

10231

10232

10233

10234

10235

10236

10237

10238

10239

10240

11010

11011

11012

11013

11014

11015

11016

11017

11018

11019

12011

12012

12013

12014

12015

12016

12017

12018

12019

12020

10116

10117

10118

10119

10120

10121

10122

10123

10124

10125

10126

10127

10128

10129

10130

10206

10207

10208

10209

10210

10211

10212

10213

10214

10215

10216

10217

10218

10219

10220

11020

11021

11022

11023

11024

11025

11026

11027

11028

11029

11030

11031

11032

11033

11034

12021

12022

12023

12024

12025

12026

12027

12028

12029

12030

12031

12032

12033

12034

12035

9041

9042

9043

9044

9045

10196

10197

10198

10199

10200

10201

10202

10203

10204

10205

11035

11036

11037

11038

11039

11040

11041

11042

11043

11044

10026

10027

10028

10029

10030

10141

10142

10143

10144

10145

10146

10147

10148

10149

10150

10181

10182

10183

10184

10185

10186

10187

10188

10189

10190

10191

10192

10193

10194

10195

11045

11046

11047

11048

11049

11050

11051

11052

11053

11054

11055

11056

11057

11058

11059

12036

12037

12038

12039

12040

12041

12042

12043

12044

12045

12046

12047

12048

12049

12050

10151

10152

10153

10154

10155

10156

10157

10158

10159

10160

10161

10162

10163

10164

10165

10166

10167

10168

10169

10170

10171

10172

10173

10174

10175

10176

10177

10178

10179

10180

11060

11061

11062

11063

11064

11065

11066

11067

11068

11069

11070

11071

11072

11073

11074

12051

12052

12053

12054

12055

12056

12057

12058

12059

12060

10086

10087

10088

10089

10090

10091

10092

10093

10094

10095

10096

10097

10098

10099

10100

11000

11001

11002

11003

11004

11005

11006

11007

11008

11009

news-1012