SAMARINDA – Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda, Samri Shaputra, menyampaikan keprihatinannya terkait sejumlah proyek pembangunan di kota tersebut yang hingga kini belum mencapai target penyelesaian yang seharusnya sudah rampung pada akhir 2023. Proyek-proyek yang masih berlangsung termasuk pembangunan terowongan, Teras Samarinda, revitalisasi Pasar Pagi, dan GOR Segiri.
“Beberapa proyek ini tidak mencapai target penyelesaian yang seharusnya rampung pada akhir 2023 lalu,” ujar Samri pada Senin, 26 Februari 2024.
Ia menyoroti pembangunan Pasar Pagi yang kabarnya baru akan dilakukan pembongkaran pada Maret 2024 mendatang. Selain itu, masih terdapat polemik dengan 48 pemilik ruko yang terdampak pembangunan di Jalan Mas Tumenggung.
Samri, yang menempati kursi di Komisi II DPRD Samarinda, menegaskan bahwa setiap pembangunan harus disertai perencanaan yang matang, termasuk dalam menghadapi dampak sosial. Ia mengingatkan agar program pembangunan tidak hanya menghabiskan waktu untuk menyelesaikan berbagai permasalahan sosial yang muncul.
Walau memahami keinginan Wali Kota Samarinda untuk menyelesaikan proyek sebelum masa jabatannya berakhir, Samri mengingatkan bahwa terburu-buru dalam pekerjaan dapat mengakibatkan hasil akhir yang kurang maksimal. Ia menyoroti gangguan terhadap kontraktor yang bekerja akibat urusan masalah sosial dan dampak lainnya.
“Kontraktor yang bekerja juga terganggu karena urusan masalah sosial dan dampak lainnya. Itu urusan pemerintah sebenarnya, jadi itu harus dituntaskan dahulu baru melanjutkan agar pekerjaannya lancar dan tidak menimbulkan masalah baru,” ungkapnya.
Meski demikian, Samri tetap mendukung seluruh pembangunan yang dilakukan oleh Pemkot Samarinda dengan harapan memberikan kenyamanan bagi masyarakat dan meningkatkan kualitas kota. Ia menekankan perlunya memastikan bahwa pembangunan tidak hanya memberikan manfaat, tetapi juga tidak menimbulkan kesulitan baru bagi masyarakat. [Re/ADV/DPRD Kota Samarinda]






