Samarinda — Gubernur Kalimantan Timur Rudi Mas’ud menyoroti tingginya kasus kekerasan terhadap anak di Kaltim, di mana sekitar 60 persen korban kekerasan yang tercatat merupakan anak-anak. Kondisi ini disebut mengkhawatirkan dan harus menjadi perhatian serius seluruh pihak, baik pemerintah, sekolah, komunitas, maupun keluarga.
Rudi menegaskan bahwa perlindungan anak tidak bisa ditunda dan harus menjadi agenda prioritas pembangunan daerah. Menurutnya, setiap anak di Kaltim berhak tumbuh dalam lingkungan yang aman, layak, dan bebas dari segala bentuk kekerasan.
“Angka ini alarm bagi kita semua. Masa depan Kaltim bergantung pada generasi mudanya. Kita wajib memastikan setiap anak terlindungi dari kekerasan, eksploitasi, dan perlakuan tidak manusiawi,” tegas Gubernur Rudi.
Perkuat Sistem Pencegahan Berbasis Komunitas
Pemerintah Provinsi Kaltim akan memperkuat program pencegahan kekerasan berbasis keluarga, pendidikan, dan komunitas. Rudi meminta seluruh perangkat daerah meningkatkan koordinasi dengan lembaga terkait untuk memastikan deteksi dini berjalan efektif.
Ia menekankan pentingnya edukasi tentang pola pengasuhan positif, peningkatan kapasitas guru dan tenaga sosial, serta memperluas jaringan relawan perlindungan anak di desa dan kelurahan.
“Pencegahan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Semua lapisan masyarakat harus terlibat mengawasi, melapor, dan melindungi,” ujarnya.
Optimalisasi Layanan Pengaduan dan Pendampingan
Pemprov juga berkomitmen memperkuat layanan pengaduan, unit perlindungan perempuan dan anak, serta pendampingan psikologis dan hukum bagi korban. Rudi meminta layanan tersebut dibuat lebih responsif dan mudah diakses, terutama bagi masyarakat di wilayah pelosok.
Selain itu, digitalisasi kanal pelaporan juga akan dipercepat untuk memperluas jangkauan dan memudahkan masyarakat melaporkan kejadian kekerasan.
Kolaborasi dengan Aparat Penegak Hukum
Gubernur menegaskan bahwa penanganan kasus kekerasan harus dilakukan secara tegas. Ia mendorong sinergi lebih kuat antara Pemprov, kepolisian, kejaksaan, dan lembaga perlindungan anak agar pelaku kekerasan dapat diproses sesuai hukum.
“Tidak boleh ada toleransi untuk pelaku kekerasan terhadap anak. Negara harus hadir melindungi yang lemah,” tegasnya.
Komitmen Jangka Panjang untuk Generasi Kaltim
Rudi Mas’ud menegaskan bahwa perlindungan anak adalah investasi jangka panjang bagi masa depan Kaltim. Ia berkomitmen memperluas program pemenuhan hak anak, pembangunan ruang bermain ramah anak, peningkatan kualitas pendidikan, dan penguatan kesejahteraan keluarga.
“Anak-anak adalah aset terbesar Kaltim. Kita harus memastikan mereka tumbuh sehat, terlindungi, dan mampu menjadi generasi yang membanggakan,” tutupnya. [zk/adv diskominfo kaltim]






