Samarinda — Di tengah hiruk-pikuk aktivitas perkuliahan dan tuntutan biaya pendidikan yang kian tinggi, Asti, mahasiswa Poltekkes Kalimantan Timur, menemukan angin segar lewat hadirnya Program GratisPOL. Bagi dirinya, program ini bukan sekadar bantuan finansial, tetapi penyelamat perjalanan akademik yang sempat terancam terganjal biaya.
Asti tumbuh dalam keluarga sederhana. Ayah dan ibunya bekerja sebagai karyawan swasta, berupaya memenuhi kebutuhan tiga anak mereka dengan penghasilan yang tidak selalu stabil. Di tengah pengeluaran rumah tangga yang padat, biaya UKT menjadi salah satu beban terbesar yang harus dipikirkan setiap semester.
“Program GratisPOL sangat membantu dalam memenuhi kebutuhan pembiayaan UKT/SPP, yang merupakan komponen biaya pendidikan yang paling krusial,” ungkap Asti dengan nada lega.
Ia mengakui tekanan biaya pendidikan sering kali menjadi alasan banyak mahasiswa kesulitan melanjutkan studi. Tidak sedikit yang terpaksa menunda semester, bekerja lebih keras di luar kuliah, bahkan mundur dari bangku pendidikan karena keterbatasan ekonomi. Namun kehadiran GratisPOL, menurutnya, menghapus hambatan itu.
“Pengaruhnya terhadap kelancaran studi sangat besar karena menghilangkan hambatan finansial yang bisa menyebabkan mahasiswa putus kuliah atau kesulitan membayar,” jelasnya, Selasa(18/11/2025).
Bukan hanya bagi dirinya, program ini juga membawa dampak besar bagi keluarganya. Dengan hilangnya beban UKT, orang tua Asti dapat mengalihkan pengeluaran untuk kebutuhan lain yang tak kalah penting, mulai dari biaya hidup hingga kebutuhan akademik ketiga anak mereka.
“Program GratisPOL memengaruhi kondisi ekonomi keluarga secara positif, terutama dengan menghilangkan beban pembayaran UKT yang besar. Dana tersebut bisa dipakai untuk kebutuhan lain,” kata Asti.
Bagi mahasiswa seperti dirinya, program ini bukan sekadar mengurangi angka pengeluaran. Lebih dari itu, GratisPOL menumbuhkan kembali rasa percaya diri, ketenangan belajar, dan motivasi untuk menyelesaikan studi tepat waktu. Tanpa bayang-bayang tunggakan, ia dapat fokus pada praktik, tugas lapangan, dan perjalanan akademik yang menuntut banyak energi.
“Semoga program ini selalu ada dan berjalan lancar hingga kami lulus kuliah nanti, atau tetap ada hingga tahun-tahun yang akan datang,” harapnya.
Bagi Asti dan ribuan mahasiswa lainnya, GratisPOL bukan sekadar kebijakan pemerintah. Program ini adalah ruang kesempatan—sebuah jembatan bagi generasi muda untuk tetap bersekolah, berjuang, dan meraih mimpi tanpa harus menyerah pada keadaan ekonomi. [min/adv/diskominfo kaltim]






