Samarinda — Gubernur Kalimantan Timur Rudi Mas’ud mengajak seluruh masyarakat, dunia usaha, serta pemerintah kabupaten/kota untuk memperkuat komitmen menjaga kelestarian hutan dan melindungi ekosistem Pesut Mahakam, satwa endemik yang kini berstatus kritis (critically endangered).
Rudi menegaskan bahwa hutan Kaltim bukan hanya sumber daya ekonomi, tetapi juga rumah bagi beragam spesies yang menjadi identitas daerah, termasuk pesut. Ia mengatakan bahwa kerusakan hutan, pencemaran sungai, dan aktivitas manusia yang tidak terkontrol memberi tekanan besar terhadap keberlangsungan populasi pesut.
“Hutan dan Sungai Mahakam adalah warisan alam yang harus kita jaga bersama. Pesut adalah simbol kebanggaan Kaltim. Jika kita tidak menjaga ekosistemnya, kita kehilangan bagian dari jati diri daerah,” ujar Rudi.
Perkuat Upaya Konservasi dan Pengawasan Sungai
Gubernur meminta OPD teknis meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas yang berpotensi merusak ekosistem sungai, seperti limbah industri, penangkapan ikan menggunakan alat berbahaya, dan lalu lintas kapal yang tidak teratur.
Ia juga mendorong kolaborasi dengan komunitas lokal, peneliti, dan organisasi lingkungan untuk memantau habitat pesut dan memperkuat program konservasi.
“Upaya menyelamatkan pesut harus berbasis data dan kolaborasi. Kita libatkan masyarakat lokal sebagai garda depan penjaga sungai,” katanya.
Jaga Hutan Kaltim sebagai Benteng Keanekaragaman Hayati
Selain ekosistem sungai, Rudi menekankan pentingnya menjaga kawasan hutan Kaltim yang menjadi penopang kehidupan bagi manusia maupun satwa liar. Ia menyoroti risiko deforestasi, pembukaan lahan ilegal, dan kebakaran hutan yang harus dikendalikan secara serius.
Pemprov, katanya, terus memperkuat program rehabilitasi hutan, patroli terpadu, dan penerapan teknologi deteksi dini kebakaran.
“Hutan adalah paru-paru Kaltim. Jika hutan rusak, dampaknya dirasakan semua makhluk, termasuk pesut yang sangat bergantung pada kesehatan lingkungan,” paparnya.
Edukasi Lingkungan untuk Generasi Muda
Gubernur juga menekankan perlunya memperluas edukasi lingkungan kepada pelajar dan pemuda. Menurutnya, kesadaran sejak dini akan menentukan keberlanjutan upaya pelestarian.
“Anak muda Kaltim harus menjadi generasi penjaga hutan dan sungai. Mereka penerus yang menentukan masa depan lingkungan kita,” tegasnya.
Komitmen Kaltim Menuju Pembangunan Berkelanjutan
Rudi Mas’ud menegaskan bahwa pembangunan Kaltim harus tetap selaras dengan perlindungan lingkungan. Ia menyebut bahwa keseimbangan antara ekonomi dan ekologi adalah fondasi penting bagi masa depan Kaltim, terutama sebagai penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).
“Kita ingin Kaltim maju, tetapi tetap hijau. Hutan terjaga, pesut terlindungi, dan masyarakat sejahtera—itulah visi pembangunan berkelanjutan yang kami dorong,” tutupnya. [zk/adv diskominfo kaltim]






