Samarinda — Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menargetkan perluasan lahan sawah hingga 22.000 hektare pada tahun 2026 sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan dan mengurangi ketergantungan pasokan beras dari luar daerah. Target ini disampaikan langsung oleh Gubernur Kaltim Rudi Mas’ud sebagai bagian dari agenda prioritas sektor pertanian.
Rudi menegaskan bahwa Kaltim memiliki peluang besar untuk mengembangkan produksi pangan, terutama di kawasan pedalaman dan daerah berbasis pertanian. Menurutnya, perluasan lahan sawah merupakan strategi penting untuk memastikan ketersediaan pangan lokal yang stabil dan terjangkau.
“Kaltim harus mandiri pangan. Target 22.000 hektare lahan sawah pada 2026 adalah langkah nyata untuk memperkuat produksi beras dan meningkatkan kesejahteraan petani,” ujar Gubernur Rudi.
Optimalkan Lahan Tidur dan Bukaan Baru
Pemprov Kaltim akan mengoptimalkan lahan tidur, memperkuat irigasi, serta membuka kawasan pertanian baru yang potensial. Daerah seperti Kutai Kartanegara, Paser, Penajam Paser Utara, dan sebagian wilayah Kutai Timur menjadi lokasi prioritas ekspansi.
“Banyak lahan tidak produktif yang bisa kita ubah menjadi sawah. Dengan teknologi modern dan pendampingan petani, produktivitas dapat ditingkatkan,” tambahnya.
Dukungan Sarana Pertanian dan Teknologi
Selain penambahan lahan, Pemprov juga menyiapkan dukungan alat mesin pertanian modern (alsintan), benih unggul, hingga pupuk yang lebih terjangkau. Gubernur Rudi menegaskan bahwa perluasan lahan harus sejalan dengan peningkatan kualitas produksi, bukan hanya penambahan area.
“Kami ingin petani merasa terbantu. Program ini tidak boleh membebani, tetapi harus meningkatkan ekonomi desa,” tegasnya.
Perkuat Kolaborasi dengan Kabupaten/Kota
Untuk mencapai target 22.000 hektare, Pemprov Kaltim akan menjalin kolaborasi erat dengan pemerintah kabupaten/kota serta kelompok tani. Pemprov juga meminta dukungan koordinasi pemerintah pusat, khususnya untuk pembangunan irigasi dan penyediaan sarana prasarana pendukung.
Menuju Kemandirian Pangan Kaltim
Rudi menekankan bahwa perluasan lahan sawah adalah langkah strategis jangka panjang untuk memastikan Kaltim tidak hanya bergantung pada sektor tambang, tetapi juga memiliki fondasi ekonomi berbasis pertanian yang kuat.
“Kaltim harus siap menghadapi masa depan, termasuk sebagai penyangga pangan Ibu Kota Nusantara. Kita ingin daerah ini mandiri, sejahtera, dan berkelanjutan,” tutupnya. [zk/adv diskominfo kaltim]






