Samarinda – Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda Sri Puji Astuti, sebut ada banyak masalah pendidikan di Samarinda.
Dia menyebutkan masalah dalam pendidikan yakni berbicara tiga hal, siswanya, infrastrukturnya, dan Sumber Daya Manusia (SDM) atau yang mengajar.
“Sedangkan tiga pilar pendidikan adalah pemerintah, orang tua dan masyarakat. Sekarang kita tambah lagi dunia usaha, itu termasuk juga dan media massa,” kata perempuan yang akrab disapa Puji itu, Kamis (25/1/2024).
Dia meminta semua sektor itu harus seperti pentahelix, harus berkontribusi untuk mengantisipasi masalah yang memang sangat banyak.
Mulai pada masalah infrastruktur di Samarinda, untuk sekolah-sekolah. Puji menjelaskan Samarinda punya sekitar 830 satuan pendidikan mulai PAUD sampai SMP.
“Seperempatnya itu negeri, sebagian besarnya itu swasta. Terutama PAUD itu harus ada di setiap RT, walaupun baru 45 persen RT yang punya dari 1992 RT yang ada di Samarinda,” jelasnya.
Itu baru dari segi bangunan sekolahnya, dia juga menjelaskan terkait kesiapan sanitasi di sekolah. Termasuk juga ketersediaan airnya dan toilet.
“Drainasenya seperti apa, karena ada sekolah-sekolah yang rawan banjir dan rawan bencana, rawan longsor dan sebagainya,” imbuhnya.
Lalu, masalah lahan, di mana ada beberapa sekolah yang lahannya belum jelas. Karena hanya menempati tanah hibah atau wakaf saja dan kasus seperti itu masih banyak terjadi.[wan/ADV/DPRD Kota Samarinda]






