Kutai Kartanegara – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) memastikan implementasi Kurikulum Merdeka tetap berlanjut, meskipun ada wacana penghapusan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).
Sekretaris Daerah Kukar, Dr. H. Sunggono, M.Si., menegaskan bahwa perubahan yang terjadi bersifat strategis, bukan mencabut kurikulum. “Kurikulum Merdeka tetap menjadi arah utama pendidikan kita. Perubahan hanya pada strategi pelaksanaan, salah satunya adalah kemungkinan penggantian P5 agar lebih sesuai dengan kebutuhan daerah,” ujarnya, Selasa (9/7/2025).
Ia juga menekankan pentingnya pembelajaran mendalam (deep learning) yang menumbuhkan pemahaman dan pola pikir kritis siswa. Selain itu, Sunggono menyoroti persoalan sistem zonasi pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), yang menurutnya masih terus dievaluasi agar lebih adil dan akomodatif.
“Kita tidak bisa berharap siswa berkembang kalau gurunya tidak berkembang. Maka kami dorong guru untuk terus belajar dan berinovasi,” tambahnya, menyambut program “Satu Hari Guru Belajar” dari Kemendikbud.
*Dengan semangat perubahan dan inovasi, Pemkab Kukar berharap pendidikan bukan hanya mencerdaskan, tetapi juga membentuk generasi tangguh yang siap menghadapi tantangan zaman.(adv/Diskominfo Kukar)






