Puluhan Tongkang Batu Bara Menganggur di Sungai Mahakam, RKAB 2026 Belum Terbit, Ancaman PHK Mengintai

SAMARINDA — Pemandangan tak biasa terlihat di sepanjang alur Sungai Mahakam dalam beberapa hari terakhir. Puluhan tongkang batu bara terparkir tanpa muatan, berjajar dari hulu hingga hilir. Aktivitas pengangkutan yang biasanya padat kini nyaris lumpuh.

Kondisi ini terjadi karena belum satu pun perusahaan tambang berani memulai produksi untuk tahun 2026. Penyebabnya, dokumen Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026 dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral belum diterbitkan.

Perusahaan Tahan Produksi

Sejumlah pelaku usaha tambang di Kalimantan Timur memilih menahan aktivitas operasional lantaran khawatir berproduksi tanpa payung hukum yang jelas. RKAB merupakan dokumen wajib yang menjadi dasar legal kegiatan produksi dan penjualan batu bara setiap tahun.

Tanpa persetujuan RKAB, perusahaan berisiko dianggap melanggar ketentuan perizinan. Situasi ini membuat manajemen perusahaan mengambil langkah konservatif: menghentikan sementara produksi, termasuk aktivitas hauling dan pengapalan.

Akibatnya, tongkang-tongkang yang biasa hilir mudik mengangkut batu bara kini hanya terparkir, menunggu kepastian regulasi.

Alasan RKAB Belum Terbit

Informasi yang beredar di kalangan pelaku usaha menyebutkan, belum terbitnya RKAB 2026 berkaitan dengan proses evaluasi menyeluruh oleh ESDM. Pemerintah pusat dikabarkan tengah melakukan penyesuaian kebijakan produksi nasional, sinkronisasi data cadangan, serta pengendalian kuota untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan dalam negeri (DMO).

Selain itu, proses verifikasi administrasi dan teknis terhadap dokumen pengajuan RKAB perusahaan disebut lebih ketat tahun ini. Pemerintah ingin memastikan aspek kepatuhan lingkungan, kewajiban reklamasi, pembayaran PNBP, serta realisasi produksi tahun sebelumnya telah sesuai sebelum menyetujui rencana produksi baru.

Namun hingga memasuki awal triwulan pertama 2026, kepastian tersebut belum juga keluar.

Ancaman PHK Massal

Mandeknya produksi berpotensi menimbulkan efek domino. Sektor batu bara selama ini menjadi tulang punggung ekonomi Kalimantan Timur. Ribuan tenaga kerja terserap langsung di tambang, belum termasuk pekerja di sektor pendukung seperti kontraktor, transportasi, perbengkelan, pelabuhan, hingga UMKM sekitar tambang.

Jika kondisi ini berlarut-larut, perusahaan diperkirakan tak mampu menanggung beban operasional tanpa pemasukan. Risiko pengurangan jam kerja, merumahkan karyawan, hingga pemutusan hubungan kerja (PHK) massal pun membayangi.

“Kalau produksi tidak jalan satu sampai dua bulan saja, dampaknya sudah terasa. Cash flow perusahaan terganggu. Biasanya yang pertama terdampak adalah pekerja kontrak dan harian,” ujar Rudi Prianto, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Pertambangan Rakyat Indonesia (APPRI), Rabu (4/3/2026).

Dampak ke Roda Ekonomi Kaltim

Kontribusi sektor pertambangan dan penggalian terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kalimantan Timur sangat dominan. Ketika produksi batu bara terhenti, dampaknya tidak hanya dirasakan perusahaan besar, tetapi juga menjalar ke perbankan, jasa logistik, hingga daya beli masyarakat.

Perputaran uang di daerah berisiko melambat. Pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pertambangan pun terancam turun jika produksi dan penjualan tidak segera berjalan.

Di sisi lain, pemerintah daerah menghadapi dilema. Di satu pihak, kepastian regulasi dari pusat menjadi kewenangan ESDM. Di pihak lain, stabilitas ekonomi daerah sangat bergantung pada cepat atau lambatnya RKAB diterbitkan.

Menunggu Kepastian

Kini, pelaku usaha dan pekerja tambang hanya bisa menunggu keputusan dari Kementerian ESDM. Puluhan tongkang yang terparkir di Sungai Mahakam menjadi simbol tertahannya denyut ekonomi batu bara Kaltim.

Jika dalam waktu dekat RKAB 2026 belum juga terbit, bukan tidak mungkin Kalimantan Timur akan menghadapi tekanan ekonomi serius, dengan ancaman PHK massal dan perlambatan pertumbuhan yang sulit dihindari. [*]

Print Friendly, PDF & Email
news-1701

sabung ayam online

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

slot thailand

yakinjp

yakinjp

yakin jp

yakinjp id

maujp

maujp

maujp

maujp

sabung ayam online

sabung ayam online

judi bola online

sabung ayam online

judi bola online

slot mahjong ways

slot mahjong

sabung ayam online

judi bola

live casino

sabung ayam online

judi bola

live casino

SGP Pools

slot mahjong

sabung ayam online

slot mahjong

SLOT THAILAND

post 138000906

post 138000907

post 138000908

post 138000909

post 138000910

post 138000911

post 138000912

post 138000913

post 138000914

post 138000915

post 138000916

post 138000917

post 138000918

post 138000919

post 138000920

post 138000921

post 138000922

post 138000923

post 138000924

post 138000925

cuaca 228000651

cuaca 228000652

cuaca 228000653

cuaca 228000654

cuaca 228000655

cuaca 228000656

cuaca 228000657

cuaca 228000658

cuaca 228000659

cuaca 228000660

cuaca 228000661

cuaca 228000662

cuaca 228000663

cuaca 228000664

cuaca 228000665

cuaca 228000666

cuaca 228000667

cuaca 228000668

cuaca 228000669

cuaca 228000670

cuaca 228000671

cuaca 228000672

cuaca 228000673

cuaca 228000674

cuaca 228000675

cuaca 228000676

cuaca 228000677

cuaca 228000678

cuaca 228000679

cuaca 228000680

cuaca 228000681

cuaca 228000682

cuaca 228000683

cuaca 228000684

cuaca 228000685

cuaca 228000686

cuaca 228000687

cuaca 228000688

cuaca 228000689

cuaca 228000690

cuaca 228000691

cuaca 228000692

cuaca 228000693

cuaca 228000694

cuaca 228000695

cuaca 228000696

cuaca 228000697

cuaca 228000698

cuaca 228000699

cuaca 228000700

cuaca 228000701

cuaca 228000702

cuaca 228000703

cuaca 228000704

cuaca 228000705

cuaca 228000706

cuaca 228000707

cuaca 228000708

cuaca 228000709

cuaca 228000710

post 238000581

post 238000582

post 238000583

post 238000584

post 238000585

post 238000586

post 238000587

post 238000588

post 238000589

post 238000590

post 238000591

post 238000592

post 238000593

post 238000594

post 238000595

post 238000596

post 238000597

post 238000598

post 238000599

post 238000600

post 238000601

post 238000602

post 238000603

post 238000604

post 238000605

post 238000606

post 238000607

post 238000608

post 238000609

post 238000610

info 328000551

info 328000552

info 328000553

info 328000554

info 328000555

info 328000556

info 328000557

info 328000558

info 328000559

info 328000560

info 328000561

info 328000562

info 328000563

info 328000564

info 328000565

info 328000566

info 328000567

info 328000568

info 328000569

info 328000570

berita 428011461

berita 428011462

berita 428011463

berita 428011464

berita 428011465

berita 428011466

berita 428011467

berita 428011468

berita 428011469

berita 428011470

berita 428011471

berita 428011472

berita 428011473

berita 428011474

berita 428011475

berita 428011476

berita 428011477

berita 428011478

berita 428011479

berita 428011480

berita 428011481

berita 428011482

berita 428011483

berita 428011484

berita 428011485

berita 428011486

berita 428011487

berita 428011488

berita 428011489

berita 428011490

kajian 638000036

kajian 638000037

kajian 638000038

kajian 638000039

kajian 638000040

kajian 638000041

kajian 638000042

kajian 638000043

kajian 638000044

kajian 638000045

kajian 638000046

kajian 638000047

kajian 638000048

kajian 638000049

kajian 638000050

kajian 638000051

kajian 638000052

kajian 638000053

kajian 638000054

kajian 638000055

kajian 638000056

kajian 638000057

kajian 638000058

kajian 638000059

kajian 638000060

kajian 638000061

kajian 638000062

kajian 638000063

kajian 638000064

kajian 638000065

article 788000031

article 788000032

article 788000033

article 788000034

article 788000035

article 788000036

article 788000037

article 788000038

article 788000039

article 788000040

article 788000041

article 788000042

article 788000043

article 788000044

article 788000045

article 788000046

article 788000047

article 788000048

article 788000049

article 788000050

article 788000051

article 788000052

article 788000053

article 788000054

article 788000055

article 788000056

article 788000057

article 788000058

article 788000059

article 788000060

article 788000061

article 788000062

article 788000063

article 788000064

article 788000065

article 788000067

article 788000068

article 788000069

article 788000070

article 788000071

article 788000072

article 788000073

article 788000074

article 788000075

article 788000076

news-1701