SAMARINDA – Dengan wilayah yang terbilang luas, Kutai Kartanegara (Kukar) berhasil menjadi salah satu daerah yang terus mengembangkan sektor pertanian di wilayahnya. Walhasil, sebagian komoditas hasil pertanian yang dihasilkan Kukar, bisa memenuhi kebutuhan pangan bagi sebagian masyarakat di Bumi Mulawarman.
Wakil Ketua DPRD Kaltim, Muhammad Samsun. Samsun menerangkan, dibandingkan kabupaten/kota lain di Kaltim, suplai kebutuhan pangan yang diberikan Kukar memang cenderung lebih besar dibandingkan daerah-daerah lain.
“Ini bisa jadi contoh untuk daerah lain. Pemprov Kaltim juga harus semakin rajin bekerja sama dengan pemerintah daerah, untuk fokus pada program pemenuhan kebutuhan pangan,” jelasnya, Jumat [03/11/2023]
Samsun mengamini bahwa beberapa tahun terakhir, telah terjadi degradasi lahan pertanian di Kaltim akibat alih fungsi lahan yang kurang terkontrol. Karenanya, ia meminta agar seluruh pihak tidak lagi kecolongan.
Karena persoalan alih fungsi lahan pertanian ini bisa menimbulkan dampak yang besar. Contohnya, jika lahan yang tersedia sudah tidak banyak, dan lahan yang ada sudah tak lagi optimal, maka petani akan beralih profesi.
“Karena menganggap sektor pertanian sudah tidak lagi memberikan manfaat bagi kehidupan mereka,” sambungnya.
Ia juga meminta agar petani-petani yang ada di Kaltim harus bisa terdata, dan merasakan program-program dari Pemprov Kaltim. Samsun juga mendorong peningkatan kapasitas petani milenial dengan menawarkan upaya modernisasi di sektor pertanian.
“Pemenuhan kebutuhan pangan ini program nasional. Daerah termasuk Kaltim juga harus memiliki visi yang sama dengan cita-cita pengembangan pertanian,” tutupnya. [sia/ADV DPRD Kaltim]






