Samarinda – Tenggat waktu target pengerjaan revitalisasi Pasar Pagi adalah hingga akhir tahun 2024 bertepatan dengan berakhirnya masa kepemimpinan Wali Kota Samarinda.
Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Abdul Rohim menyebutkan, jika pengerjaan revitalisasi Pasar Pagi molor, ditakutkan akan diisi oleh pedagang lain.
“Kita khawatir nanti yang masuk Pasar Pagi ini bukan lagi pedagang yang sekarang dipindahkan. Jangan-jangan sudah jadi pedagang baru semua, karena banyak yang sudah ganti profesi,” ungkapnya, Jumat (12/1/2024).
Pria yang akrab disapa Rohim itu mengaku jika pihaknya hanya menunggu kebijaksanaan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda.
“Karena pemkot ini sudah mendapatkan banyak pujian atas banyak terobosan yang sudah dilakukan, dan ini sedang berada pada masa-masa akhir,” terangnya.
Justru, menurutnya ini perlu menjadi perhatian agar pemkot tidak menjadi bahan gunjingann. Mengingat ada nama baik yang dijaga dan sudah dibangun selama ini.
“Jangan sampai nama baik yang selama ini sudah dibangun ini tiba-tiba kemudian tercoreng karena adanya permasalahan yang terjadi dilapangan,” bebernya.
Saat ini, Politisi Fraksi PKS itu sangat menunggu terkait bagaimana kebijaksanaan dari pihak pemkot. Sedangkan di DPRD sendiri hanya fasilitator saja.
“Jadi sering saya sampaikan ke warga, DPRD ini tidak ada visi dan misi, yang punya itu pemkot. Yang jadi itu isi kepalanya adalah aspirasi warga,” terangnya.
Sehingga, pada saat ada warga yang menyatakan masalah dan aspirasi, maka Rohim dengan tegas mengatakan akan berada diposisi depan untuk memfasilitasi dan menyelesaikan.
Namun dengan catatan, meskipun berada di kursi legislatif dan bukan eksekutif maka kalau soal desain, akan tetap dia serahkan pada pemkot.
“Kalau soal desain itu areanya pemkot, sebenarnya pemkot bisa me redesain itu dengan sangat terbuka. Nanti kemudian kalau re desain, itu berdampak pada penghematan anggaran dan menghasilkan silpa,” tegasnya. [wan\ADV\DPRD Kota Samarinda]






