KUKAR – Pemkab Kukar tengah berupaya menyediakan ruang terorganisir dalam Gedung untuk UMKM, agar tidak ada lagi pedagang yang memenuhi badan jalan — membantu menjaga kelayakan lingkungan, kenyamanan pedestrian, dan ketertiban kota.
Hal ini sejalan dengan upaya menuju kota yang lebih tertata dan bersih, sesuai harapan pemerintah daerah.
Kabid Pengembangan Ekraf Dinas Pariwisata Kukar, Zikri Umulda, menjelaskan bahwa Gedung Kekraf tidak hanya diperuntukkan bagi sektor pariwisata.
Gedung ini dirancang untuk memberikan manfaat maksimal kepada masyarakat, mendukung penataan kota, dan menjadi ruang kreatif bagi UMKM serta seniman lokal.
“Gedung tersebut dirancang sebagai pusat integrasi ekonomi kreatif, UMKM, dan seni–budaya di Tenggarong,” terang dia, Kamis [27/11/2025].
Dia mengatakan pemerintah kabupaten melibatkan banyak instansi — Dinas Pariwisata, Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Koperasi & UKM, hingga Bappeda — untuk pengelolaan gedung.
“Pemerintah berkomitmen mendukung UMKM agar tidak sekadar berjualan — termasuk membantu pengurusan legalitas usaha, seperti izin usaha, serta pelatihan untuk meningkatkan kualitas produk dan daya saing,” terang dia.
Dengan demikian, harapannya UMKM lokal bisa berkembang, formal, dan bersaing lebih luas.
Gedung tersebut, kata dia, juga dilengkapi pujasera. Salah satu daya tarik gedung adalah Pujasera (Pusat Jajanan Serba Ada) yang mengintegrasikan 87 tenan UMKM.
Sebagian dari tenan tersebut dialokasikan untuk pedagang kaki lima yang sebelumnya berjualan di pinggir jalan — sehingga membantu penataan ruang publik dan keberlanjutan usaha mereka.
Dia berharap gedung ini bisa mendukung penataan kota dan memberi manfaat maksimal untuk masyarakat. Pemkab Kukar optimistis gedung ini akan menjadi simbol kemajuan ekonomi kreatif dan pusat pertumbuhan UMKM di Kutai Kartanegara. [zak/adv prokom]






