PENAJAM PASER UTARA — Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, mengusulkan penanganan sembilan titik blank spot internet kepada Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).
Usulan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memperluas pemerataan akses komunikasi dan internet bagi masyarakat di wilayah yang hingga kini masih mengalami keterbatasan jaringan.
Salah satu wilayah yang menjadi perhatian adalah Desa Mentawir. Wilayah ini dinilai membutuhkan dukungan infrastruktur telekomunikasi agar masyarakat dapat memperoleh akses internet yang lebih memadai.
Persoalan blank spot menjadi penting bagi PPU karena daerah ini merupakan salah satu wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN). Di tengah pembangunan kawasan strategis tersebut, masih terdapat wilayah masyarakat yang belum menikmati konektivitas digital secara optimal.
Pemerintah daerah berharap pemerintah pusat melalui Komdigi dapat memberikan intervensi untuk mengatasi sembilan titik blank spot tersebut.
Ketersediaan internet tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan komunikasi. Infrastruktur digital juga semakin penting untuk mendukung pendidikan, pelayanan publik, aktivitas ekonomi, serta akses masyarakat terhadap informasi.
Kondisi tersebut sekaligus menunjukkan masih adanya kesenjangan infrastruktur digital di sejumlah wilayah PPU. Pembangunan IKN diharapkan tidak hanya menghadirkan infrastruktur fisik, tetapi juga diikuti pemerataan konektivitas digital hingga ke kawasan permukiman masyarakat.
Mentawir menjadi salah satu titik yang menarik perhatian, mengingat desa tersebut berada di wilayah strategis dalam perkembangan kawasan IKN.
Dengan usulan sembilan titik blank spot tersebut, Pemkab PPU mendorong pemerintah pusat agar pembangunan infrastruktur telekomunikasi tidak hanya berpusat di kawasan perkotaan atau pusat pertumbuhan baru, tetapi juga menjangkau masyarakat di wilayah yang selama ini masih mengalami keterbatasan akses internet. [*]






