Samarinda — Gubernur Kalimantan Timur menegaskan komitmennya memperkuat ketahanan pangan daerah melalui sejumlah langkah strategis yang mencakup peningkatan produksi pertanian, penguatan infrastruktur, serta pemberdayaan petani dan pelaku usaha pangan lokal. Upaya ini dilakukan untuk memastikan Kaltim mampu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat secara mandiri, stabil, dan berkelanjutan.
Dalam arahannya, Gubernur menyatakan bahwa ketahanan pangan adalah prioritas penting di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat serta persiapan Kalimantan Timur sebagai penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).
“Kaltim harus memiliki kemandirian pangan. Ini bukan hanya soal produksi, tetapi juga memastikan rantai pasok, stabilitas harga, dan kesejahteraan petani. Pemerintah terus bekerja memperkuat semua aspek itu,” tegasnya.
Peningkatan Produksi dan Modernisasi Pertanian
Pemprov Kaltim saat ini tengah mendorong penggunaan teknologi pertanian modern untuk meningkatkan produktivitas komoditas unggulan seperti padi, jagung, hortikultura, serta pengembangan peternakan dan perikanan.
Sejumlah program yang terus diperluas antara lain:
- Bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan)
- Pengembangan kawasan pangan terpadu
- Penyediaan bibit unggul dan pupuk bersubsidi
- Pendampingan teknis kepada kelompok tani
Modernisasi ini diharapkan mampu meningkatkan hasil panen sekaligus mengurangi ketergantungan pada pasokan dari luar daerah.
Penguatan Infrastruktur dan Rantai Pasok
Selain produksi, Gubernur menyoroti pentingnya infrastruktur pendukung pangan, terutama jalan pertanian, irigasi, gudang penyimpanan, dan akses distribusi antarwilayah. Pemprov Kaltim kini berkolaborasi dengan pemerintah kabupaten/kota untuk mempercepat pembangunan fasilitas tersebut.
“Kita ingin petani tidak hanya mampu memproduksi, tetapi juga mudah mendistribusikan. Infrastruktur yang baik akan menekan biaya logistik dan menjaga harga tetap stabil,” ujarnya.
Dorong Kemandirian Desa Pangan
Pemerintah juga mengembangkan desa-desa pangan mandiri melalui peningkatan program pemberdayaan, pelatihan, serta diversifikasi komoditas lokal. Hal ini dilakukan agar wilayah pedesaan tidak hanya menjadi produsen, tetapi juga pusat pengelolaan dan pengolahan pangan.
Program ini menyasar komoditas strategis seperti beras, sayur mayur, ikan air tawar, dan produk peternakan.
Antisipasi Krisis Iklim dan Fluktuasi Harga
Gubernur menegaskan bahwa ancaman perubahan iklim, musim kemarau panjang, dan fluktuasi harga pangan global harus diantisipasi dengan kebijakan yang tepat. Pemerintah kini memperkuat sistem cadangan pangan daerah dan membangun koordinasi intensif dengan Bulog untuk menjaga stok beras stabil.
“Kami memastikan masyarakat tidak kesulitan mendapat pangan. Stok harus aman, harga terjaga, dan distribusi tidak terganggu. Ini fokus utama pemerintah,” tambahnya.
Sinergi Pemerintah, Petani, dan Pelaku Usaha
Pemprov Kaltim membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk sektor swasta dan perguruan tinggi, untuk memperkuat riset, teknologi, dan investasi di bidang pangan.
Dengan langkah-langkah ini, Gubernur optimistis Kaltim mampu mencapai ketahanan pangan yang kokoh, efisien, dan berkelanjutan. [zk/adv diskominfo kaltim]






