Samarinda — Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudi Mas’ud menegaskan komitmennya untuk menurunkan angka kemiskinan di Kaltim melalui program-program yang lebih terarah, inklusif, dan berorientasi langsung pada kebutuhan masyarakat. Menurutnya, meskipun Kaltim dikenal sebagai provinsi kaya sumber daya alam, masih terdapat kantong-kantong kemiskinan yang harus ditangani secara serius.
“Kita tidak boleh puas dengan angka yang ada. Kemiskinan harus terus ditekan hingga ke level terendah. Pemerintah hadir untuk memastikan masyarakat Kaltim bisa hidup layak, sehat, dan produktif,” tegas Rudi Mas’ud dalam rapat koordinasi pengentasan kemiskinan di Samarinda.
Angka Kemiskinan Kaltim Masih Perlu Ditekan
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa angka kemiskinan di Kaltim berada di kisaran 6,2% pada 2024. Meski termasuk salah satu yang terendah di Indonesia, Rudi menilai bahwa angka tersebut masih harus ditekan terutama pada wilayah pesisir, pedalaman, dan desa yang akses ekonominya terbatas.
“Wilayah yang jauh dari pusat ekonomi harus menjadi perhatian utama. Kita ingin pemerataan pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat,” jelasnya.
Strategi Pemprov Kaltim Tekan Kemiskinan
1. Pemberdayaan UMKM & Ekonomi Kerakyatan
UMKM menjadi salah satu sektor yang paling banyak menyerap tenaga kerja. Pemerintah provinsi akan:
- memberikan akses pembiayaan murah bagi usaha kecil,
- memperluas pelatihan usaha dan digitalisasi UMKM,
- membangun pusat ekonomi seperti pasar modern desa dan sentra produk lokal,
- memperkuat pemasaran produk melalui marketplace daerah.
Saat ini, lebih dari 350 ribu UMKM tercatat di Kaltim, namun sebagian masih belum memiliki akses modal dan teknologi yang memadai.
2. Perluasan Lapangan Kerja Terutama Menjelang IKN
Rudi menekankan bahwa peluang kerja akibat pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) harus dimanfaatkan untuk menekan pengangguran dan kemiskinan.
“Anak muda Kaltim tidak boleh hanya jadi penonton. Mereka harus mengambil peran dalam setiap peluang kerja di IKN,” kata Rudi.
Pemprov mendorong:
- pelatihan sertifikasi tenaga kerja konstruksi, IT, dan layanan publik,
- kemitraan dengan perusahaan di IKN untuk menyerap tenaga kerja lokal,
- peningkatan Balai Latihan Kerja (BLK) di kabupaten/kota.
3. Program Bantuan Sosial Tepat Sasaran
Untuk memenuhi kebutuhan dasar kelompok rentan, Pemprov melakukan:
- penguatan data DTKS berbasis digital,
- penyaluran bantuan pangan, bantuan tunai, hingga rumah layak huni,
- program perlindungan sosial bagi lansia, disabilitas, dan keluarga prasejahtera.
Sejak 2023–2024, lebih dari 49 ribu keluarga prasejahtera di Kaltim menerima bantuan sosial reguler dari pemerintah.
4. Pemerataan Infrastruktur Desa
Kemiskinan banyak ditemukan di wilayah terpencil. Karena itu, Rudi mendorong percepatan pembangunan:
- jalan desa,
- jaringan internet desa,
- irigasi pertanian,
- sarana air bersih.
“Akses adalah kunci. Jika infrastrukturnya baik, ekonomi warga akan bergerak cepat,” tegasnya.
5. Penguatan Ketahanan Pangan
Rudi juga mengarahkan pemprov memperkuat sektor pertanian, perikanan, dan peternakan untuk menjaga harga bahan pokok tetap stabil dan meningkatkan pendapatan petani.
Saat ini, hampir 22% penduduk miskin di Kaltim berasal dari keluarga petani dan nelayan.
Kolaborasi Kabupaten/Kota Jadi Penentu
Rudi menekankan bahwa penurunan kemiskinan tidak bisa dilakukan hanya di tingkat provinsi. Ia mengajak pemerintah kabupaten/kota untuk memperkuat sinergi data, program, dan anggaran.
“Ini pekerjaan bersama. Kabupaten dan kota harus intensif mengidentifikasi keluarga miskin, memberikan intervensi cepat, dan menyiapkan program pemberdayaan,” ujarnya.
Target Penurunan Kemiskinan Hingga 5%
Di bawah kepemimpinan Rudi Mas’ud, Pemprov Kaltim menargetkan angka kemiskinan turun hingga di bawah 5% pada 2029. Target ini dianggap realistis mengingat banyaknya peluang ekonomi akibat kehadiran IKN dan meningkatnya investasi di Kaltim.
“Kita punya peluang besar dengan kehadiran IKN, industri hijau, dan UMKM digital. Jika dikelola bersama, saya optimis angka kemiskinan Kaltim bisa terus ditekan,” tegas Rudi. [zk/adv diskominfo kaltim]






