KUKAR – Upaya Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dalam mendorong kemandirian ekonomi desa membuahkan hasil signifikan. Hingga saat ini, tercatat 60 desa di Kukar telah berhasil mengidentifikasi dan mengembangkan produk khas lokal yang menjadi unggulan mereka. Keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan penuh pemerintah daerah melalui alokasi dana dan bantuan sarana prasarana.
Berbagai produk khas lokal yang kini meramaikan pasar Kukar dan sekitarnya sangat beragam, meliputi sektor pertanian, perkebunan, kerajinan, hingga perikanan. Produk-produk tersebut antara lain: Sektor Pertanian & Perkebunan: Beras organik (dari daerah seperti Sebulu dan Kota Bangun), madu kelulut (dihasilkan di banyak desa pinggiran hutan), dan aneka olahan hasil kebun.
Sektor Kerajinan: Kerajinan anyaman dari rotan dan purun (terutama di wilayah Muara Kaman dan Tenggarong Seberang), serta batik khas Kutai. Sektor Perikanan: Produk olahan perikanan air tawar, seperti kerupuk ikan, abon ikan, dan amplang, yang diolah oleh kelompok usaha di desa-desa sekitar Danau Semayang dan Sungai Mahakam.
Bupati Aulia Rahman bilang pencapaian 60 desa ini didukung oleh kebijakan pemerintah daerah yang berpihak pada pembangunan desa dan peningkatan kapasitas Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) desa.
“Pemerintah Kabupaten Kukar telah mengalokasikan sejumlah anggaran baik melalui Alokasi Dana Desa (ADD) maupun program khusus, untuk modal usaha dan pelatihan. Secara umum, dukungan keuangan ini mencakup: modal usaha, pelatihan dan lainya,” ungkap Aulia.
Adapum Modal Usaha: Pemberian modal kerja kepada kelompok usaha desa (BUMDes) untuk pengadaan bahan baku dan peralatan awal. Pelatihan dan Sertifikasi: Pembiayaan pelatihan teknis untuk meningkatkan kualitas dan standar produk, termasuk sertifikasi pangan (P-IRT) dan halal.
Selain itu, bantuan yang bersifat fisik juga menjadi kunci, memastikan kelompok usaha desa dapat bekerja dengan efektif dan efisien. Peralatan Produksi: Bantuan mesin pengolah, seperti mesin penggiling padi skala kecil, alat pengemasan vakum, dan peralatan penunjang industri olahan perikanan. Pembangunan Sentra Pengolahan: Mendirikan beberapa sentra industri kecil pedesaan yang berfungsi sebagai rumah produksi bersama dan pusat pemasaran. Infrastruktur Digital: Memfasilitasi desa untuk terhubung ke platform pemasaran digital, termasuk pelatihan e-commerce untuk memperluas jangkauan pasar produk mereka.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar, Sunggono, menyatakan bahwa keberhasilan 60 desa ini adalah bukti bahwa potensi ekonomi di pedesaan sangat besar. “Kami tidak ingin desa hanya menjadi objek pembangunan, tetapi subjek yang mandiri secara ekonomi. Dengan produk khas ini, tiap desa memiliki identitas ekonominya sendiri yang kuat,” ujar Sekda.
Target pemerintah daerah ke depan adalah terus menambah jumlah desa yang memiliki produk unggulan, memastikan keberlanjutan produksi, serta memfasilitasi desa-desa tersebut untuk menembus pasar yang lebih besar, baik regional maupun nasional. [zak/adv prokom]






