Samarinda – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur kembali menegaskan komitmennya untuk mempercepat penurunan angka stunting melalui penguatan program lintas sektor. Gubernur Kaltim menyatakan bahwa isu stunting telah menjadi prioritas utama pembangunan daerah, mengingat dampaknya terhadap kualitas SDM dan daya saing masa depan.
Dalam rapat koordinasi percepatan penanganan stunting yang digelar di Samarinda, gubernur menekankan pentingnya kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, puskesmas, posyandu, serta kelompok masyarakat.
“Stunting bukan hanya persoalan kesehatan, tetapi persoalan masa depan generasi Kaltim. Kita harus bekerja serempak, tepat sasaran, dan konsisten dalam mengawal program ini,” tegasnya.
Fokus pada Intervensi Spesifik dan Sensitif
Pemprov Kaltim mendorong dua strategi besar untuk mempercepat penurunan stunting:
- Intervensi spesifik, seperti pemenuhan gizi ibu hamil, pemberian makanan tambahan (PMT) bagi balita, pemantauan tumbuh kembang, serta penguatan layanan kesehatan dasar.
- Intervensi sensitif, seperti penyediaan sanitasi layak, air bersih, edukasi pola asuh, hingga penguatan ketahanan pangan keluarga.
Melalui program ini, pemprov menargetkan agar semua kabupaten/kota memiliki peta percepatan stunting yang lebih presisi dan berbasis data lapangan.
Penguatan Posyandu dan Peran PKK
Pemerintah daerah juga memperluas revitalisasi posyandu melalui pelatihan kader, dukungan alat antropometri standar, serta pelibatan PKK hingga tingkat RT.
“Kader posyandu adalah ujung tombak. Akses gizi dan kesehatan dimulai dari desa. Karena itu, sarana mereka harus kuat,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kaltim.
Kolaborasi dengan Perusahaan dan Perguruan Tinggi
Sebagai daerah dengan aktivitas industri dan perkebunan yang besar, Pemprov Kaltim juga mendorong partisipasi perusahaan melalui program CSR Peduli Stunting, termasuk:
- bantuan PMT berbahan pangan lokal,
- dukungan sanitasi lingkungan,
- edukasi kesehatan reproduksi untuk remaja,
- pendampingan keluarga berisiko stunting.
Universitas di Kaltim juga dilibatkan sebagai bagian dari riset dan monitoring lapangan.
Harapan Gubernur
Gubernur menyampaikan harapan agar seluruh pemangku kepentingan menjaga komitmen ini secara berkelanjutan. Ia menegaskan bahwa percepatan penurunan stunting di Kaltim bukan hanya target angka, tetapi investasi jangka panjang untuk generasi emas daerah.
“Kalau anak-anak Kaltim sehat, cerdas, dan kuat, maka masa depan kita juga kuat. Ini tanggung jawab bersama,” tutupnya. [min/adv diskominfo kaltim]






