Samarinda — Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudi Mas’ud menegaskan bahwa pemerintah provinsi berkomitmen penuh mempersiapkan generasi muda Kaltim agar mampu memanfaatkan momentum bonus demografi dan perpindahan Ibu Kota Nusantara (IKN) ke wilayah Kaltim. Menurutnya, perubahan besar ini wajib menjadi peluang emas bagi anak-anak daerah untuk tampil sebagai pelaku utama pembangunan.
“Anak muda Kaltim harus menjadi pemain utama, bukan sekadar penonton di era baru ini. Pemerintah akan memastikan mereka memiliki kompetensi, akses pendidikan, dan peluang kerja,” tegas Rudi dalam agenda koordinasi pembangunan daerah,
Momentum Bonus Demografi: Peluang atau Ancaman
Kaltim diprediksi memasuki fase bonus demografi pada periode 2025–2035, di mana penduduk usia produktif mencapai lebih dari 70% dari total populasi. Jika dikelola baik, ini akan menjadi tenaga penggerak ekonomi baru di Benua Etam.
Namun tanpa persiapan serius, bonus demografi justru dapat berbalik menjadi beban sosial melalui meningkatnya angka pengangguran.
“Karena itu, kita harus memperkuat kualitas sumber daya manusia mulai dari pendidikan, pelatihan, hingga penciptaan lapangan kerja yang selaras dengan kebutuhan IKN,” kata Rudi.
IKN sebagai Mesin Akselerasi SDM Lokal
Perpindahan IKN ke Kaltim membawa peluang besar bagi masyarakat lokal, terutama generasi muda.
Data dari Otorita IKN:
- Kebutuhan tenaga kerja tahap 2025–2035 diproyeksikan mencapai lebih dari 1 juta pekerja.
- 65% kebutuhan berada di sektor konstruksi, teknologi, pemerintahan, dan layanan publik.
- Keterampilan digital, tata kota, lingkungan, dan pelayanan publik menjadi kompetensi utama.
Rudi menegaskan bahwa peluang tersebut harus dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat Kaltim.
“Tidak boleh sebagian besar tenaga kerja berasal dari luar daerah, sementara pemuda kita hanya menonton. Kita harus rebut peluang ini,” tegasnya.
Program Pemerintah untuk Siapkan SDM Unggul
Untuk mengantisipasi kebutuhan tenaga kerja di IKN, Pemprov Kaltim menyiapkan sejumlah program strategis:
1. Pendidikan dan Beasiswa
- Melanjutkan dan memperluas Beasiswa Kaltim Tuntas.
Pada 2024, penerima beasiswa tercatat lebih dari 59.000 orang. - Prioritas diberikan kepada jurusan yang dibutuhkan IKN: teknik sipil, IT, kesehatan, administrasi publik, hingga lingkungan.
2. Pelatihan Kompetensi & Sertifikasi Kerja
- Peningkatan kapasitas Balai Latihan Kerja (BLK) di kabupaten/kota.
- Program upskilling dan reskilling bagi pemuda desa, pesisir, hingga wilayah pedalaman.
- Pelatihan digital untuk UMKM sebagai bagian dari penguatan ekonomi lokal.
3. Penciptaan Lapangan Kerja dan Kewirausahaan
- Penguatan ekosistem UMKM dan industri kreatif.
- Penyediaan pembiayaan murah bagi wirausaha muda.
- Kemitraan dengan perusahaan swasta dan BUMN untuk membuka peluang kerja langsung.
4. Pemerataan Infrastruktur Digital
- Komitmen menghadirkan internet di seluruh desa di Kaltim demi mendukung pendidikan online, bisnis digital, dan akses informasi.
Saat ini, masih terdapat lebih dari 170 desa yang mengalami keterbatasan konektivitas.
Kolaborasi Pemda – Industri – Kampus
Rudi menegaskan bahwa pemerintah tidak dapat bekerja sendiri. Ia mendorong kolaborasi dengan:
- perguruan tinggi,
- pelaku industri,
- sektor swasta,
- hingga pemerintah pusat dan Otorita IKN.
“Kaltim harus menjadi pusat lahirnya SDM unggul, inovatif, dan mampu bersaing. Dengan kolaborasi, kita dapat memastikan generasi muda memanfaatkan penuh bonus demografi,” ujarnya. [*]






