SAMARINDA — Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI menyoroti sejumlah persoalan strategis di Kalimantan Timur dalam Laporan Hasil Pemeriksaan Semester II Tahun 2025. Salah satu yang menjadi perhatian ialah kondisi sistem teknologi informasi di Bank Kaltimtara.
Direktur Jenderal Pemeriksaan Investigasi BPK RI, I Nyoman bilang, BPK meminta Bank Kaltimtara memperkuat sistem keamanan teknologi informasi guna mengantisipasi potensi serangan siber yang dapat mengganggu operasional perbankan maupun keamanan data nasabah.
Selain penguatan sistem IT, BPK juga menyoroti efektivitas aplikasi analisis kredit produktif yang digunakan Bank Kaltimtara. Menurut BPK, sistem tersebut perlu ditingkatkan agar tata kelola penyaluran kredit berjalan lebih aman, akurat, dan tepat sasaran.
Sorotan itu dinilai penting mengingat Bank Kaltimtara merupakan bank pembangunan daerah yang memiliki peran strategis dalam mendukung pembiayaan pembangunan serta pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.
BPK menekankan penguatan pengawasan internal dan modernisasi sistem digital menjadi kebutuhan mendesak di tengah meningkatnya ancaman kejahatan siber terhadap sektor perbankan nasional.
Selain sektor perbankan, BPK dalam laporan yang sama turut menyoroti berbagai isu lain di Kaltim, termasuk ancaman alih fungsi lahan pertanian, potensi penerimaan pajak daerah, hingga tindak lanjut rekomendasi pemeriksaan yang masih harus diselesaikan pemerintah daerah. [*]






