Baguna PDIP Kaltim Kerahkan Kader di 10 Kabupaten/Kota Tangani Karhutla

SAMARINDA — Ketika asap mulai menyelimuti permukiman dan titik api kembali muncul di sejumlah wilayah Kalimantan Timur, penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tak hanya menjadi urusan pemerintah dan petugas pemadam.

Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) Kaltim turut mengambil bagian.

Organisasi kemanusiaan di bawah PDI Perjuangan itu menggerakkan kadernya di 10 kabupaten/kota se-Kaltim untuk terlibat dalam berbagai aksi kemanusiaan. Mulai dari membantu pemadaman titik api hingga membagikan masker kepada masyarakat yang terdampak asap.

Sekretaris DPD PDI Perjuangan Kaltim, Ananda Emira Moeis, mengatakan gerakan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian kader terhadap masyarakat yang menghadapi dampak karhutla.

“Seperti bagi-bagi masker, ikut pemadaman titik api dan aksi kemanusiaan lainnya,” ungkap Ananda, Sabtu (12/9/2026), saat ditemui di sela pelantikan pengurus Baguna Kaltim.

Menurutnya, keterlibatan kader tidak hanya terpusat di satu wilayah. Sejumlah daerah seperti Berau, Kutai Timur, Samarinda dan kabupaten/kota lainnya turut menjadi lokasi aksi.

Bagi Baguna, kondisi darurat seperti karhutla membutuhkan gerak cepat. Ketika masyarakat mulai berhadapan dengan asap dan ancaman kebakaran, bantuan di lapangan menjadi bagian penting untuk meringankan beban warga.

Karena itu, jaringan kader di daerah diarahkan tidak hanya bekerja dalam ruang organisasi, tetapi juga hadir ketika masyarakat membutuhkan.

Gerakan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa penanganan bencana membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Pemerintah, petugas pemadam, relawan, organisasi masyarakat hingga warga memiliki peran masing-masing dalam menghadapi bencana.

Di tengah ancaman karhutla yang dapat meluas dengan cepat, kehadiran relawan di lapangan menjadi salah satu mata rantai penting—baik untuk membantu memadamkan api maupun memastikan masyarakat tetap mendapat perlindungan dari dampaknya.

Baguna Kaltim pun menempatkan jaringan kadernya sebagai kekuatan yang dapat digerakkan ketika bencana terjadi, dari satu wilayah ke wilayah lainnya di Kaltim. [*]

Print Friendly, PDF & Email