SAMARINDA — Pelantikan pengurus Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) Kaltim biasanya identik dengan panggung, seremoni dan deretan nama pengurus baru.
Namun, Sabtu (12/9/2026), ada pemandangan lain di Kantor DPD PDI Perjuangan Kaltim, Jalan AWS Samarinda.
Di tengah agenda pelantikan, kader PDI Perjuangan dan masyarakat justru ramai-ramai mengambil bagian dalam aksi donor darah.
Antrean peserta terlihat mengisi lokasi kegiatan. Kader dan masyarakat bergantian menjalani proses donor. Tidak ada panggung politik dalam aksi tersebut. Yang ada hanya satu tujuan: menyumbangkan darah bagi mereka yang membutuhkan.
Sekretaris DPD PDI Perjuangan Kaltim, Ananda Emira Moeis, mengatakan kegiatan tersebut sengaja digelar beriringan dengan pelantikan Baguna.
“Pelantikan ini bukan hanya soal organisasi. Kami ingin momentum ini juga diisi dengan kegiatan kemanusiaan yang manfaatnya bisa langsung dirasakan masyarakat,” kata Ananda.

Menurutnya, donor darah merupakan bentuk sederhana dari kepedulian sosial. Tidak membutuhkan banyak kata, tetapi bisa memberikan manfaat nyata bagi orang lain.
“Darah yang kita donorkan mungkin hanya sebagian kecil dari tubuh kita, tetapi bagi orang yang sedang membutuhkan, itu sangat berarti,” ujarnya.
Aksi tersebut sekaligus menjadi bagian dari semangat Baguna yang tidak hanya berbicara soal penanggulangan bencana, tetapi juga mendorong kader untuk hadir dalam persoalan-persoalan kemanusiaan.
Bagi para peserta, satu kantong darah mungkin hanya membutuhkan waktu beberapa menit. Namun, darah tersebut bisa menjadi penentu bagi seseorang yang tengah berjuang mendapatkan pertolongan medis.
Di tengah pelantikan organisasi politik, pesan yang muncul justru sederhana: politik tidak melulu soal kekuasaan. Ada kerja kemanusiaan yang harus hadir ketika masyarakat membutuhkan.
Dan di Kantor DPD PDI Perjuangan Kaltim hari itu, kerja tersebut dimulai dari sebuah aksi sederhana—menyumbangkan darah. [*]






