SAMARINDA – Anggota Komisi II DPRD Samarinda, Abdul Rohim mendorong agar Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda untuk mengevaluasi kembali Program Pro Bebaya. Khususnya, alokasi item anggaran.
Pernyataan ini berdasarkan laporan masyarakat. Salah satunya ketika puncak musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) di tingkat kelurahan. Di sana, ditemukan bahwa satu kelurahan di Samarinda Utara hanya diperbolehkan mengusulkan satu item pembangunan fisik di program tersebut.
“Setiap kelurahan hanya dapat mengusulkan satu item fisik serta satu item di sektor ekonomi dan budaya,”ujarnya, Kamis (30/5/2024).
Seharusnya, menurut Abdul Rohim, perlunya ada penambahan item dalam program Pro Bebaya. Karena masyarakat diyakini banyak memerlukan kebutuhan, tak hanya infrastruktur, tapi pemberdayaan masyarakat.
“Faktanya, kebutuhan masyarakat saat ini dibatasi karena keterbatasan dana yang tersedia sejak awal,”kritiknya.
Ia meyakini anggaran tersebut dibatasi lantaran Pemkot Samarinda berfokus pada proyek-proyek besar. Seperti terowongan, Teras Samarinda dan Stadion Segiri. Sebaiknya, Pemkot tidak melupakan kebutuhan warga.(SY/ADV/DPRD Samarinda)






