Pantaukaltim.com, Samarinda – Keberadaan Pasar Malam di Samarinda kini sangat menjamur. Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Jasno pun menyebut di banyak titik di Kota Tepian, dengan mudah masyarakat bisa menemukan aktivitas jual beli seperti pasar yang dilaksanakan di malam hari.
Menurut Jasno, masifnya keberadaan pasar malam di Samarinda ini memang mendukung perputaran roda ekonomi di kalangan masyarakat. Namun, baginya ada beberapa dampak yang mungkin belum dirasakan oleh banyak pihak.
Misalnya, munculnya keengganan bagi masyarakat untuk pergi ke pasar tradisional yang waktu operasionalnya cenderung terbatas dari pagi hingga siang hari. Padahal menurut Jasno keberadaan Pasar Tradisional dapat memberikan kontribusi bagi pembangunan daerah.
“Karena pasar-pasar itu dibangun dengan APBD, dan ada retribusi yang ditarik pemerintah dari aktivitas di pasar tersebut,” ucapnya, Rabu (19/6/2024).
Jasno menjelaskan, pemerointah sudah banyak menyediakan pasar-pasar untuk mendukung pemenuhan kebutuhan warga. Namun tak sedikit warga yang justru memilih berbelanja di pasar malam.
Kondisi tersebut tentunya berpotensi mengurangi jumlah pelanggan di pasar tradisional, yang mana dikhawatirkannya mampu menurunkan pendapatan daerah.
“Kalau pasar sepi, pedagang juga tidak lagi mau berjualan di pasar. Jadi pasti pasar cenderung kosong, pasti aka nada pengaruhnya bagi PAD (Pendapatn Asli Daerah) kita,” ucapnya.
Sebelumnya Jasno juga sudah meminta kepada Pemkot Samarinda untuk bisa menertibkan keberadaan Pasar Malam di Samarinda. Khususnya Pasar Malam yang terletak di ruas-ruas jalan protocol yang bisa mengganggu kegiatan masyarakat dalam berlalu lintas.(wan/ADV/DPRD SMD)






