KUKAR – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Aulia Rahman, bilang rencana ambisiusnya untuk melakukan diversifikasi ekonomi daerah, beralih dari ketergantungan pada industri ekstraktif menuju sektor-sektor yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan. Langkah strategis ini diharapkan dapat menciptakan stabilitas ekonomi jangka panjang dan menjaga kelestarian lingkungan di salah satu daerah penghasil sumber daya alam terbesar di Indonesia.
Kukar selama ini dikenal sebagai salah satu lumbung energi fosil di Kalimantan Timur, dengan cadangan batu bara dan gas alam yang melimpah. Data menunjukkan bahwa sektor pertambangan, khususnya batu bara, telah menjadi tulang punggung ekonomi daerah selama beberapa dekade. Namun, disadari bahwa ketergantungan pada sumber daya tak terbarukan ini memiliki risiko fluktuasi harga komoditas global, dampak lingkungan yang signifikan, serta potensi habisnya cadangan di masa depan.
“Sudah saatnya kita memikirkan masa depan ekonomi Kutai Kartanegara yang lebih resilient dan berkelanjutan,” ujar Bupati Aulia, belum lama ini. “Kita tidak bisa selamanya bergantung pada kekayaan perut bumi. Kita harus mulai berinvestasi pada sektor-sektor yang memberikan nilai tambah jangka panjang dan tidak merusak lingkungan.”
Potensi Pertanian sebagai Sektor Unggulan
Selain kekayaan tambang, Kutai Kartanegara juga memiliki potensi besar di sektor pertanian. Julukan “lumbung pertanian” bukanlah tanpa alasan. Dengan lahan yang luas dan subur, Kukar telah menjadi produsen utama berbagai komoditas pertanian seperti padi, kelapa sawit, karet, dan berbagai jenis hortikultura. Sektor ini terbukti mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar dan memiliki daya tahan yang lebih baik terhadap gejolak ekonomi dibandingkan industri ekstraktif.
“Diversifikasi tidak berarti kita meninggalkan industri yang sudah ada, tetapi menyeimbangkan portofolio ekonomi kita,” jelas Bupati. “Kita akan memperkuat sektor pertanian, mendorong inovasi, dan meningkatkan nilai jual produk-produk pertanian kita. Misalnya, dengan mengembangkan industri pengolahan hasil pertanian.”
Mendorong Industri Ramah Lingkungan dan Ekonomi Hijau
Pemerintah Kabupaten Kukar berencana untuk menarik investasi di sektor-sektor industri ramah lingkungan, seperti energi terbarukan (surya, biomassa), pariwisata berbasis ekologi, serta industri kreatif dan digital. Pembangunan infrastruktur pendukung juga akan menjadi prioritas, termasuk peningkatan akses transportasi dan telekomunikasi, untuk mendukung pertumbuhan sektor-sektor baru ini.
Rencana diversifikasi ini disambut positif oleh berbagai kalangan, termasuk akademisi dan pegiat lingkungan. Mereka berharap kebijakan ini dapat menjadi model bagi daerah-daerah lain di Indonesia yang masih sangat bergantung pada industri ekstraktif.
“Kukar memiliki peluang besar untuk bertransformasi menjadi daerah dengan ekonomi hijau yang kuat, asalkan implementasinya dilakukan dengan konsisten dan melibatkan partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat.” ungkap Bupati Aulia.
Dengan visi yang jelas dan komitmen kuat dari pemerintah daerah, Kutai Kartanegara bertekad untuk membangun masa depan ekonomi yang lebih cerah, seimbang, dan berkelanjutan, demi kesejahteraan generasi mendatang. [zak/adv prokom]






