SAMARINDA — Produk kriya khas Kalimantan Timur perlahan didorong naik kelas. Tidak lagi hanya dipandang sebagai kerajinan tradisional, tetapi juga diarahkan menjadi produk kreatif bernilai ekonomi tinggi yang mampu bersaing di pasar nasional hingga internasional.
Upaya itu kini dilakukan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kalimantan Timur dengan menggandeng desainer nasional untuk turun langsung membina sentra-sentra kerajinan di berbagai daerah.
Langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat kualitas desain, meningkatkan nilai jual produk, sekaligus memperluas akses pasar bagi para perajin lokal.
Berbagai produk khas daerah seperti tenun, anyaman rotan, manik-manik hingga kriya etnik menjadi fokus pengembangan. Selama ini, banyak produk lokal dinilai memiliki kekuatan budaya yang besar, namun belum maksimal dari sisi desain modern dan pemasaran.
Melalui kolaborasi dengan desainer nasional, para perajin diharapkan mampu menghasilkan produk yang tetap mempertahankan identitas lokal, tetapi lebih sesuai dengan kebutuhan pasar saat ini.
Pendampingan juga diarahkan agar UMKM kriya di Kaltim tidak hanya bergantung pada penjualan lokal, melainkan mampu masuk ke pameran nasional hingga pasar ekspor.
Dekranasda menilai, sektor kriya memiliki potensi besar menjadi salah satu penopang ekonomi kreatif daerah, terlebih Kalimantan Timur sedang bersiap menjadi daerah penyangga utama Ibu Kota Nusantara (IKN).
Karena itu, peningkatan kualitas produk dianggap penting agar kerajinan lokal tidak kalah bersaing dengan produk dari daerah lain.
Selain memperbaiki kualitas desain dan produksi, program tersebut juga membuka peluang jejaring promosi dan kerja sama pasar yang lebih luas bagi para pelaku UMKM kriya di Kalimantan Timur. [*]






