SAMARINDA — Di tengah ramainya gelombang demonstrasi yang belakangan mewarnai Kota Samarinda, sekelompok perempuan memilih menyampaikan pesan dengan cara berbeda. Bukan lewat teriakan atau aksi saling dorong, melainkan melalui pentas seni dan bunga mawar.
Organisasi DRUPADI Baladika Kalimantan Timur menggelar aksi damai dengan membagikan sekitar 1.000 bunga mawar kepada masyarakat dan pengendara di sekitar kawasan Kantor Gubernur Kaltim.
Aksi tersebut menjadi perhatian warga karena dilakukan dengan suasana santai dan penuh simbol perdamaian. Di sela kegiatan, peserta juga menampilkan pertunjukan seni sebagai bentuk ajakan menjaga suasana daerah tetap kondusif.
Ketua DRUPADI Baladika Kaltim, Lilis Latif, mengatakan kegiatan itu dilakukan sebagai respons terhadap maraknya aksi demonstrasi yang terus berlangsung dalam beberapa waktu terakhir.
Menurutnya, pihaknya tetap menghormati hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat di muka umum. Namun di sisi lain, situasi daerah juga perlu dijaga agar tidak terus memanas dan menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
“Menyampaikan kritik itu hak semua warga negara. Tapi suasana damai dan ketertiban daerah juga penting dijaga bersama,” ujarnya.
Bunga mawar yang dibagikan kepada masyarakat disebut menjadi simbol ajakan untuk menahan emosi, memperkuat dialog dan mengedepankan solusi dibanding konflik berkepanjangan.
Aksi damai itu juga muncul di tengah mencuatnya isu “Kaltim Darurat KKN” yang sebelumnya memicu berbagai demonstrasi dan ketegangan di Samarinda.
DRUPADI Baladika menilai beberapa aspirasi masyarakat sebenarnya sudah mulai mendapat perhatian dari pemerintah daerah, sehingga ruang dialog dinilai masih terbuka.
Karena itu, mereka berharap seluruh pihak dapat mengedepankan komunikasi yang lebih sejuk agar persoalan yang berkembang tidak semakin memperuncing situasi sosial di Kalimantan Timur. (*)






