KUKAR – Maraknya aksi balap liar yang kerap terjadi di sejumlah ruas jalan di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) selama bulan suci Ramadan menjadi perhatian serius Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kukar. Selain meresahkan warga dan pengguna jalan lainnya, aktivitas ini juga berisiko besar menimbulkan kecelakaan lalu lintas, baik untuk pelaku maupun orang lain di sekitarnya.
Menyikapi permasalahan tersebut, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kutai Kartanegara, Aji Ali Husni, mengimbau generasi muda agar meninggalkan kebiasaan negatif tersebut dan beralih ke kegiatan yang lebih positif dan bermanfaat. Salah satu alternatif yang ditawarkan pemerintah daerah adalah mengikuti lomba lari bertajuk Run Street, sebuah ajang olahraga jalanan sepanjang 100 meter yang dilaksanakan di Jalan Mayjen Sutoyo, kawasan Malioboro Tenggarong. Kegiatan ini digagas dan difasilitasi secara langsung oleh Pemerintah Kabupaten Kukar untuk mewadahi potensi anak-anak muda agar tetap berkreasi secara sehat dan berprestasi.
“Daripada menghabiskan waktu untuk balap liar yang berisiko dan melanggar aturan, lebih baik para pemuda menyalurkan semangat dan energi mereka dalam kegiatan lari. Selain lebih aman dan terarah, lomba ini juga menjadi ajang pembinaan dan pencarian bibit-bibit atlet potensial di Kukar,” ujar Ali saat ditemui awak media pada Minggu (02/03/2025).
Ali menegaskan bahwa balap liar bukan hanya melawan hukum dan ketertiban lalu lintas, tetapi juga berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap keselamatan, baik untuk pengendara maupun masyarakat sekitar. Banyak kasus kecelakaan fatal terjadi akibat kurangnya kesadaran para pelaku balap liar dalam memperhatikan faktor keamanan, seperti minimnya penggunaan pelindung tubuh dan aksi ugal-ugalan di jalan umum yang bukan peruntukannya.
“Apabila sampai terjadi kecelakaan, dampaknya bisa sangat serius dan merugikan banyak pihak. Tidak hanya mencelakai diri sendiri, tetapi juga bisa membuat keluarga dan masyarakat di sekitar merasa cemas dan dirugikan. Padahal, di bulan Ramadan seperti sekarang, kita seharusnya memanfaatkan waktu untuk memperbanyak amal baik dan menghindari perbuatan yang membawa mudarat,” tegasnya.
Melalui penyelenggaraan Run Street Ramadan 2025, Ali berharap anak-anak muda Kukar lebih bijak dalam memilih aktivitas untuk mengisi waktu di bulan suci ini. Selain sebagai ajang hiburan, kegiatan ini juga diharapkan mampu menjadi langkah awal untuk memperkuat budaya olahraga di kalangan generasi muda, sekaligus mengurangi perilaku berisiko di jalanan.
Pemerintah Kabupaten Kukar, melalui Dispora, berkomitmen untuk terus memfasilitasi dan mendukung berbagai bentuk pembinaan kepemudaan dan keolahragaan agar semangat dan potensi anak-anak muda bisa tersalurkan ke arah yang lebih produktif. Dengan begitu, diharapkan anak-anak muda Kutai Kartanegara mampu tumbuh menjadi generasi yang sehat, disiplin, bertanggung jawab, dan berprestasi, baik di tingkat lokal maupun nasional.(wan/ADV/KUTAI KARTANEGARA)






