SAMARINDA – Jaringan kelistrikan juga menjadi bagian penting dalam perkembangan perekonomian masyarakat. Anggota Komisi III DPRD Kaltim, Sutomo Jabir mencontohkan, daerah-daerah pesisir yang kebanyakan masyarakatnya berprofesi sebagai nelayan, tentu membutuhkan pasokan listrik.
Hal ini dikarenakan, jaringan listrik dimanfaatkan untuk menyimpan ikan-ikan hasil tangkapan para nelayan, sebelum dibawa ke tempat pelelangan ikan, atau ke pasar. Pemanfaatan listrik biasanya digunakan untuk lemari pendingin, atau balok-balok es.
“Untuk menjaga kualitas ikan, biasanya disimpan di lemari pendingin, atau pakai balok es. Kalau tidak ada listrik dari mana bisa dapat balok es?” katanya, Jumat [10/11/2023]
Sebelumnya, Sutomo menerima informasi bahwa masih ada puluhan desa di Kutai Timur yang hingga kini belum merasakan aliran listrik. Puluhan desa tersebut tersebar di beberapa kecamatan, seperti Sangkulirang, dan kecamatan Sandaran.
Kedua kecamatan tersebut dikatakan Sutomo merupakan daerah pesisir, yang warganya banyak berprofesi sebagai nelayan. Namun, bukan hanya profesi masyarakat yang jadi perhatiannya. Jumlah penduduk di desa tersebut pun terbilang banyak.
“Penduduknya banyak, masa tidak ada listriknya. Belum lagi mata pencaharian mereka mengharuskan mereka untuk punya listrik,” tegasnya.
Dengan begitu, menurutnya urusan pemenuhan listrik di desa-desa tersebut harus diperhatikan. Belum lagi alasan yang menjadi penyebab di desa-desa tersebut belum teraliri listrik cukup ironis. Informasi yang diterimanya mengatakan bahwa listrik di desa tersebut tak tersedia, karena penyedia terhalang izin perusahaan. [sia/ADV DPRD Kaltim]






