Gubernur Kaltim Rudi Mas’ud Tegaskan Komitmen Wujudkan Akses Internet di Seluruh Desa

 

Samarinda — Gubernur Kalimantan Timur, Rudi Mas’ud, menegaskan komitmennya untuk menghadirkan akses internet merata di seluruh desa di Kaltim. Program ini menjadi salah satu prioritas utama pemerintah provinsi dalam mempercepat transformasi digital dan memperluas keterjangkauan layanan informasi bagi masyarakat pedesaan.

Rudi Mas’ud mengatakan bahwa internet bukan lagi fasilitas tambahan, tetapi kebutuhan dasar yang menentukan kualitas pendidikan, layanan kesehatan, administrasi, hingga aktivitas ekonomi masyarakat.

“Setiap desa di Kaltim harus bisa menikmati internet yang layak. Ini bukan sekadar pembangunan infrastruktur digital, tetapi fondasi untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat kita,” tegas Gubernur.

Masih Ada Desa Blank Spot, Pemprov Siap Tuntaskan

Beberapa desa di wilayah pedalaman Kutai Timur, Kutai Barat, Mahakam Ulu, dan sebagian Kukar masih masuk kategori blank spot, yaitu wilayah tanpa akses sinyal maupun internet. Kondisi geografis yang sulit menjadi salah satu kendala utama.

Untuk itu, Pemprov Kaltim mulai memetakan:

  • desa yang belum memiliki jaringan internet,
  • desa dengan internet lemah / tidak stabil,
  • dan desa yang membutuhkan penguatan perangkat Base Transceiver Station (BTS).

Pendataan ini menjadi dasar untuk menyusun skema pembangunan infrastruktur bersama pemerintah pusat, operator telekomunikasi, serta investor penyedia jaringan.

Program Prioritas: Internet Desa 2025–2028

Gubernur Rudi Mas’ud menargetkan pembangunan akses internet desa dilakukan secara bertahap melalui:

  1. Pembangunan BTS baru di wilayah pedalaman dan perbatasan.
  2. Pemanfaatan jaringan fiber optik di jalur yang telah dibangun pemerintah maupun swasta.
  3. Pemakaian teknologi satelit untuk desa yang sulit dijangkau jalur darat.
  4. Kerja sama dengan operator telekomunikasi untuk mempercepat cakupan layanan.
  5. Integrasi internet desa dengan layanan publik digital, seperti pendidikan, kesehatan, dan administrasi desa.

“Kaltim harus bebas blank spot dalam beberapa tahun ke depan. Tidak boleh lagi ada desa yang tertinggal karena minim akses informasi,” ujar Rudi Mas’ud.

Dorong Pendidikan dan Ekonomi Digital Desa

Akses internet desa diproyeksikan akan memberi dampak besar bagi warga, terutama:

  • meningkatkan kualitas pendidikan daring bagi siswa,
  • memperluas akses informasi pertanian dan perikanan bagi petani/nelayan,
  • memudahkan layanan administrasi digital melalui aplikasi pemerintah,
  • membuka peluang UMKM masuk pasar digital,
  • meningkatkan layanan kesehatan melalui telemedisin,
  • serta mempercepat sistem pelaporan dan pelayanan publik di tingkat desa.

“Ketika desa terkoneksi, ekonomi rakyat ikut tumbuh. Internet membuka pintu peluang baru, terutama bagi anak muda desa,” tambahnya.

Gubernur Minta Perangkat Desa Siap Beradaptasi dan Mengoptimalkan Teknologi

Selain pembangunan jaringan, Gubernur menekankan pentingnya peningkatan kapasitas perangkat desa dalam mengelola layanan digital.

“Tidak cukup hanya membangun jaringannya. SDM desa harus siap memanfaatkan teknologi untuk pelayanan masyarakat,” katanya.

Pemprov Kaltim menyiapkan pelatihan berbasis digital untuk aparatur desa, operator website desa, hingga pengelola UMKM lokal.

Harapan Gubernur: Desa Terkoneksi, Kaltim Maju Merata

Rudi Mas’ud menutup arahannya dengan harapan besar bahwa internet desa akan mengurangi kesenjangan pembangunan antardaerah, membuat layanan publik lebih efektif, dan mempercepat modernisasi Kalimantan Timur.

“Kaltim harus maju bersama. Kota dan desa harus tumbuh seimbang. Internet adalah jembatan untuk mewujudkan itu semua,” pungkas Gubernur. [zk/adv diskominfo kaltim]

Print Friendly, PDF & Email