Gubernur Kaltim Tekankan Pentingnya Menjaga Hutan Sebagai Penyangga Masa Depan Daerah

Rudi Masud. dok/ist

Samarinda – Gubernur Kalimantan Timur menegaskan kembali komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kelestarian hutan sebagai aset ekologis dan ekonomi jangka panjang. Hal ini disampaikan dalam kegiatan lingkungan yang digelar di Samarinda, sebagai upaya memperkuat sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha dalam pengelolaan hutan berkelanjutan.

Gubernur menilai bahwa hutan Kaltim bukan hanya sumber daya alam, tetapi penopang utama kehidupan masyarakat, mulai dari penyediaan air bersih, penyangga keanekaragaman hayati, hingga stabilitas iklim.

“Menjaga hutan berarti menjaga masa depan. Hutan Kaltim bukan hanya warisan, tetapi amanah yang harus kita pelihara bersama,” tegasnya.

Dorong Pengelolaan Berkelanjutan

Dalam arahannya, gubernur menekankan bahwa seluruh pihak harus memastikan pemanfaatan hutan dilakukan secara bertanggung jawab. Pemprov Kaltim mendorong:

  • penguatan program rehabilitasi dan reforestasi,
  • perlindungan kawasan konservasi,
  • pengawasan ketat terhadap aktivitas ilegal,
  • serta pemanfaatan hasil hutan bukan kayu untuk pemberdayaan masyarakat desa.

Ia menuturkan bahwa pengelolaan hutan berkelanjutan bukan hanya tugas pemerintah, melainkan kewajiban kolektif.

Kolaborasi dengan Desa dan Masyarakat Adat

Pemprov juga memperluas dukungan terhadap desa-desa yang mengelola hutan melalui skema perhutanan sosial. Program ini membantu masyarakat menjaga kawasan, sekaligus memberikan manfaat ekonomi melalui pengolahan madu hutan, kopi, rotan, hingga ekowisata.

“Hutan terjaga, masyarakat pun harus sejahtera. Ini prinsip yang kita pegang,” ujar Kepala Dinas Kehutanan Kaltim.

Peran Dunia Usaha

Dalam kesempatan itu, gubernur turut meminta perusahaan kehutanan, tambang, dan perkebunan untuk memperketat standar keberlanjutan. Ia menegaskan bahwa kegiatan industri harus sejalan dengan upaya pelestarian lingkungan, termasuk mematuhi RKL-RPL, menjaga kawasan penyangga, dan menghindari praktik yang merusak hutan.

Upaya Menghadapi Perubahan Iklim

Gubernur juga menyoroti peran hutan Kaltim sebagai penyerap karbon alami yang sangat penting dalam menghadapi dampak perubahan iklim. Ia menyampaikan bahwa keberhasilan menjaga hutan akan mendukung program nasional dan global terkait pengurangan emisi.

“Kaltim memiliki potensi besar dalam mitigasi perubahan iklim. Tapi semua itu hanya bisa terwujud jika hutannya tetap lestari,” katanya.

Pemerintah Provinsi Kaltim memastikan bahwa langkah menjaga hutan akan terus diperkuat melalui kebijakan, edukasi publik, hingga kolaborasi lintas sektor. Gubernur berharap masyarakat ikut aktif mengawasi dan melindungi hutan dari ancaman pembalakan liar, kebakaran, serta konversi yang tidak terkendali. [zak/adv diskominfo kaltim]

Print Friendly, PDF & Email