Samarinda — Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudi Mas’ud menegaskan bahwa agenda besar pemerintah provinsi ke depan adalah memperkuat pembangunan manusia sebagai fondasi utama menuju Kaltim yang maju, mandiri, dan berdaya saing. Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari pertumbuhan infrastruktur dan ekonomi, tetapi dari kualitas sumber daya manusia (SDM) yang sehat, terdidik, dan mampu beradaptasi dengan tantangan global.
“Pembangunan manusia adalah investasi jangka panjang. Kita ingin masyarakat Kaltim menjadi tuan rumah di tanahnya sendiri, siap menghadapi perpindahan IKN, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” tegas Rudi Mas’ud dalam agenda perencanaan pembangunan daerah di Samarinda.
Pendidikan Jadi Pondasi Utama
Rudi menekankan bahwa pendidikan harus menjadi prioritas agar generasi muda Kaltim tidak hanya mengejar ijazah, tetapi juga kompetensi.
Beberapa program yang disiapkan Pemprov Kaltim:
- Beasiswa Kaltim Tuntas yang akan diperluas cakupannya untuk jenjang SMA/SMK, mahasiswa S1 hingga S3.
- Pada 2024, tercatat lebih dari 59.000 penerima beasiswa di Kaltim.
- Revitalisasi sekolah dan SMK berbasis industri untuk mendukung kebutuhan tenaga kerja strategis IKN.
- Peningkatan kualitas guru dan tenaga pendidik, termasuk pelatihan digital dan kurikulum kompetensi abad 21.
“Kita ingin anak-anak Kaltim siap mengisi peluang kerja baru di masa depan,” ujarnya.
Penguatan Layanan Kesehatan: Dari Desa hingga Kota
Rudi Mas’ud juga menegaskan perlunya pemerataan fasilitas kesehatan di seluruh wilayah, terutama di daerah terpencil dan pesisir.
Data pendukung:
- Rasio dokter di Kaltim masih sekitar 45 per 100.000 penduduk, di bawah standar ideal nasional 60 per 100.000.
- Masih ada lebih dari 30 desa yang belum memiliki fasilitas layanan kesehatan memadai.
Rencana Pemprov:
- Pembangunan Puskesmas rawat inap baru di wilayah pinggiran.
- Penambahan tenaga medis melalui skema beasiswa kedokteran ikatan dinas.
- Digitalisasi layanan kesehatan berbasis rekam medis elektronik.
“Kesehatan masyarakat adalah modal utama pembangunan. Tidak boleh ada warga Kaltim yang kesulitan mendapatkan layanan medis,” kata Rudi.
Pengentasan Kemiskinan dan Penguatan Ekonomi Keluarga
Pemerintah provinsi menargetkan penurunan angka kemiskinan di bawah 5% pada 2029.
Saat ini, angka kemiskinan Kaltim berada di kisaran 6,2%.
Upaya yang sedang dan akan dilakukan:
- Program pemberdayaan UMKM digital dan pembiayaan mikro, termasuk pelatihan kewirausahaan.
- Penyaluran bantuan sosial tepat sasaran berbasis data terpadu.
- Pelatihan kerja bagi keluarga prasejahtera, terutama di sektor industri penunjang IKN.
Transformasi Digital untuk Semua Warga
Pembangunan manusia tak lepas dari pemerataan akses teknologi informasi.
Rudi kembali menegaskan komitmennya menghadirkan internet di setiap desa untuk mendukung pendidikan, ekonomi, hingga administrasi pemerintahan.
Data saat ini:
- Kaltim memiliki sekitar 841 desa/kelurahan.
- Masih ada sekitar 170 desa yang belum memiliki akses internet stabil.
Pemprov akan bekerja sama dengan penyedia layanan telekomunikasi dan memanfaatkan jaringan fiber optik hingga BTS baru.
“Jika internet merata, maka pendidikan, ekonomi, dan layanan publik akan meningkat. Kaltim tidak boleh tertinggal,” jelas Gubernur.
Kaltim Siap Sambut Bonus Demografi & IKN
Rudi menilai bahwa perpindahan Ibu Kota Nusantara (IKN) harus menjadi momentum untuk mempercepat peningkatan kualitas SDM lokal.
“Anak muda Kaltim harus menjadi pemain utama, bukan sekadar penonton di era baru ini. Pemerintah akan memastikan mereka memiliki kompetensi, akses pendidikan, dan peluang kerja,” ujarnya. [zk/adv diskominfo kaltim]






